05 June 2008

Posted by ShureX Posted on June 05, 2008 | No comments

Opa tua

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara.

Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan iaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu Sejas kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yg mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit2an.

Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita idalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengana kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.

Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa.

Refleksi :
Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.

Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?
Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.

Jika kamu menerima e-mail ini berarti masih ada orang yang peduli kepadamu untuk mengingatkan jasa kedua orang tuamu.


When is the last time you chat to your parent? THEY NEED YOU!


di kirim oleh : Gundolo Sosro

04 June 2008

Posted by ShureX Posted on June 04, 2008 | 10 comments

Kumpulan Mutiara Kata

“Manusia bisa bahagia bisa tidak adalah tergantung pilihannya sendiri” (Abraham Lincoln).

“Akulah sumber pendorong diriku sendiri. Akulah kapten hidupku. Aku bisa memilih sikap yang bertanggung jawab atas kebahagiaan atau ketidakbahagiaanku sendiri. Akulah yang duduk di kursi pengemudi menuju takdirku, bukannya penumpang.”

“Yang penting bukanlah apa yang terjadi padamu dalam hidup ini, melainkan bagaimana responmu terhadap kejadian itu.” (W. Mitahell)

“Lakukanlah atau tidak. Tak ada sifatnya yang coba-coba.” (Yoda)

“Kebimbangan kita adalah pengkhianat kita, yang sering kali membuat kita kehilangan peluang menang karena takut mencobanya.” (William Shakespeare)

“Pertanyaan paling mendesak dalam hidup ini: Apakah yang kamu perbuat bagi orang lain.” (Martin Luther King)

“Sebuah kata yang baik bisa menghangatkan tiga bulan musim dingin.” (Pepatah Jepang)

“Niat-niat baik yang tidak diungkapkan tidak ada artinya.” (Ken Blanchar)

“Sumur diri kita dari mana tawa ria kita keluar, sering kali penuh dengan air mata kita. Semakin dalam dukacita kita semakin besar sukacita yang ditampungnya.” (Kahlil Gibran).

“Kita adalah kita yang terbaik bila menjadi diri kita sendiri.” (Kimberly Kirberger)

“Ketika satu pintu tertutup, ada pintu lain yang tebuka. Namun kita sering hanya menyesal yang tertutup sehingga tidak menyadari yang terbuka buat kita.” (Alexander Graham Bell)

“Kecantikan sejati ada dalam sanubari, namun kecerdasan sejati adalah bagaimana menyadarinya.” (Jenna Butrenchuk)

“Ketika semua orang meninggalkanmu, tinggalkan saja mereka dan berjalanlah sendiri.” (Dan “Rudy”Mulhausen)

“Satu-satunya jalan untuk bangkit dari kesedihan adalah menerimanya sebagi suatu kenyataan dan bersedia memulai sesuatu untuk menyembuhkan dan mengubahnya.” (Colin Mortensen)

“Seandainya kita bisa bersikap jujur mengakui kesalahan kita dan bukannya membela diri, kita akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk dimaafkan.” (KK)

“Waktu dan jarak tidak berarti. Kedekatan adalah urusan hati.” (Flavia)

“Persahabatan adalan pertalian yang hadir unuk membantumu mengatasi saat sulit dalam kehidupanmu. Para sahabat adalah sosok yang membuatmu bersedia melakukan apa saja untuk mereka dan yang bersedia melakukan apa saja bagi dirimu. Seorang sahabat adalah seseorang yang kau tak tahan untuk tidak mengenal pribadinya. Persahabatan terjalin terserah dengan cara apapun yang kau jalani.” (Britany Kusserow)

“Seandainya kau dicampakkan oleh sahabatmu, ketahuilah bahwa teman sejati kelak akan mengisi tempat yang kosong dalam dirimu.” (KK)

“Cinta bukan cinta sampai kita menyerahkannya.”

“Persahabatan sejati mirip dengan kesehatan tubuh kita nilainya jarang disadari sebelum kita akhirnya kehilangan.”

“Jangan berjalan di depanku, aku tidak akan mengikutimu. Jangan berjalan dibelakangku, aku takkan menunjukkan jalanmu. Berjalanlah disisiku dan jadilah sahabatku.” (Albert Camus)

“Jenius itu adalah 1% inspirasi dan 99% cucuran keringat.” (Thomas Alfa Edison)

“Ubahlah batu-batu sandungan anda menjadi batu loncatan.”

“Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan adalah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia hari ini.” (Samuel Taylor Coleridge)

“Selalu tanamkan dalam pikiran bahwa ketetapan hati anda untuk berhasil lebih penting daripada hal apapun.” (Abraham Lincoln)

“ Kegagalan hanyalah kesempatan untuk memulai lagi dengan yang lebih pandai.” (Henry Ford)

“Kebesaran seseorang terletak dalam kekuatan berpikirnya.” (Blaise Pascal)

“Penghargaan tertinggi bagi kerja keras seseorang bukanlah apa yang ia peroleh dari usahanya tetapi apa jadinya ia oleh usahanya.” (John Ruskin)

“Orang tidak perduli berapa banyak yang anda tahu sampai mereka tahu seberapa banyak anda perduli.” (John Maxwell)

“99% kegagalan berasal dari orang yang mempunyai kebiasaan membuat alasan.” (George)

“Cara-cara menjadi bijaksana adalah tahu apa yang harus dimaafkan.” (William James)

“Untuk menikmati kebebasan, kita harus mengendalikan diri sendiri.” (Virginia Woolf)

“Hanya Tuhan yang boleh mengambil hidup seseorang karena ia yang memberikan.” (Mohandas K Gandhi)

“Kejujuran adalah kebijakan yang paling baik.”

“Jangan sia-siakan waktu anda untuk ragu-ragu dan takut. Laksanakanlah pekerjaan yang ada di depan mata, sebab tugas saat ini yang dilaksanakan dengan sebik-baiknya akan menjadi persiapan terbaik untuk masa-masa yang akan datang.”

“Gapailah langit karena jika melesatpun, kau akan tetap berada di antara bintang-bintang.”

“Orang-orang yang berhasil di dunia ini adalah orang yang bangkit dan mencari keadaan yang mereka inginkan dan jika tidak menemukannya, mereka akan membuatnya sendiri.” (George Bernard Shaw)

“Jika impianmu cukup besar, halangnya tidak akan berarti.”

“Perbedan antara yang mustahil dan yang tidak mustahil terletak pada tekad seseorang.” (Tommy Lasorda)

“Bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tetapi juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras dan keberanian untuk percaya akan dirimu sendiri.”

“Dengan tetap mematuhi hal-hal yang tidak ditakdirkan untuk kulakukan, aku kini mengerti bahwa kekuatanku adalah hasil kelemahanku, kesukseanku adalah akibat kegagalanku dan gayaku langsung berkaitan denagn kertebatasanku.” (Billy Joel)

“Jika A = sukses dalam hidup, maka A= X+Y+Z. X =kerja Y =bermain Z = tutup mulut.”

“Seorang ahli kimia yang dapat mengeluarkan dari unsure hatinya, walas asih, rasa hormat kerinduan, kesabarn, penyesalan, keterkejutan, dan rasa maaf, lalu memadukannya menjadi suatu senyawa, akan mampu menciptakan atom yang disebut cinta.” (Kahlil Gibran)

“Jangan mengharapkan menjadi apa-apa selain menjadi dirimu sendiri dan cobalah menjadi dirimu sendiri yang sempurna.” (Santo Francis De Salas)

“Lawanya cinta bukanlah benci melainkan tidak perduli.” (Elie Wiesel)


Sumber : Mus@fiR

03 June 2008

Posted by ShureX Posted on June 03, 2008 | 1 comment

10 Kebiasaan Buruk yang Merusak Otak

Sayangi otak Anda, Dan Ada baiknya kalau Anda kembali menelaah kebiasaan-kebiasaan kecil yang Anda anggap remeh namun berdampak negatif pada otak Anda.

1. Tidak Mau Sarapan

Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi Hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak. Sarapan yang terbaik di pagi Hari bukanlah makanan berat seperti nasi goreng spesial, tetapi cukup air putih Dan segelas jus buah segar. Ringkas Dan berguna untuk tubuh!

2. Kebanyakan Makan.

Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun orang pada menurunnya kekuatan mental. Jadi makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum Anda kekenyangan.


3. Merokok

Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan Ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut Dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, Kita rawan Alzheimer (Alzheimer adalah penyakit pikun).

4. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula

Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein Dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi Dan perkembangan otak terganggu. Karena itu, kurangi konsumsi makanan manis favorit Anda.

5. Polusi Udara

Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.

6. Kurang Tidur

Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat Anda menjadi pemalas yang lamban. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari agar sehat Dan bugar.

7. Menutup Kepala Ketika Sedang Tidur

Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.

8. Berpikir Terlalu Keras Ketika Sedang Sakit

Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak. Sudah tahu sedang tidak sehat, sebaiknya istirahat total Dan jangan forsir otak Anda.

9. Kurangnya Stimulasi Otak

Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir akan membuat otak menyusut Dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Rajin membaca, mendengar musik Dan bermain (catur, scrabble, DLL) membuat otak Anda terbiasa berpikir aktif Dan kreatif.

10. Jarang Bicara

Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga menjadi pendiam. Obrolan yang bermutu sangat baik untuk kesehatan Anda.

(Haris menginformasikan kepada kita)


Sumber : Mus@fiR

02 June 2008

Posted by ShureX Posted on June 02, 2008 | 5 comments

SIAPA SAYA ?


BUMI ternyata memang sebuah Planet yang SANGAT BESAR dibanding Planet VENUS, MARS, MERCURY dan PLUTO

…….

Bagaimana jika BUMI dibandingkan dengan Planet lainnya dalam Tata Surya Galaxsi Bima Sakti kita ?





BUMI ternyata hanya sebesar Biji Jambu Klutuk

…….

Bagaimana BUMI jika dihadapkan dengan MATAHARI ?



Ternyata BUMI hanya sebuah Titik Noktah

…….

Bagaimana dengan MATAHARI sendiri jika dihadapkan dengan Tata Surya lainnya ?



Ternyata MATAHARI juga hanya Setitik Noktah dibanding ARCTURUS

…….

ARCTURUS sendiri sekarang ada dimana ?

jika dihadapkan dengan benda benda Angkasa lainnya ?

Seperti RIGEL, ALDEBARAN, ETELGUESE, ANTARES dan BERJUTA

benda langit lainnya……? ? ?

Disini MATAHARI hanya sebesar DEBU

ANTARES sendiri adalah Bintang ke 15 yang paling terang di Angkasa. Jaraknya dari BUMI lebih dari 1000 Tahun Cahaya

( Ini baru benda benda angkasa yang mampu teramati oleh para Ilmuwan/Astronom, belum lagi yang jaraknya Puluhan Ribu, Ratusan Ribu, Jutaan, Milyaran Tahun Cahaya dari Planet Bumi tempat kita Berpijak...)



ohhh…. TUHAN

Dimana saya ?

Siapa saya ?

Haruskah saya membusung Dada ?

..

.


Sungguh,... saya hanyalah setitik debu di bawah telapak kakiMu.




Sumber : http://empimuslion.wordpress.com/



Posted by ShureX Posted on June 02, 2008 | No comments

Bunga dan Duri

"Bunga, Aku sayang engkau karena keindahan yang kauberi. Karena aku bisa belajar untuk bersabar dan bertahan dari nafsu diri. Aku benci diriku, jika ku terlena dan lupa diri hingga tamak menguasai karena keindahanmu itu. Maka aku suka apa adanya diriku. Terima kasih Bunga." kata Duri kepada Bunga.

"Duri, Aku sayang engkau karena keperihan yang kau beri. Karena aku bisa belajar untuk bersabar dan bertahan dari nafsu diri. Aku benci diriku, jika ku larut dalam kesedihan dan kesakitan hingga dendam menguasai karena keperihanmu itu. Maka aku suka apa adanya diriku. Terima kasih Duri." kata Bunga kepada Duri.

Lalu Matahari yang menyimak mereka berdua dari tadi pun berkata: "Berterima kasihlah kepada Allah karena telah menurunkanmu berdua. Karena kalian berdua adalah bentuk Kasih SayangNya kepada ciptaanNya. Pujilah Ia sebagai rasa syukurmu."


di kirim oleh : Gundolo Sosro
Posted by ShureX Posted on June 02, 2008 | No comments

Nyalakanlah Api Cinta

Malam itu semua peserta pelatihan saya kumpulkan dan duduk melingkar dalam satu ruangan. Tanpa setitik pun penerangan dalam ruangan tersebut sehingga masing-masing peserta nyaris tak dapat melihat wajah peserta di sebelahnya.

Dalam keadaan gelap seperti itu, tak banyak yang bisa dilakukan seseorang.
Berjalan pun harus meraba-raba dengan langkah yang tersendat dan penuh hati-hati agar tak menabrak sesuatu atau terjerembab yang menyebabkan luka.

"Apa yang bisa Anda lakukan dengan keadaan seperti ini?," saya membuka suara di keheningan malam yang terasa semakin pekat.

Beberapa peserta mencoba menjawab seadanya, meski sebagian mereka tak benar-benar tahu dari mana arah suara saya. Saya tak sedang mengajak peserta merasakan bagaimana rasanya tak memiliki penglihatan, juga tak sedang meminta mereka berempati kepada para tuna netra meski hal itu sangat penting untuk dilakukan.

Kemudian salah seorang peserta memecah kebekuan, "Apalah yang bisa saya lakukan tanpa cahaya, semuanya begitu sulit dan mencekam. Dalam keadaan seperti ini saya pasti membutuhkan bantuan orang lain."

"Anda tak membutuhkan orang lain, yang Anda butuhkan adalah diri Anda sendiri," tegas saya.

Meski tak dapat melihat dengan jelas raut wajah mereka, namun saya yakin sebagian besar mereka bertanya-tanya maksud pernyataan saya tadi. Ketika seseorang mengaku membutuhkan orang lain dalam kondisi yang pekat, justru saya katakan dia hanya membutuhkan dirinya sendiri.

Sedetik kemudian saya menyalakan sebatang lilin di tangan saya. Setitik cahaya berpendar di wajah saya, teramat kecil titik itu sehingga hanya mampu menerangi seperduapuluh dari ruangan tersebut. Sebelumnya saya juga membekali para peserta masing-masing sebatang lilin, namun saya tak menyertakan pemantik api kepada mereka.

"Yang harus Anda lakukan adalah menolong diri Anda sendiri. Api lilin ini melambangkan cinta dan saya akan membagi api cinta ini kepada Anda"

Saya dekatkan api lilin untuk menyalakan lilin di sebelah saya sambil mengatakan bahwa saya ingin memulai sebuah hubungan yang indah bersamanya dengan membagi cinta saya kepada Anda dan saya harap Anda mau menyalakan api cinta Anda. Saya pun meminta ia menggunakan lilin saya untuk menyalakan lilin rekan di sebelahnya dan seterusnya. Ketika terdapat dua lilin yang menyala di ruangan itu, tentu ruangan itu bertambah terang, terlebih ketika satu persatu dari semua lilin yang dimiliki peserta menyala. Adakah lagi kegelapan di ruang itu?

"Saat saya membagikan api lilin kepada masing-masing Anda, apakah api di lilin saya semakin kecil? Dengan memberikan cinta saya kepada semua orang yang ada di ruangan ini apakah kadar cinta saya semakin berkurang? Saat masing-masing Anda mendapatkan api cinta dari saya, apakah Anda mendapatkan api cinta yang lebih sedikit? Tentu saja tidak, Anda saksikan bahwa nyala api lilin kita sama besarnya."

"Setelah semua lilin dinyalakan, Anda bisa melihat bahwa cahaya di ruangan ini jauh lebih terang dibanding ketika hanya lilin saya yang menyala"

Lalu saya pun mengajukan pertanyaan, "Apakah masing-masing kita mempunyai cukup api cinta untuk dibagikan kepada orang-orang di sekitar kita? Adakah yang khawatir api cinta Anda seketika mati saat Anda membaginya kepada orang lain?

Saya menutup sessi pelatihan itu dengan wajah tersenyum saat melihat wajah-wajah penuh cinta berpendar cahaya lilin. Indah nian jika semua cinta dapat dibagi, karena di luar sana teramat banyak sahabat yang membutuhkan cinta kita. Wallaahu 'a'lam

"...dan kau lilin-lilin kecil, sanggupkah kau memberi seberkas cahaya..."

di kirim oleh : Gundolo Sosro

Posted by ShureX Posted on June 02, 2008 | 1 comment

Semangkuk Mie

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata: "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" "Ya, tetapi, aku tidak membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu.

"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. "Ada apa nona?" tanya si pemilik kedai. "Tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! Tetapi... ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang lalu berkata: "Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya."

Ana terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya.

Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana, kau sudah pulang. Cepat masuklah, Ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang"

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya. Ia pun menangis di pelukan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)


di kirim oleh : Alexander Kumoro

  • Text Widget