Showing posts with label Belfry Files. Show all posts
Showing posts with label Belfry Files. Show all posts

23 May 2009

Posted by ShureX Posted on May 23, 2009 | No comments

"Pertumbuhan Jiwa"

Pertumbuhan jiwa tidak sama dengan pertumbuhan usia, karena usia pasti bertambah, sedangkan jiwa belum tentu/pasti bertambah, bahkan mungkin bisa semakin kerdil.
Lalu mengapa orang sering risau dengan urusan usia? apakah gunanya mencapai umur panjang, jika tidak cukup memperbaiki pertumbuhan jiwa?

Mengapa terlalu cepat bingung dan gelisah, bila orang lain berpendapat bahwa waktunya seharusnya sudah menikah, karena usia/belum cukup usia untuk menikah? atau seharusnya sudah bekerja mencari nafkah? atau seharusnya sudah memiliki rumah sendiri? atau seharusnya sudah memiliki anak? dan sebagainya karena usia.

Jangan bingung mengenai usia anak/seseorang, semuanya pasti bertambah,tak diberi makanpun, usia tetap bertambah. Namun bingunglah dengan bagaimana dengan pertumbuhan jiwa!

Pertumbuhan jiwa tidak dapat dibatasi oleh status, lingkungan, pekerjaan, jenis kelamin, ruang dan waktu. Karena pertumbuhan jiwa adalah soal batiniah, bukan jasmaniah.

Lalu apa yang perlu dipersiapkan untuk soal pertumbuhan jiwa? yaitu hatimu!


==================================
Sirakh 2:1-3 "Anakku, jikalau engkau bersiap untuk mengabdi kepada Tuhan, maka bersedialah untuk pencobaan.

Hendaklah hatimu tabah dan jadi teguh, dan jangan gelisah pada waktu yang malang.
Berpautlah kepada Tuhan, jangan murtad dari pada-Nya, supaya engkau dijunjung tinggi pada akhir hidupmu.

Sirakh 3:23-28 "Jangan bersusah payah mengenai apa yang di luar bidang pekerjaanmu, karena apa yang dinyatakan kepadamu sudah terlalu luas untuk akal insani.
Memang banyak orang telah disesatkan karena tergesa-gesa, dan disimpangkan oleh kepongahan hati yang salah.

Hati tegar akan malang akhirnya, dan barangsiapa cinta kepada bahaya akan jatuh karenanya.
Hati tegar membebani dirinya dengan banyak kesusahan, orang berdosa menimbun dosa demi dosa.

Kemalangan tidak menyembuhkan orang sombong, sebab tumbuhan keburukan berakar di dalam dirinya.

Matius 4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Lukas 12:25-26 "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?

Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?

Matius16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Lukas 12:23 "Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian

Lukas 12:29-31 "Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.

Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.

Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu

Yohanes 15:5-6 "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Yohanes 6:55 "Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.

Salam Damai dan Doa
"Semoga Allah memberimu Damai"

oleh : Belfry

10 April 2009

Posted by ShureX Posted on April 10, 2009 | No comments

"Perjalanan jiwa"

Hidup adalah sebuah perjalanan, mulai lahir sebagai seorang bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa lalu tua.

Dalam sebuah perjalanan, pastinya setiap orang mengalami hal yang sama yaitu tumbuhnya gigi,rambut serta usia, entah laki-laki/perempuan secara lahiriahnya.

Namun yang membedakan adalah situasi dan kondisi bertumbuh-kembangnya jiwa seseorang, entah laki-laki/perempuan, yang satu berbeda dengan yang lain, bahkan yang kembar sekalipun.

Persahabatanlah yang dapat membuat jiwa menjadi satu tanpa melihat adanya perbedaan. Persahabatan membuat orang lain menjadi saudara, bahkan dapat mengubah secara fisik rupa seseorang seperti pinang dibelah dua.

Lihatlah suami-istri yang rukun damai, semakin hari-semakin seperti saudara kakak dan adik. Mereka saling mengisi satu dengan yang lain, mereka semakin hari semakin tahu prilaku dan tabiatnya satu dengan yang lain. Kadang tanpa berbicarapun mereka sudah tahu apa yang diharapkannya tanpa beradu mulut.

Yang menyebabkan perpisahan jiwa terjadi,dikarenakan berbedanya menanggapi dan menafsirkan suatu hal,sehingga secara otomatis membuat prilaku dan tindakan yang berbeda pula.


===================================
Ayub 7:1"Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?

Yakobus 4;4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia!Tidakkah kamu tahu,bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini,ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Matius 16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus :"Enyahlah Iblis,Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah,melainkan apa yang dipikirkan manusia.

Yohanes 10:30 "Aku dan Bapa adalah satu"

Yohanes 14:9 "Kata Yesus kepadanya:telah sekian lama Aku bersama-sama kamu,Filipus,namun engkau tidak mengenal Aku?Barangsiapa telah melihat Aku,ia telah melihat Bapa.

Salam Damai dan Doa
"Semoga Allah memberimu Damai"
by : Belfry



Klinik Rohani Links :
http://www.klinikrohani.com/

24 March 2009

Posted by ShureX Posted on March 24, 2009 | No comments

Jika hati sudah tak sejalan

Jika hati sudah tak sejalan, dengan siapakah hidup dipercayakan?

Dengan apakah hati dapat terobati? Bila hati sudah jatuh!

Tak seorangpun dapat mengubahnya, kecuali dirinya sendiri. Walaupun dengan mengorbankan nyawa! tetap saja membisu.

Mengapa marah dalam hati bila sesuatu hal tidak berjalan sesuai dengan kehendak dan keinginan hati?

Tidak tahukah, bahwa dunia bukanlah temuan manusia. Dan dunia tak mungkin dapat dimiliki selamanya, karena tak selamanya manusia hidup di dunia.

Maka itu waspadalah, supaya tidak lekat pada hal-hal duniawi itu dan terjerat olehnya, serta terjerumus di dalamnya.

Sehingga hati tak akan menanggapi ejekan-ejekan/sindiran-sindiran yang ada, serta akan mudah menahan cacian-cacian atau umpatan.

Namun tetap seperti bunga-bunga bermekaran, walaupun tidak ada yang melihatnya.Bahkan seperti pohon-pohon yang selalu berbuah, namun tak pernah bertanya siapa yang memakannya?


======================================
Amsal 14:10 "Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya."

Amsal 19:2 "Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah."

Markus 9:50 "Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."


Salam Damai dan Doa
"Semoga Allah memberimu Damai"


Oleh : Belfry Augustinus



Klinik Rohani Links :
http://www.klinikrohani.com/

04 March 2009

Posted by ShureX Posted on March 04, 2009 | No comments

"MISTERY"

Kehidupan merupakan suatu misteri,
Begitupula dengan "Kematian" juga merupakan misteri.

Namun semuanya adalah kepastian yang tidak ada seorangpun yang dapat mengubahnya, karena "Kehidupan dan Kematian" bukanlah hasil temuan/pikiran manusia.

"Hidup dan Mati" akan selalu ada dihadapan semua makhluk. Namun apakah "Kematian itu adalah sebuah akhir dari segalanya?"

Lihatlah sumber mata air di gunung, di gua, disungai, diselokan, entah air itu bersih/kotor semuanya menuju ke laut, namun laut tak kunjung penuh.

Demikianpula halnya kehidupan seperti air laut yang dihadapkan pada hal-hal yang baik dan kotor. Namun pada akhirnya setiap orang akan dipisahkan juga seperti ikan-ikan yang ditangkap oleh nelayan, mana yang baik dan tidak baik.


======================================
Matius 13:47-50 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman : Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api;di sanalah akan terdapat ratapan dan gertakan gigi.

Salam Damai dan Doa
"Semoga Allah memberimu Damai"

by : Belfry



Klinik Rohani Links :
http://www.klinikrohani.com/

27 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 27, 2008 | No comments

"Pohon Kehidupan"

Seperti pohon memerlukan cahaya matahari, yang memiliki banyak sinarnya yaitu sinar gamma, sinar beta, ultraviolet dan sebagainya, namun dalam satu cahaya. Bila salah satu sinar dihilangkan atau dipisahkan, maka pohon itu tidak dapat bertumbuh dengan sebagaimana semestinya. Maka diperlukan secara utuh dan keseluruhan oleh daun-daun dalam satu cahaya agar ia dapat berfotosintesis.
(Yohanes 8:12 maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kataNya ; “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan,. Melainkan ia akan mempunyai terang hidup)

Adapun banyak ranting dipohon, namun ada satu kekuatan yang berdasarkan jalinan akar-akarnya yang kokoh; bila ranting itu dipotong dari pohonnya, maka ranting tidak dapat bertunas dan apa yang dipotong menjadi layu, kering dan mati.
(Yohanes 15: 5 Barangsiapa tidak tinggal didalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar)

Sebagaimana satu mata air mengalirkan banyak keaneka ragaman yang meluap aliran sungai, namun kesatuan tetap dipertahankan dalam sumber dan memberikan buah kesuburan tanah.
(Yohanes 7: 37-38 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru;”Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci; Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup)

Demikianlah kehidupan berkeluarga, walaupun ada beberapa anggota atau ranting atau akar yaitu ayah, ibu dan anak, mungkin ada pembantu, namun merupakan satu kesatuan. Bila kehidupan keluarga semula tidak mengarahkan pada sumbernya yaitu kesatuan dalam iman, kebenaran dalam berpengharapan dan kasih akan satu dengan yang lain, maka matilah keluarga itu. Karena tidak bertunas kedamaian dan tidak berbuah kebajikan serta keringnya suka-cita.
(Lukas 11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata :”Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.)

Seperti pohon yang ranting-rantingnya selalu mengikuti cahaya matahari mulai terbit hingga terbenamnya dan akar-akarnya tertanam dalam tanah yang subur serta tinggal di dekat aliran sungai. Ia tetap bertahan dan selalu bertunas serta berbuah, walaupun angin topan bertubi-tubi menerpanya, ia takkan goyah.
(Matius 7: 24-25 Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumah di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu)

Lihatlah, bila benih kau lempar, tidak kau hiraukan. Ia pun tetap tumbuh karena ada yang memeliharanya, yaitu cahaya matahari dan air. Benih menyerahkan dirinya kepada kegelapan tanah. Ia merasakan kehangatnya sinar matahari. Ia meminum air hujan yang tercurah.
Namun benih apakah yang akan kau tabur dalam keluarga?
Doa adalah benih kepercayaan, yang bertunaskan iman, dan menumbuh kembangkan kepekaan pemahaman akan kehendak Allah yang terpelihara oleh Firman-Nya.
(Lukas 18:7-8 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman dibumi?)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

26 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 26, 2008 | No comments

"Mencintai"

Betapa pun banyaknya kemajuan batin kita tercapai, tidak ada satupun yang kita dapatkan kecuali berkat bantuan Ilahi. Bantuan Ilahi tersedia bagi mereka yang berusaha mencari-Nya dari hati mereka. Doa adalah ibu dan sumber dari kemajuan tersebut (St.Bonaventura)
(1 Petrus 2 : 1-3 Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian,dan fitnah. Dan jadilah seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.)

Bila kita berharap cinta yang sempurna, maka semua aktifitas intelektual harus ditinggalkan dan kemampuan afeksi kita harus sepenuhnya diarahkan dan dialihkan menuju Allah.
(Lukas 12:12 Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan
Lukas 17 : 10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata : Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa kami harus lakukan.)

Refleksi atas kemampuan manusia untuk menginginkan dan untuk mencintai akan mengungkapkan bagaimana manusia, ditarik keluar dari diri dan masuk ke dalam misteri pribadi yang lain. (be carefull!, karena ada celah)
(Efesus 6:10 -12 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasaNya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melainkan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.)

Misalnya :
* Seseorang yang belum menikah, menginginkan menikah, ia ditarik keluar dari dirinya yang belum menikah untuk menuju pada misteri kehidupan menikah, dimana ia ditarik untuk mengenal misteri pribadi yang lain.
(1 Korintus 7: 32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya)

* Seseorang yang mengagumi seorang artis, ia berusaha meniru segala aktivitas yang ada dalam diri artis tersebut, sehingga kehilangan pribadinya dan semakin tidak mengenal dirinya sendiri (waham, bisa menganggap dirinya seorang artis, nabi dan sebagainya)

(Filipi 4 : 8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap di dengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang kamu telah pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.)

* Seorang bayi mengagumi setiap benda di depannya, ia berusaha untuk menggapai dan memilikinya. Bila kau ambil, maka menangislah ia (keterikatan pada benda)
( Yakobus 1:14-15 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannyan sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.)

Menggunakan kemampuan untuk bernalar berarti kita sedang memperlihatkan keinginan untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan dari situasi saat ini. Secara kodrati kita memiliki kecenderungan terhadap yang tak terbatas --- dan dari situlah hidup Allah direflesikan.(St. Bonaventura)
(Filipi 4 : 13 Segala sesuatu dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

24 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 24, 2008 | No comments

"Kasih Yang Sempurna"

Allah menciptakan segala sesuatu baik adanya dan tidak sedang bermain “dadu”. Bila menciptakan seperti bermain dadu, Mengapa Ia tidak menciptakan manusia atau binatang melata atau tumbuh-tumbuhan lebih dahulu, kemudian menjadikan terang dan gelap dengan apakah ciptaan-Nya itu berpijak?
(1 Korintus 15 : 46-49 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi)

Segala sesuatu ada prosesnya dan tak ada sesuatupun yang tidak melalui proses, entah hal buruk atau baik menimpa kehidupan kita. Namun semua terjadi karena apa yang kita utamakan dalam kehidupan, itulah awal proses yang menimpa diri kita.
Demikianpula dengan menjalin kasih pribadi satu dengan yang lain. Bila terjadi sesuatu hal, renungkanlah di dalam hati, apa yang membuat diri kita mengambil keputusan itu, entah dengan kesadaran, keterpaksaan ataupun kelalaian, kepasrahan, bahkan hawa nafsu?
(Mazmur 4:5 Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa, selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu)

Namun manusia selalu berusaha dan Allah yang menentukannya. Bila Allah yang menentukannya, maka apa yang ditentukan Allah selalu baik adanya.
(Yohanes 15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah.)

Tetapi siapakah yang menolak hal-hal yang baik dari Allah? Bukankah manusia sendiri? yang menentukan dan menilai, bahwa hal itu buruk atau baik, bukankah manusia sendiri?
(Kejadian 3: 22 Berfirmanlah TUHAN Allah : “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya)

Segala peristiwa tidak dapat dihapus entah kesalahan maupun kebaikan, namun rahmat pengampunan diberikan oleh Allah, bila mau mengakui kesalahannya. Dan rahmat Allah pula yang mendorong diri kita untuk tidak melakukan kesalahan lagi. Suatu perkara dianggap sah bila ada dua saksi yang menyatakannya di dalam pengadilan, begitupula akan pengakuan dianggap sah bila ada dua saksi, Allah dan manusia.
( Yohanes 20: 22-23 Dan sesudah berkata demikian, Ia menghembusi mereka dan berkata;”Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.
1 Petrus 3: 21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya yaitu baptisan – maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah – oleh kebangkitan Yesus Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya )

Jika demikian, selayaknya kita menerima apa yang telah menimpa diri, entah hal baik atau buruk dengan ucapan syukur. Karena Allah mengetahui semuanya, dan akan menuntun pada hal kebaikan untuk jiwa-jiwa yang dikasihi-Nya yang mau berbalik pada-Nya dalam kesatuan yang Kudus.
(1 Petrus 1: 16 “ sebab ada tertulis :Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus,
1 Petrus 2 : 19-21 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

23 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 23, 2008 | No comments

"Mengejar KASIH"

Seringkali kita terpaku pada peristiwa masa lampau dan masa depan. Namun kita tidak fokus pada situasi dan kondisi yang ada saat ini.

Masa lampau menarik kita ke belakang, sedangkan masa yang akan datang menarik ke depan bagai dua kutub magnet saling tarik-menarik.

Masa lampau biasanya menjerat kita dengan rasa bersalah dan penyesalan (Mengapa saya melakukan perbuatan itu dulu? Seharusnya hal itu tidak terjadi! Dan sebagainya) dengan luka-luka batin yang tak tersembuhkan (Mengapa orang yang aku percayai mengkhianati aku, atau Mengapa yang menjadi panutan berbuat tidak senonoh terhadap diriku, Mengapa orang tuaku tidak membela aku? Dan sebagainya) atau terlalu lekat dengan peristiwa-peristiwa yang menyenangkan pada masa lampau ( cinta pertama, masa kanak-kanak, prestasi atau keberhasilan, pengalaman spiritual dan sebagainya)

Sedangkan masa akan datang selalu dikontrol oleh rasa takut atau khawatir tentang apa yang akan terjadi atau terulang kembali (usia sudah sekian belum menikah, usia sekian belum punya anak, belum bekerja, penghasilan sedikit, takut dikhianati lagi, dan sebagainya)
Doa memberikan prespektif baru kepada kita dan dapat menolong kita mengembangkan sikap-sikap yang baik seperti ungkapan St. Agustinus yaitu “ Menyerahkan peristiwa-peristiwa masa lalu pada belas kasihan Allah dan mempercayakan masa depan pada penyelengaraan-Nya dan memohon rahmat campur tangan-Nya agar dapat membantu melakukan hal yang dikehendaki oleh Allah, kemudian SAAT INI berfokus pada pikiran, perkataan dan perbuatan dalam KEBENARAN dan KASIH yang tulus.

Doa adalah memahami perjalanan misteri Kasih (Khususnya Misa)
Doa adalah kesanggupan akal budi untuk mengerti Kasih
Doa adalah ketekunan untuk mencari Kasih
Doa adalah kedua mata untuk memandang Kasih
Doa adalah sebuah hati untuk merenungkan Kasih
Doa adalah sebuah kehidupan untuk menyatakan Kasih.
Doa adalah sumber daya inspirasi Kasih

Efesus 3 : 14 – 21
Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari padaNya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh RohNya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebar dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya .Amin

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

18 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 18, 2008 | No comments

"Kerelaan dalam Doa"

Joan dari Arc, ketika masih belasan tahun, berhasil memimpin Prancis mengalahkan Inggris. Namun kemudian hari ia dikhianati, dimasukkan dalam penjara dan di bakar seperti layaknya hukuman seorang dukun. Ketika nyala api mulai melahap tubuhnya, seorang yang berdiri dekatnya mangangkat sebuah salib dihadapannya. Dengan terus mengarahkan matanya pada salib itu, ia memperoleh kekuatan untuk mati secara mulia dengan tetap menggemakan nama Yesus di bibirnya.
(Bil 21:8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa :” Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup)

Kerelaan adalah jalan kematian menuju kebangkitan baru. Kehidupan kita sehari-hari menawarkan banyak kesempatan untuk menyangkal diri demi sesama. Menyangkal karena keterbatasan kita dan dibangkitkan dengan kasih yang baru, sehingga daya kasih yang mengubah menjadi kekuatan untuk dapat menahan penderitaan sebagai pernyataan kasih yang baru dari sebelumnya serta tindakan untuk menyikapi secara baru yaitu damai bersama Kristus.
(Ibr 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang mengabaikan kehinaaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan tahta Allah)

Kerelaan adalah sarana untuk menumbuh kembangkan jalinan kasih. Bila dikhianati, disakiti, kecewa, ditinggalkan, tidak diperhatikan serta kecewa oleh suami-istri, anak-anak, teman, sahabat, pacar, orang tua. Engkau semakin mengenal pribadi mereka dan semakin mengenal pribadimu sendiri dan Allah lebih mengetahuinya
(Yoh 21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya; “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinYa:”Apakah engkau mengasihi Aku?”Dan ia berkata kepadaNya:”Tuhan , Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya;”Gembalakanlah domba-dombaKu”)

Jelas bahwa mata Allah selalu terarah kepada kita karena kerelaan-Nya. Jika dia tidak mengarahkan pandangan-Nya kepada kita, jika Dia tidak memelihara kita seperti biji mata-Nya, kita akan lenyap dan dilupakan. Sama halnya bila kita sudah lama tak berjumpa, atau sudah tidak ada perhatian lagi pada seseorang, maka kita melupakan dan mengakhirinya.
(Rom 11:29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya)

Maria, Bunda Yesus, memberikan teladan kerelaan yang baik mengenai sikap seorang ibu terhadap segudang penderitaan dan peristiwa. Yang selalu mempertimbangkan dan menyelidiki serta mengetahui bagaimana menantikan dan tetap setia meskipun jawaban-jawaban atas persoalan hidup ini tidak kunjung datang juga.
Meski tanpa memperoleh jawaban-jawaban yang jelas, dia tetap yakin dan percaya, dan menguatkan iman para murid yang hancur lebur.
(Ratapan 1: 16 Karena inilah aku menangis, mataku mencucurkan air; karena jauh dari pada penghibur yang dapat menyegarkan jiwaku; bingunglah anak-anakku, karena terlampau kuat si seteru.”
2 Yoh 1:1 Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran,
2 Yoh 1:2 oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya.
2 Yoh 1:3 Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
2 Yoh 1:4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U
Posted by abbeltri Posted on March 18, 2008 | No comments

"Jalinan Kasih adalah DOA"

Dalam setiap jalinan kasih, kehadiran kedua belah pihak bagi satu sama yang lain merupakan suatu faktor penting : hadir bersama dengan yang lain, hadir untuk yang lain.

Saling menghadirkan diri untuk satu sama yang lain akan mengembangkan dan membuat hubungan yang ada semakin dalam. Persahabatan yang kuat dan lestari bisa tumbuh diantara pribadi-pribadi yang jarang bertemu, bahkan berpisah.

Kesetiaan adalah ciri khas jalinan kasih. Ia dapat menerima pribadi apa adanya, memaklumi kesalahan-kesalahan dan suasana hati, menangis saat menagis, bergembira saat bergembira, dalam situasi apapun, bukan hanya terdorong oleh karena wajib, rutinitas, keterpaksaan dan kebutuhan sesaat.

Pengorbanan adalah harga tertinggi yang harus dibayar untuk jalinan kasih. Sekali peristiwa St. Petrus melarikan diri dari kota Roma. Dalam perjalanannya di gerbang kota, Yesus menampakan diri pada St. Petrus. Menyadari apa yang dipercayakan padanya dan kasihnya pada Yesus, St. Petrus kembali dan menyerahkan diri untuk di salib, dengan permohonannya posisi salib terbalik.
( Yohanes 21:19 Dan hal ini dikatakanNya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku”)

Ilustrasi perjalanan rohani dalam kasih Allah :
Jalinan kasih ibu dan anak. Ketika seorang bayi yang tak berdaya, ia menyerahkan diri seutuhnya pada sang ibu. Ia memperoleh tubuh yang bersih karena dimandikan, pakaian dan sepatu serta kebutuhan yang lain.
(Yohanes 10:17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali)

Ketika tumbuh menjadi seorang anak, ia belajar berjalan. Ia mulai sedikit demi sedikit belajar mengorbankan dirinya untuk dapat berjalan. Seorang ibu sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi, hanya mendampingi, mengawasi, menghibur bila jatuh dan merawat dan sebagainya bila perlu. Mengenai berjalan diserahkan pada segala upaya dari si anak sendiri.
( Yohanes 17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan pada-Ku, Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain daripada dia yang telah ditentukan binasa, supaya genaplah yang tertilis dalam Kitab Suci)

Dengan berbagai cara ibu pergi kesana-kemari dan meninggalkan si anak, tapi masih dalam pengawasannya dan menampakan dirinya pada si anak. Karena kasih yang melekat dan orang yang paling ia kenal, reaksi si anak akan berusaha menghampiri si Ibu, inilah kekuatan kasih dapat menggerakan si anak berdiri untuk mencoba berjalan terus menerus.
Pandangannya hanya tertuju pada sang ibu.
(Yohanes 14: 27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.)

Lambat laun ia pun dapat berjalan. Maka si ibu bergembira, anaknya bisa berjalan, si anak bergembira melihat dirinya disambut oleh sang ibu. Inilah yang dikehendaki oleh sang Ibu, agar si anak dapat berjalan.
( Yohanes 15:10-11 Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh)

Begitupula dalam perjalanan hidup kita, sering kita tidak tahu apa yang dikehendaki oleh Allah. Karena kita terpesona dengan pakaian, sepatu, kenikmatan, penyembuhan dsbnya. Seorang anak tidak pernah memperhatikan apa yang ia pakai atau makan, yang terutama ia berusaha selalu ingin dekat dengan ibunya.
(Mazmur 27 : 4 Satu hal yang telah kuminta kepada TUHAN itulah yang kuingini; diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati baitNya.)

Doa adalah jalinan kasih
“Bila ada Cinta Kasih, segalanya menjadi Baru”

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

16 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 16, 2008 | No comments

"Pernikahan"

Saling menghormati timbul karena ada jurang pemisah dan jarak antar pribadi.
Saling menghormati merupakan suatu tindakan hakiki dalam menumbuh kembangkan suatu relasi antar pribadi.

Bila seorang suami-istri, orang tua, anak-anak, teman, pacar, sahabat mau menguasai atau mengontrol pribadi yang lain dengan alasan apapun, maka cinta dan persahabatan yang sejati tidak dapat berkembang, melainkan percek-cokan, pertentangan, dan perpisahan serta penderitaan batin.

Demikian pula sikap hormat juga menduduki tempat yang penting dalam hubungan kita dengan Allah.
Allah tidak pernah memaksakan kehendak-Nya, selayaknya kitapun tidak memaksakan kehendak kita.
(Keluaran 3 : 5 “Lalu Ia berfirman : Janganlah datang dekat-dekat tanggalkan kasutmu dari kakimu, sebab tempat, dimana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus “
Matius 16 : 24 “ lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya : “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku)

Karena ada jurang pemisah antara manusia berdosa dengan Allah yang kudus, Allah yang setia dan manusia yang tidak setia, Allah yang cinta-Nya tak terbatas dan manusia yang cintanya sempit dan picik.
(Mazmur 2 : 4 Dia yang bersemayam di sorga, tertawa ; Tuhan mengolok-olok mereka)

Rasa hormat pada sebuah pernikahan adalah menghormati tempat kudus Allah.
Bahwa dihadapan Allah, kita menghormati Allah dengan pengakuan dan menerima perbedaan dan jarak serta mengajak hidup kudus pada suatu ikatan dengan pendamping hidup kita. Cinta dan belas kasih Allahlah yang menjembatani jurang perbedaan yang dalam dan segala jarak. Karena Allah adalah sumber cinta dan belas kasihan serta kehidupan.
( 1 Korintus 7 : 14 – 15 “Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya, dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus. Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau cerai, biarlah ia bercerai, dalam hal demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera)

Pernikahan adalah sebuah tempat misteri yang harus dilalui dan dialami, bagi mereka yang mau hidup dalam pernikahan, sehingga perlu didekatinya dengan rasa hormat, karena Allah yang misteri berada di dalamnya. Begitupula manusia adalah pribadi yang misteri.
(Matius 19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
Matius 19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.")

Bagaimana dan apapun juga yang terjadi dalam pernikahan; “Allah mengetahuinya, karena tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dihadapan-Nya.
(Mazmur 38 : 10 Tuhan, Engkau mengetahui segala keinginanku, dan keluhkupun tidak tersembunyi bagiMu
Mazmur 69 :6 Ya, Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagiMu
Mazmur 90 : 8 Engkau menaruh kesalahan kami di hadapanMu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajahMu)

Walaupun dengan berbagai cara yang meriah dan mempersiapkan perlengkapan yang mewah dalam menyambut pernikahan, bila tidak menghormati pernikahan = tidak menghormati tempat kudus = tidak menghormati Allah Yang Kudus = tidak menghormati mahluk ciptaan-Nya = tidak menghormati dirinya sendiri = tidak menghormati alam semesta.

Lihat dan pandanglah teladan keluarga Kudus di Nazareth. Yesus, Maria dan Yosef. yang semua anggota keluarganya takwa pada Allah.

(Galatia 6:1. Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
Galatia 6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
Galatia 6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
Galatia 6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
Galatia 6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memeberimu Damai”
God Blessing U

15 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 15, 2008 | No comments

"Relasi"

Kasih merupakan suatu relasi, perjumpaan dan pertemuan pribadi dengan seseorang atau alam sekitarnya.
Kalau hubungan kita dengan seseorang atau alam sekitar baik, maka relasi itu bermakna dan hidup kitapun juga bermakna.

Orang tidak begitu saja dilempar Sang Pencipta ke bumi ini.
Karena orang dipercayakan kepada orang lain.
Hubungan pribadi akan bertumbuh semakin dalam , apabila seseorang berusaha mengenal orang dengan lebih baik, mau berbagi pengalaman dan bekerja sama dengan pihak lain, dan mau melihat keindahan, keunikan serta misteri yang ada dalam diri pihak yang lain. Ini merupakan sebuah proses seumur hidup! Demikian juga relasi kita dengan Allah (Kasih)

Bila kita memandang Allah (kasih) secara keliru, sama halnya memandang seseorang dari penampilan, misalanya harta, kenimkmatan, kesenangan, kekuasaan , kemuliaan yang di cari dan menjadi utama. Maka yang tumbuh adalah kekecewaan dan kepahitan hati. Karena Allah memandang hati.
(1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.")

Agar hubungan antarpribadi dapat bertumbuh semakin baik, kedua pribadi itu harus lebih terbuka satu terhadap yang lain ; yang dibagikan bukan hanya informasi dan gagasan-gasan, tapi juga perasaan, keinginan, nilai, keyakinan, dan cita-cita antara mereka berdua. Demikian juga sebenarnya relasi dengan Allah.
(2 Timotius 3 : 16 – 17 , segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik)

Hanya Allah (Kasih) yang dapat memikat orang lain.
Tanpa Allah (Kasih) mereka ditolak, dan diserahkan kepada yang sama seperti mereka.
(2 Timotius 3 : 12-13 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kritus Yesus akan menderita aniaya, sedang orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan)

Keterbukaan yang dimaksud adalah kesediaan untuk menempatkan hidup pada bagian-bagian hidup ini yaitu hamba Allah, suami-istri, orang tua, anak, teman, sahabat, saudara.
(Kolose 3 ; 18-4:6)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

14 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 14, 2008 | No comments

"Terimalah segala Anugerah hari ini"

Terimalah segala anugerah hari ini :
Terang, udara dan hidup
Gelak-tawa dan air mata,
Kegembiraan dan barang kali juga keajaiban! (Matius 6 : 34)

Kita mempunyai hari yang sama,
Matahari yang sama,
Dan perjuangan yang sama (Lukas 13 : 24)
Kita semua dalam perahu yang sama,
Kita semua harus berlayar bersama (1Petrus 5 : 9-10)
Namun berbeda dalam menyikapi problema yang dilalui,
Semoga senantiasa selalu mengucapkan syukur. ( Roma 14 : 6-8)

Karena tidak ada seorangpun dapat menjadi juri yang baik,
Dalam problemanya sendiri (Yeremia 10 : 33)

Katakanlah dalam diri sendiri:
Yang aku perlukan hanyalah “KASIH”, itu cukup.
Tak perlu memiliki lebih ( 2 Korintus 12 :9)
Agar terbebas dari keegoisan diri yang selalu berputar-putar
Pada diri sendiri dan menjadi pusing! (Ayub 3:25-26)

Rangkullah semua orang dengan senyumanmu,
Berilah keceriaan bagi semua orang dengan keramah tamahanmu.
Jangan pedulikan reaksi mereka, anggaplah masa tranning
menjadi pelayan Tuhan.(Kolose 3 : 23-24)

Misalnya :
Bila memberi uang pada anak jalanan atau peminta-minta atau pengamen,
Jangan berpikir membuat anak atau orang jadi malas,
Atau karena takut cat mobil di sayat (Matius 5 : 45)
Kecuali berpikir takut di rampok!

Apakah tidak memberi, kita menjadi kaya?
Apakah dengan memberi, kita menjadi miskin?(Matius 6 : 7)
Jika ada pikiran macam-macam, janganlah memberi.
Karena pemberianmu tanpa dengan kerelaan hati.(2 Korintus 9 :7)

Kalau dicuri, justru lebih tidak rela.
Uang dalam kantongmu dapat dicuri,(Matius 6 : 19-20)
Seandainya pencuri tidak merampasnya,
Kamu harus meninggalkannya pada saat kematianmu,
Sekalipun kamu berhasil mengamankannya sepanjang hidupmu.(Lukas 12 :20)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

13 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 13, 2008 | No comments

"Home Sweet Home"

Hanya air yang dapat mengubah pasir,
Air adalah kehidupan (2 Petrus 3:5)
Kasihlah air kehidupan (Yoh 7 : 37-38)

Demikianlah dengan kasih dapat mengubah suasana keluarga,
Saling mengasihi antar anggota keluarga (Yesaya 32 :17)
Maka rumah bagai surga bagi penghuninya (Lukas 2: 49)

Kasih itu bagai matahari,
Barangsiapa terkena sinarnya, tidak mati kedinginan (Matius 24 :12)
Walaupun kekurangan materi (Lukas 1 : 50)
Tanpa kasih, orang kekurangan segalanya, walaupun harta berlimpah (Lukas 1: 53)

Rumah bagaikan padang gurun,
Rumah tiada berpenghuni, pergi karena haus cinta.
Rumah menjadi sunyi sepi, tiada kehidupan (Yesaya 5 :9)

Humor serta kesabaran adalah unta tunggangan (Kejadian 24: 11)
Guna menyeberangi padang gurun yang luas (Kejadian 17 : 17)
Humor tidak buta terhadap kelemahan kita (Kejadian 18 ; 12-15)
Dan kelemahan orang lain diterima juga. (Kejadian 21 : 6, Lukas 1:34)

Orang mau menghangatkan keluarga,
Perlu menyalakan api besar di dalam dirinya yaitu “MENGASIHI”
Masuklah kedalam hati anda!
Kembangkan yang khas di dalam diri anda,
Hiasilah interior anda, tempat jantung anda berdetak.
Disanalah timbul sikap dan daya dorong,
Yang dapat menggembirakan atau menyedihkan hati anda.(Mazmur 139 :7-13)

Kalau anda memiliki waktu lima menit saja,
Tahukah anda, apa yang mesti anda perbuat?
Renungkanlah sejenak, Diam dan tenanglah! ( 1 Korintus 12 : 31)

Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku,
Maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering,
Dan kebahagiaan akan terus berlimpah
seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,
maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyak;
nama mereka tidak dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku (Yesaya 48 ; 18-19)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

12 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 12, 2008 | No comments

"Perjalanan Kehidupan"

Ukuran sepatu menentukan kenyaman si pemakai,
Bukan merk ataupun harganya (Matius 7 : 1-2)
Bila engkau mengenakan sepatu yang ukurannya lebih besar,
Atau lebih kecil dari ukuran kakimu.
Maka engkau akan memperhatikan sepatu,
karena tidak nyaman serta sakit,
bukan merk atau harganya yang menjadikanmu menderita.
Bila engkau tidak menemukan yang sesuai dengan ukuran kakimu,
Engkau akan meninggalkan dan pergi, tidak akan membeli sepatu itu.
Engkau akan berusaha mencari dan menemukannya ukuran sepatu
yang sesuai dengan kakimu,
Bila menemukannya engkau akan membeli
Berapapun harganya, karena engkau membutuhkannya.(Matius : 44-46)
Bila engkau merasakan nyaman memakainya, engkau bisa menikmati sekelilingmu dan sepatu tidak kau perhatikan lagi (Mazmur 71: 17-18)

Ukuran sepatu adalah tetap, tidak dapat berubah.
Engkau sendiri yang mencarinya, menemukan, menyesuaikan serta memakainya.
Bukan sepatu yang menyesuaikan kakimu,
Tak ada satupun merk atau pabrik yang menyediakan atau memproduksi
sepatu yang bisa menyesuaikan kaki tiap orang.( Galatia 5 : 22)

Demikianlah perjalanan hidup manusia, mereka selalu mencari dan mencari,
Menemukan dan menemukan, menyesuaikan dan menyesuaikan.(Matius 7 : 1-11)
Akan tetapi bila engkau tak berpengalaman, silahkan singgah ke “RUMAH TUHAN”(Amsal 9 : 4)

Allah akan mengajari engkau dengan ukuran yang sesuai dengan jiwamu,
Agar engkau merasa nyaman dan tentram, bila menggunakannya dan memakainya (Matius 11 :29) sehingga engkau tidak merasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri karena tidak menolak ukuran yang diberikan-Nya dan engkau jadikan keputusan dan pilihanmu sendiri (Yesaya 41 : 10)

Bila engkau melihat ukuran itu seperti terlalu besar atau kecil,
Bersabarlah sejenak dan berdiamlah seperti seorang bayi (Yesaya 66 : 12-13)
Dapatkah bayi memilih dan menentukan ukuran sepatunya?

Kebahagiaan sejati bukanlah harta, merk ataupun harga.
Kebahagiaan sejati adalah tidak terpeleset oleh mulutnya,
dan tidak digelisahkan oleh sesal atas dosa-dosa.
Kebahagiaan sejati adalah tidak ditegur oleh hatinya sendiri
Dan tidak kehilangan kepercayaannya (Sirakh 14 : 1-2)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

11 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 11, 2008 | No comments

"Segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya"

Manusia memiliki kelemahan dan kekuatan atau kuasa,
Kelemahan dalam hal mengasihi,
Kekuatan atau kuasa untuk setia dan tidak setia.
Inilah kehendak bebas manusia.(Sirakh 14: 14-15)

Segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya,(Pengkhotbah 3;11)
Apabila kita hanya mencari dan melakukan kehendak-Nya,
Bukan waktu dan kehendak kita.(Lukas 22:42)

Cinta Sejati adalah menanggung kelemahan sesama kita,
entah orang tua, suami-istri, anak-anak, teman, sahabat dan pacar.
Jangan heran apabila diantara mereka berbuat yang membuat hati kita
Resah, gelisah, mengkhawatirkan, jengkel dan kecewa.(Matius 8:17)

Kita harus belajar memaklumi (Lukas 23:34), karena ada perbedaan
Dalam cara memandang suatu masalah atau keinginan,
Karena mereka atau kita saling menganggap seperti dirinya sendiri.
“Kasihilahlah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”(Matius 22: 39)

Misalnya: Orang tua tidak setuju dengan pilihan kita,
Pacar meninggalkan karena berbagai keinginan tidak terpenuhi.
Anak-anak lebih senang bermain, saudara-saudara asyik dengan
Rencananya dan sebagainya.

Ini sering terjadi pertentangan kecil, bahkan bisa menjadi besar.
Agar kedamaian tetap terjaga, selayaknya kita tidak menuntut
Lebih dari cinta mereka untuk memahami apa yang kita harapkan
dan inginkan, bawalah dalam doa dan serahkanlah pada Allah.(Matius 5:43)
Agar mereka memahami apa yang anda harapkan (Yohanes 10: 38), yaitu keselamatan dari Allah.(Kisah para rasul 16 : 30-31)

Mencintai saja belum cukup. Kita harus membuktikan cinta. Menurut kodrat, kita senang membuat teman bergembira, suami-istri, anak-anak, orang tua, pacar,sahabat, tetapi ini tidak cukup, bahkan orang berdosa berbuat ini juga ( Lukas 6:32)

Beranikah kita mengikuti jejak Kritus, yaitu untuk tetap “MENCINTAI”?(Yohanes 14:6)
Sama seperti yang diperintahkan-Nya.(Yohanes17: 22)
Mencintai seperti Dia mencintai, dan seperti Dia akan melakukan-Nya
Sampai akhir zaman.(Matius 28 :20)

Jangan heran, apabila kita terbentur oleh palang melintang, yang membuat hidup kita menjadi suatu salib. Kita jatuh sakit, tertabrak, ditipu, dikhianati, karir menurun , dan sebagainya. Dan mungkin mendengar : “Kamu peduli dengan orang lain, tetapi orang lain tidak peduli dengan dirimu “(Matius 27:42) Ungkapan itu bisa saja dari orang tua,suami-istri, anak-anak, teman, maupun sahabat, bahkan pacar sendiri.(Matius 10: 35-38)

Masih beranikah kita tetap mengikuti jejak Kristus? (Yohanes 21 : 15- 17)
Maka engkau akan ditarik lebih dalam lagi oleh Sabda-Nya (Yohanes 16 : 13) dan ambil bagian dalam karya keselamatan bagi orang lain, khususnya orang-orang yang anda kasihi (Matius 11:29-30)

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya. (1 Tesalonika 5 : 23-24)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

10 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 10, 2008 | No comments

"Berjalan menuju Kalvari"

Apabila benih kebosanan muncul, berhati-hatilah!
Segala hal-hal buruk akan berdatangan dan menuju kematian dan layu sebelum waktunya.

Apa yang terjadi jika ada kebosanan di dalam relasi pernikahan, pendidikan anak-anak, dengan pendewasaan, hidup memasyarakat dan pekerjaan?

Kemarahan, ketidaksetiaan, ketidaktaatan, corrupt, ketamakan, sms (selingkuh makin seru), dan sebagainya semuanya bersifat menghancurkankan tatanan kehidupan, terutama diri sendiri.
Menjadi dewasa tidak ada batasnya. Menjadi dewasa adalah proses yang harus terus menerus diusahakan sampai kita meninggal.

Begitupula Kasih tidak ada batasnya. Mengasihi adalah proses yang harus terus-menerus diusahakan sampai kita meninggal dan berjumpa dengan Pengasih Sejati.

Mengasihi adalah perkara besar dalam sepanjang perjalanan hidup manusia. Tidak lenggang ditelan oleh waktu, kasih terus-menerus dibicarakan dan diperbincangkan.
Kasih terus menerus dicari oleh setiap makhluk, tetapi sedikit yang membangun kasih.

Ketika masih bayi, kita senang disentuh-sentuh yang menunjukkan relasi yang baik dengan orang lain (terutama orang tua kita). Tetapi ketika menanjak anak-anak sampai dewasa, banyak problematik-problematik yang pelik dalam hal sentuh-menyentuh. Seperti banyak kita lihat tulisan-tulisan terpampang di mall-mall, jangan disentuh!. Apakah ini yang dinamakan dewasa? Apakah ini dinamakan kasih?

Sebab Kasih mengandung norma, moral, aturan, keharmonisan dan keseimbangan serta keadilan dalam kebenaran yang menjaga harkat dan martabat setiap makhluk yang membawa manusia sebagai makhluk mulia menuju kedewasaan dalam iman kembali pada kodrat ilahi yang berasal dari kemuliaan dan itulah hidup.

Jika kasih membuat orang manusiawi,
Terbukalah surga baginya.


Selama Kasih bangkit dalam hidup, maka terang mengenyahkan kepekatan hati, kebosanan dan menghangatkan segala kepedihan dan keperihan.

Kuncup bunga memerlukan sinar surya
Untuk menjadi sekuntum bunga.
Seorang manusia membutuhkan Kasih
Untuk menjadi manusia.

===================

Kejadian 4 : 6 firman TUHAN kepada Kain; “ Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
Kejadian 4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."


Lukas 23 : 31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?”


Matius 24 : 12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Matius 24 : 13 tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.


Roma 13 :10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.


Ibrani 10 : 36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang di janjikan itu.


Yakobus 1: 4 Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
Yakobus 1 :5 Tetapi apabila diantara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah, - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit - , maka hal itu akan diberikan kepadanya.


Roma 16 : 20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!


Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

09 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 09, 2008 | No comments

"Penyerahan"

Kepasrahan menjadi kebahagiaan sejak di dunia ini dan merupakan jalan yang membawa kepada kedamaian dan juga jalan aman ke surga; menyembuhkan segala kesakitan dan menolong orang mengatasi percobaan, dan tampaklah jalan sebagai jalan bahagia; “ Hendaklah kita menyantap Kehendak Ilahi karena dengan demikian perlahan-lahan kita akan mengecap di dunia ini juga, kebahagiaan surgawi sebelum waktunya.”

Bukan menyalahkan keadaan dan situasi, melainkan keadaan dan situasi dapat menghantarkan kita pada pengembangan pengetahuan yang belum pernah kita pikirkan sebelumnya dan kesempatan yang disediakan untuk ambil bagian bersama Allah dalam karya keselamatan jiwa.

Misal : Jika kita memiliki saudara, anak, orang tua, teman, suami-istri yang mengalami kesulitan atau masalah. Janganlah kita menyalahkan ini dan itu dan memberi komentar berbagai macam-macam yang membuat kecut hati. Ini memperparah keadaan, kedamaian tidak ada, Allah tidak hadir.
Apalagi karakter perempuan lebih berbicara dan laki-laki lebih berdiam diri dalam menghadapi masalah, laki-laki perhatian pada satu masalah, sedangkan perempuan perhatian pada keseluruhan, termasuk yang kecil-kecil/detail dan masih banyak lagi perbedaan spikologis pada umumnya, walaupun ada sebaliknya.
Jika kita mengetahui kekurangan-kekurangan pada mereka, selayaknya mohonkanlah pada Allah, apa yang menurut kita perlu bagi mereka. Ini adalah jalan teraman dan abadi dalam menyikapi situasi dan kondisi serta menetapkan keputusan, bukan membangkit-bangkitkan suatu permasalahan.
Karena kita belum tentu benar apa yang kita pikirkan itu diperlukan oleh mereka yang mengalami kesulitan.

“Berdoa adalah pintu kesucian dan kemurnian.”
“Ketekunan menghantarkan pada kekudusan.”
“Peneguhan merupakan hadiah penghiburan”
“Pernyataan adalah pengenapan janji”


Bagaimana mungkin kita dapat mengubah hati orang lain, jika kita tidak memohon kepada yang dapat mengubah hati?
Sedangkan diri kita sendiri tidak memohon untuk diubah hati kita?

Tak seorangpun dapat merasakan kebahagiaan surgawi di dunia ini, jika tidak mengubah hati.

==============

Kisah para rasul 16 : 30 -31 Ia mengantar mereka keluar, sambil berkata: Tuan-tuan, apa yang harus aku perbuat, supaya aku selamat? Jawab mereka : “Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Matius 13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
Matius 13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
Matius13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
Matius13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
Matius 13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Matius 13: 15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Lukas 8 : 15 Yang jatuh ditanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah ketekunan.

Matius 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

1 Korintus 14 :33 “Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.”

Yohanes 10 : 9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Yakobus 5 : 16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.

Roma 15 : 5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai kehendak Yesus Kristus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God blessing U

08 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 08, 2008 | No comments

"Kepasrahan"

Sebaris kalimat syair lagunya dari Raja (kalau tidak salah):
Kau ba-wa di-ri-ku ke dalam hi-dup-Mu.........
Atau
A-ku ada, karena Ka-u ada de-ngan cin-ta.......

Demikianlah setidak-tidaknya sebuah ungkapan hati yang menyatakan kepercayaan yang penuh pada kekasihnya.

Segala apapun membutuhkan proses,
Sepintas apapun, juga masih membutuhkan proses.
Entah menggunakan tipu-daya ataupun sulap.
Semakin tergesa-gesa, semakin terperosoklah dalam petaka.
Demikianlah orang yang tak tahan uji dalam berpengharapan.

Maka kepasrahan dalam doa adalah obat mujarab,
Untuk menghadapi segala peristiwa
dan hilangnya kekhawatiran akan masa depan,
Walaupun segala upaya sudah dilakukan.

Sehingga pemusatan batin dan kedamaian tetap berada
Dan terpelihara dalam diri serta terbebas dari amarah, dengki,
Iri hati, fitnah, cemburu, segala hawa nafsu, segala virus kedamaian
yang menyebabkan jatuh dalam berbagai dosa.

Misal : Ketika berbuat salah bukan hanya tujuh kali
malahan sepuluh kali, bahkan seratus kali juga.
Hendaklah jangan kehilangan kedamaian dan kepercayaan kepada Allah
Karena hal itu, tetapi merendahkan diri secara lembut
dengan dukacita penuh cinta dan cinta penuh dukacita.

Sepatah atau dua kata cukup; Allah sendiri akan mengajarinya.
Beginilah jalan pendek untuk melenyapkan kegelisahan atau
Kekhawatiran karena ketaksempurnaan diri.

Maka batin akan ditarik Allah kepada keterpusatan batin,
Kepada kesendirian ilahi dan kesunyian suci penuh iman dan
Cinta yang mengandung segala kebaikan menjadi bersatu padu
Dengan Allah dan melekatkan diri seintim dan
setepat mungkin pada kehendak Allah.

Dengan demikian menenggelamkan diri seluruhnya di dalam Allah,
Dengan suka cita penuh cinta dan tenang,
serta membiarkan ketidak sempurnaan itu terbakar sampai habis
di dalam perapian cinta kasih yang tak terbatas itu.
Maka bukan hanya sikap tak sempurna yang hilang,
Melainkan akan lahir kembali di dalam Sabda Allah Yesus Kristus
Untuk kehidupan baru dan ilahi, yaitu jiwa akan dijadikan ilahi.

===============

Sirakh 1 :30 Jangan meninggikan dirimu, agar jangan jatuh, dan jangan mendatangkan malu bagi dirimu sendiri. Sebab Tuhan akan membuka segala rahasiamu, dan menurunkan dikau di tengah-tengah himpunan rakyat, karena engkau tidak mengusahakan ketakutan akan Tuhan dan hatimu penuh tipu daya.

Filipi 4 : 6-8 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, akan melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi, akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semuayang manis, semua yang sedap di dengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Roma 8 : 25- 27 Tetapi jika kita mengharapkan yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa ; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah berdoa untuk orang-orang kudus.

Roma 8: 14-16 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah adalah anakAllah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru;”ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Yohanes 3: 5 Jawab Yesus; “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Yohanes 14 :23 Jawab Yesus ;”Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

07 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 07, 2008 | 1 comment

"Berkelimpahan"

Bukan harta yang membuat anda berkelimpahan,
Melainkan kegembiraan hati.

Pandanglah burung diudara;
Ia berkicau amat riang, kesana-kemari.
Mengapa? Sebab ia tak wajib membayar uang sewa.
Tataplah langit dan bernyanyilah,
Karena mentari menerangi anda dengan cuma-cuma!

Lihatlah, ketika orang kaya mati,
dan orang miskin mati pada hari yang sama.
Apakah ada perbedaannya?
Apakah merupakan hari keberuntungan bagi orang miskin itu,
Karena bersamaan dengan orang kaya itu?
Apakah merupakan hari kesialan bagi orang orang kaya itu,
Karena bersamaan dengan orang miskin itu?

Apakah merupakan hari yang penuh berkat bagi orang miskin itu?
Apakah merupakan hari yang penuh kutuk bagi orang kaya itu?
Apakah itu : suatu hari yang sia-sia?
Ya, setidak-tidaknya merupakan hari tanpa hati yang bersenyum!

Mengapa membisu mengenai kematian?
Kita dapat belajar dari kematian
Untuk menghayati
Hidup dengan tenang yang penuh kelimpahan.


Jangan lupa: luangkan waktu untuk berbahagia!
Setiap hari dihadiahkan kepada kita
Untuk merasa bahagia sepenuhnya dengan cuma-cuma.
Karena waktu adalah kesempatan,
Untuk duduk menikmati lingkungan.

Tuhan telah menganugerahi setiap orang sesuatu
Untuk membahagiakan sesamanya.
Hanya orang bahagialah yang
Dapat membahagiakan orang lain.
Bukan dengan berbagai dalih atau sebagaimana dikhayalkan!
Melainkan mengasihi sebagaimana adanya

==============

Matius 13:11-12 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Lukas 16 : 22-23 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawalah oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya abraham, dan Lazarus (orang miskin itu) duduk dipangkuannya.

1 Tesalonika 3: 11-12 Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu.
Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.

2 Petrus 1 : 2-8 Kasih Karunia dan damai sejahtera oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh oleh pengenalan kita akan Dia,yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan sangat besar, supaya olehnya kamu BOLEH mengambil bagian dalam KODRAT ILAHI, dan LUPUT dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri,kepada penguasan diri ketekunan, kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara,dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalan akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U
  • Text Widget