30 January 2009

Posted by ShureX Posted on January 30, 2009 | 2 comments

TUJUH TELADAN KRISTUS DI DALAM PENDERITAAN

Ketika di dalam kehidupan nyata umat kristen menemui berbagai penghinaan dan ketidak adilan karena mempertahankan iman kekristenan, maka ada tujuh teladan yang dapat kita ikuti agar kesabaran dan kerendahan hati berlimpah dalam kehidupan :

1. Penderitaan-penderitaan
"sebab untuk itulah kamu dipanggil , karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu supaya kamu mengikuti jejak-NYA". (1 Petrus 2:21) karena ... "Lalu Yesus berkata kepada murid2-NYA : Setiap orang yang mau mengikuti AKU, ia harus menyangkal dirinya, memikul salib dan mengikut AKU".

YESUS telah menunjukkan kepada kita bahwa IA telah menerima penderitaan2 sebelum kita dan kita sebagai umat pengikut KRISTUS juga akan menderita karena YESUS. Tidak p
erlu kita merasa sakit hati, YESUS menderita lebih dari kita dan IA telah menunjukkan kasih-NYA kepada orang yang mengakibatkan penderitaan maka kita juga tidak perlu sakit hati dan menunjukkan kasih pada mereka.

2. Tidak berdosa
"orang menempatkan kuburnya diantara orang-orang fasik, dan dalam mati-NYA IA ada diantara penjahat2, sekalipun IA tidak berbuat kekerasan dan tipu daya tidak ada dalam mulut-NYA". lalu dikuatkan oleh surat 1 Petrus 2:22 "IA tidak berbuat dosa dan tipu tidak ada dalam mulut-NYA".

YESUS telah menunjukkan kepada kita bahwa meskipun penderitaan menghampiri kita, maka kita sebagai umat KRISTUS tetap menjaga hati dan pikiran kita agar tidak berdosa. YESUS adalah TUHAN, kita adalah manusia yg tak lepas dari dosa, maka dengan berdoa dan mengucap syukur, TUHAN akan menjaga kita dari dosa2 dunia.

3. Tidak pernah menipu
"IA tidak berbuat dosa dan tipu tidak ada dalam mulut-NYA".(1 Petrus 2:22).

Hendaknya kebenaran ada dalam diri kita meskipun penderitaan menghampiri, sama seperti YESUS tidak pernah berbicara kebohongan ketika dianiaya dan disalib.

4. Tidak pernah membalas pada saat dicaci maki
"Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk" (Roma 12:14) dikuatkan oleh perkataan YESUS sendiri "Tetapi AKU berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu, karena dengan demikian kamu menjadi anak2 BAPA-mu di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar". (Matius 5:44-45).

hal tidak membalas caci maki merupakan hal yang paling berat untuk dilakukan sebagai umat manusia. sebagai manusia biasa kita selalu tergoda untuk membalas segala sakit hati kepada mereka. namun dengan keteguhan dan ketekunan hati, YESUS telah merubah sakit hati tersebut menjadi kebahagiaan yang utuh tak kurang suatu apapun melalui satu ujian (ujian kerendahan hati).

5. Sabar di dalam ancaman
"Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa". (Roma 12:12) karena YESUS sendiri mengatakan "Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu". (Lukas 21:19)

Teladan bersabar di dalam ancaman merupakan esensi dalam ajaran kristen yaitu YESUS menunjukkan kasih-NYA kepada musuhnya dan kehidupan yang dijanjikan-NYA adalah kehidupan kekal. begitu indah dan abadi.

6. Menyerahkan segala hal kepada ALLAH
"Ketika IA dicaci maki, IA tidak membalas dengan mencaci maki, ketika IA menderita IA tidak mengancam, tetapi IA menyerahkan kepada DIA yang mengadili dengan adil". (1Petrus 2:23)

Ketika manusia terjebak dalam pederitan yang tiada habisnya, maka satu teladan yang patut kita contoh dari YESUS adalah menyerahkan segala perkara kita kepada TUHAN karena IA yang empunya hidup akan menyelesaikan segalanya dengan adil. maka jangan takut berada dalam penderitaan karena kita umat kristen mempunyai ALLAH yang kuat, ALLAH yang hidup, ALLAH yang adil.

7. Kebenaran dalam Iman
"IA sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-NYA di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa , hidup untuk kebenaran. Oleh bilur2-NYA kamu telah sembuh". (1Petrus 2:24)

Penebusan dosa yang dilakukan YESUS adalah inti kebenaran pengajaran-NYA, kebenaran yang mutlak, kebenaran yang tidak terbantahkan supaya kita sebagai umat kristen tidak sia-sia mempercayai YESUS adalah juru selamat manusia dan kita menerima anugerah keselamatan abadi dan bukan kematian kekal.

KASIH KARUNIA TUHAN YESUS MENYERTAI SAUDARA SEKALIAN !

Sumber : Forum Bebas


Klinik Rohani Links :
http://www.klinikrohani.com/

27 January 2009

Posted by ShureX Posted on January 27, 2009 | 6 comments

Biarkan Tuhan Menilaimu

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi, tetaplah berbuat baik.

Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka.

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.

Mother Theresa.

Sumber : Forum Bebas



Klinik Rohani Links :
http://www.klinikrohani.com/

25 January 2009

Posted by ShureX Posted on January 25, 2009 | 2 comments

Cara Melihat Tuhan

Tuhan itu panjang sabar..., tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah - Nah 1:3

Bacaan: Nahum 1:1-8

Hubungan kita dengan Tuhan akan sangat ditentukan cara pandang kita kepadaNya. Ini kebenaran yang tak bisa disangkal lagi. Ada banyak bukti yang bisa mendukung pernyataan ini. Lihatlah Tuhan sebagai Diktator, maka hubungan kita dengan Tuhan seperti bos dengan karyawan. Kita sangat takut berbuat kesalahan. Bukan karena kita ingin hidup benar. Tapi karena kita takut kalau berkat kita akan disusutkan oleh Tuhan, persis seperti bos yang memotong gaji karyawannya.

Lihatlah Tuhan sebagai Hakim yang tak kenal belas kasihan, maka hubungan kita akan seperti hakim dan terdakwa. Kita selalu melihat Tuhan memegang palu dan siap-siap memvonis kita. Tak heran hubungan kita dengan Tuhan tidak akrab. Bagaimana bisa akrab jika kita takut mendekat? Bagaimana kita bisa mendekat kalau berpikir Ia sangat hobi mengetok palu tanda bersalah?

Lihatlah Tuhan sebagai Bapa yang sabar dan yang seakan tidak bisa marah, maka hubungan kita akan seperti bapa dengan anaknya yang kurang ajar. Kita akan gampang sekali berbuat dosa dan menganggap bahwa dosa adalah hal yang biasa. Kita pun berpikir pendek, toh nanti dosa kita juga diampuni Tuhan. Bukankah Ia penuh kasih dan pengampunan? Menjadi orang Kristen yang mempermainkan Tuhan, bahkan bersikap kurang ajar terhadapNya.

Lihatlah Tuhan sebagai Dalang, maka hubungan kita akan seperti dalang dengan wayangnya. Kita selalu merasa bahwa hidup kita ini tak ubahnya seperti robot yang sudah disetel dan diset sedemikian rupa oleh empunya. Lupa bahwa kita tidak diciptakan seperti robot, melainkan sebagai makhluk yang memiliki kehendak bebas.

Lalu bagaimana seharusnya kita melihat Tuhan? Jangan lihat Tuhan pada satu sisi saja. Tuhan memang Bos kita, tapi Ia tidak pernah melihat kita semata-mata sebagai upahanNya saja. Sebab Ia juga sekaligus menjadi Bapa yang baik bagi kita. Karena hubungan kita sebagai bapa dan anak, bukan berarti kita bisa mempermainkan Tuhan dan bersikap kurang ajar kepadaNya. Ingat, bahwa Tuhan juga sebagai Hakim yang tegas dan tak kenal kompromi dengan dosa. Meski kita anakNya, tapi Ia juga akan menghukum seandainya kita berbuat kesalahan. Pemahaman yang seperti ini akan membuat kita memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan.

Jangan lihat Tuhan pada satu sisi saja, agar kita memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan.(Kwik)

Sumber : renungan-spirit.com


Klinik Rohani Links :
http://www.klinikrohani.com/

23 January 2009

Posted by ShureX Posted on January 23, 2009 | 3 comments

Jawaban Doa

Bacaan: I Raja-raja 3:1-15

"...tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
- Lukas 22:42


Siapapun orangnya pasti akan merasa kecewa ketika doanya belum juga dijawab oleh Tuhan. Meski begitu, Allah tetap memiliki alasan dan jawaban yang tepat atas doa-doa kita. Setidaknya ada empat jenis jawaban yang akan Allah berikan pada kita, yaitu:

1. Ketika Allah berkata, "Tidak "

Mungkin permohonan doa kita tidak benar. Tidak mungkin Allah mengabulkan doa kita jika kita menginginkan kehancuran lawan bisnis. Tidak mungkin pula Allah mengabulkan doa agar orang yang kita benci celaka. Ini karena musuh-musuh yang ada sekarang bukanlah untuk kita "bunuh", namun biarlah mereka ada agar kita bisa membuktikan penerapan kasih dan kesabaran yang diajarkan Bapa kita.

2. Ketika Allah berkata , "Luruskanlah! "

Allah tentu tidak mengabulkan doa yang berkedok. Kita terus-menerus berdoa meminta rumah yang baru dengan dalih untuk tempat persekutuan namun sebenarnya untuk kepentingan pribadi dan kesombongan semata. Dengan kata lain, Allah ingin doa kita murni tanpa kebohongan.

3. Ketika Allah berkata , "Perlahankan !"

Tidak mungkin Allah memberikan pada kita suatu pabrik yang besar dengan ratusan karyawan apabila saat ini kita masih belum mampu menangani kesulitan-kesulitan kecil. Tunggulah waktu yang tepat dari Allah, itu jawabannya.

4. Ketika Allah berkata , "Silakan !"

Orang yang dapat dipercaya dan diandalkan akan memperoleh apa yang ia mohon pada Allah. Jenis orang seperti ini tidak butuh waktu lama sebab Allah berkata , " Silakan ! "

Jadi siapapun Anda, jangan pernah bersungut-sungut apabila dalam doa kita ditolak, disuruh menunggu atau diharuskan untuk berkata jujur dulu. Mari terlebih dulu kita berkaca pada diri kita sendiri, apakah doa kita memang doa yang didasari motivasi yang benar. Sebab Allah akan menjawab doa orang yang benar-benar hidup berkenan padaNya, siapapun Anda !

Motivasi Anda dalam berdoa akan mempengaruhi jawaban doa Anda.
(Dioni)

Sumber : renungan-spirit.com


Klinik Rohani Links :
http://www.klinikrohani.com/

21 January 2009

Posted by ShureX Posted on January 21, 2009 | 7 comments

Keputusan sang Ayah

Setelah beberapa lagu pujian seperti biasanya pada hari minggu, pembicara gereja bangkit berdiri dan perlahan-lahan berjalan menuju mimbar untuk berkhotbah.

"Seorang ayah dan anaknya serta teman anaknya pergi berlayar ke samudra Pasifik", dia memulai, "ketika dengan cepat badai mendekat dan menghalangi jalan untuk kembali ke darat. Ombak sangat tinggi, sehingga meskipun sang ayah seorang pelaut berpengalaman, ia tidak dapat lagi mengendalikan perahu sehingga mereka bertiga terlempar ke lautan."

Pengkotbah berhenti sejenak, dan memandang mata dua orang remaja yang mendengarkan cerita tersebut dengan penuh perhatian. Dia melanjutkan, "Dengan menggenggam tali penyelamat, sang ayah harus membuat keputusan yang sangat sulit dalam hidupnya....kepada anak yang mana akan dilemparkannya tali penyelamat itu. Dia hanya punya beberapa detik untuk membuat keputusan.

Sang ayah tahu bahwa anaknya adalah seorang pengikut Kristus, dan dia juga tahu bahwa teman anaknya bukan. Pergumulan yang menyertai proses pengambilan keputusan ini tidaklah dapat dibandingkan dengan gelombang ombak yang ganas. Ketika sang ayah berteriak, "Aku mengasihi engkau, anakku!" dia melemparkan tali itu kepada teman anaknya. Pada waktu dia menarik teman anaknya itu ke sisi perahu, anaknya telah menghilang hanyut ditelan gelombang dalam kegelapan malam. Tubuhnya tidak pernah ditemukan lagi."

Ketika itu, dua orang remaja yang duduk di depan, menantikan kata-kata berikut yang keluar dari mulut sang pembicara. "Sang ayah," si pembicara melanjutkan ,"tahu bahwa anaknya akan masuk dalam kekekalan dan diselamatkan oleh Yesus, dan dia tidak sanggup membayangkan jika teman anaknya melangkah dalam kekekalan tanpa Yesus. Karena itu dia mengorbankan anaknya sendiri. Betapa besar kasih Allah, sehingga Ia melakukan hal yang sama kepada kita." Sang pembicara kembali ke tempat duduknya sementara keheningan memenuhi ruangan.

Beberapa saat kemudian, dua orang remaja duduk di sisi pembicara. "Cerita yang menarik," seorang remaja memulai pembicaraan dengan sopan, "tapi saya pikir tidaklah realistis bagi sang ayah untuk mengorbankan hidup anaknya hanya dengan berharap bahwa teman anaknya akan menjadi seorang pengikut Kristus."

"Benar, engkau benar sekali," jawab pembicara. Sebuah senyum lebar menghiasi wajahnya dan kemudian di memandang kedua remaja tersebut dan berkata, "Tentu saja itu tidak realistis bukan ? Tapi saya ada di sini untuk memberitahu kalian bahwa cerita itu membuka mataku tentang apa yang sesungguhnya terjadi ketika Tuhan memberikan AnakNya untuk saya."Engkau tahu ... sayalah teman sang anak itu".
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. ~Yohanes 3:16

Author : Unknown
Sumber : Gen-x Forum


Klinik Rohani Links :
http://www.klinikrohani.com/

18 January 2009

Posted by ShureX Posted on January 18, 2009 | 2 comments

The Butterfly

A man found the cocoon of a butterfly, One day a small opening appeared. He sat and watched the butterfly for several hours as it struggled to force its body through that little hole. Then it seemed to stop making any progress. It appeared as if it had gotten as far as it could and it could go no further. So the man decided to help the butterfly, he took a pair of scissors and snipped off the remaining bit of the cocoon.

The butterfly then emerged easily. But it had a swollen body and small, shriveled wings. The man continued to watch the butterfly because heexpected that, at any moment, the wings would enlarge and expand to be able to support the body , which would contract in time. Neither happened. In fact, the butterfly spent the rest of its life crawling around with a swollen body and shriveled wings. It never was able to fly.

What the man in his kindness and haste did not understand was that the restricting cocoon and the struggle required for the butterfly to get through the tiny opening were God’s way of forcing fluid from the body of the butterfly into its wings so that it would be ready for flight once it achieved its freedom from the cocoon.

Sometimes struggles are exactly what we need in our life.
If God allowed us to go through our life without any obstacles,
it would cripple us. We would not be as strong as what we could have been.
We could never fly.

I asked for Strength………
And God gave me Difficulties to make me strong.

I asked for Wisdom………
And God gave me Problems to solve.

I asked for Prosperity………
And God gave me Brain and Brawn to work.

I asked for Courage………
And God gave me Danger to overcome.

I asked for Love………
And God gave me Troubled people to help.

I asked for Favours………
And God gave me Opportunities.

I received nothing I wanted.
I received everything I needed.

Author unknown

@http://krenungan.org/ a20




Klinik Rohani Links :
http://www.klinikrohani.com/


17 January 2009

Posted by ShureX Posted on January 17, 2009 | 1 comment

Kejujuran Tukang Becak

Hari minggu yg lalu saya & istri pulang dari belanja di pasar di belakang perumahan kami yang jaraknya sekitar 1 km, biasanya kami naik motor tetapi karena hari itu sedang hujan gerimis dan kebetulan sayuran yang di beli lumayan banyak karena untuk persediaan selama satu minggu akhirnya kami memutuskan naik becak.

Setelah turun dari becak, saya membereskan sayuran yang hendak di simpan di kulkas dan istri saya memasak di dapur. Setelah makan kami tidur sebentar dan sekitar jam 3 sore kami berniat mengajak anak kami Larasati naik bom-bom car di mall.

Masalah muncul ketika istri saya mencari dompet tetapi tidak ditemukan. Saya coba ingatkan dia kapan terkahir kali meletakkan dompetnya. Istri saya mencoba megingat-ingat sejak pertama kali belanja di pasar sampai terakhir kali membayar becak. Tidak ada yang terlewatkan kata dia. Akhirnya sore itu kami sibuk mencari dompet istri saya, mulai dari lemari pakaian, tas kerja, saku celana bahkan sampai sayuran yang sudah masuk kulkas tidak luput dari pencarian kami.

Setelah dua jam sibuk mencari akhirnya kami pasrah. Sudah relakan saja, mungkin Tuhan bermaksud memberikan rejeki kita kepada orang yang lebih membutuhkan, hibur saya saat itu. Istri saya terlihat sangat bingung dan cemberut karena di dalam dompet terdapat berapapa kartu kredit, KTP, SIM dan juga sedikit uang tunai.

Selepas bedug maghrib sekitar jam 18.30, ada seorang bapak dan anak kecil bertamu kerumah kami. Saya mencoba mengingat wajah bapak tersebut, dan tidak salah dia adalah tukang becak yang kami naiki dari pasar tadi pagi.

"Maaf apakah ini rumahnya Ibu sosro" tanya dia dengan santun.

"Betul, ada perlu apa bapak kemari?" jawab saya.

"Oh, begini mas, tadi sore istri saya menemukan dompet ini di bawah jok sewaktu sedang mencuci becak, dan saya baca alamatnya ada di perumahan ini" kata bapak itu sambil memberikan dompet warna hitam.

Memang benar dompet tersebut milik istri saya yang hilang sejak tadi pagi. Saya buka dompet dan lihat isinya ternyata masih utuh, baik uang tunai maupun yang lainnya. Tidak ada barang secuil-pun yang hilang, bahkan uang 300rb juga masih utuh.

Saya pandangi wajah bapak dan anak yang sedang di gendongnya, tulus. Walaupun hanya mengenakan pakaian lusuh tetapi wajahnya memancarkan aura bening yang jarang saya temui pada tukang becak lainnya.

"Ya sudah mas, saya mohon pamit dulu. Kasihan istri sudah menunggu di rumah".

"Ohh..ya... terima kasih pak" kata saya sambil menyodorkan beberapa uang puluhan ribu sebagai "balas jasa" atas kebaikan hatinya.

"Tidak usah pak, terima kasih. Sudah menjadi kewajiban kami untuk mengembalikan barang yang bukan milik kami" jawab tukang becak itu menolak pemberian saya.

Dan masih dengan senyum yang tulus tukang becak itu pergi meninggalkan saya yang masih terbengong-bengon dengan kejadian barusan.

Aneh!!!...
Dijaman yang seperti ini masih ada tukang becak seperti dia. . . (saya
sampai lupa menanyakan namanya), di saat orang saring berebut harta dan
kekuasaan untuk menyenangkan diri sendiri bahkan dengan menghalal-kan segala
cara.

Apakah ini teguran dari Tuhan agar saya meniru sikap tukang becak tersebut. Atau??....Entahlah . . . (semoga saya bisa mengambil hikmah dari tukang becak tersebut)

di kirim oleh : Gundolo Sosro


Klinik Rohani Links :
http://www.klinikrohani.com/

  • Text Widget