31 March 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/31/2008 01:18:00 AM | No comments

March 30 Divine Mercy Sunday Reflection: Jesus, I Trust In You

Readings:

Acts 2:42-47

Psalm 118:2-4,13-15,22-24

1 Peter 1:3-9

John 20:19-31


“Blessed are those who have not seen and have believed.” –John 20:29


Few people would not recognize the image of Jesus with the red and white rays and with the caption, “Jesus, I trust in you!” It’s the image of the Divine Mercy which is celebrated every second Sunday of Easter. I’ve had this devotion for years now because of an illness that should have killed me.


This is one very important truth I learned: When you fully trust God, you surrender totally to Him! This means you trust Jesus that He knows what is best for you- that He will answer your prayers in His right time and right way. Maybe not in your time. Maybe not in your way. But you hold on and believe!


Ironically, today’s reading is also about Thomas who is unfortunately known as the “doubting apostle.” He went down in history saying, “I will only believe when I see.” His words prompted Jesus to say, “Blessed are those who have not seen and believed.” Jesus may also be telling us to trust in what He sees for us, and not only what we see for ourselves.


When you say, “Jesus, I trust in you!” you indeed prepare yourself for a real faith experience.

-Alvin Barcelona


Reflection:

When you trust in Jesus, do you really trust in His ways or your ways?


Prayer:

Jesus, King of Mercy...my Lord and my God...I trust in You!

email by ChristianYouth

29 March 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/29/2008 06:07:00 PM | No comments

Kata Bijak

Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah.
HIdup adalah sebuah lagu, maka nyanyikanlah.
Hidup adalah sebuah mimpi, maka sadarilah.
Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah.
Hidup adalah cinta, maka nikmatilah.


sumber tidak di ketahui
Posted by Ivan Shurex Posted on 3/29/2008 05:58:00 PM | No comments

DELAPAN KADO INDAH

Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak
ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.


KEHADIRAN

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang
tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir
dihadapannya lewat surat , telepon, foto atau faks.
Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat
berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara
lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda
sebagai pembawa kebahagiaan.

MENDENGAR

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab,
kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang
mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala
ucapannya, secara tak langsung kita juga telah
menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa
mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan
betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang
disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela,
mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia
menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan
tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa
diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun
akan terdengar manis baginya.

DIAM

Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan.
Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau
membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam
juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang
karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari
kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur,
mengkritik bahkan mengomel.

KEBEBASAN

Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak
penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang
bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang
jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan
adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan
bukanlah "Kau bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari
itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan
penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia
putuskan atau lakukan.

KEINDAHAN

Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi
tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil
indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang
indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun
bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan
bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan
yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF

Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif
terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita
sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya
dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba
hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan
tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu
terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal
yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula,
pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima
kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah
kado indah yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH

Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.
Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila
Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan
kado "kesediaan mengalah". Kesediaan untuk mengalah
juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita
menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di
dunia ini.

SENYUMAN

Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.
Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa
menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat
dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan
obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan
isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliiling
kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman
manis pada orang yang dikasihi?

di sadur dari berbagai sumber

27 March 2008

Posted by abbeltri Posted on 3/27/2008 07:58:00 PM | No comments

"Pohon Kehidupan"

Seperti pohon memerlukan cahaya matahari, yang memiliki banyak sinarnya yaitu sinar gamma, sinar beta, ultraviolet dan sebagainya, namun dalam satu cahaya. Bila salah satu sinar dihilangkan atau dipisahkan, maka pohon itu tidak dapat bertumbuh dengan sebagaimana semestinya. Maka diperlukan secara utuh dan keseluruhan oleh daun-daun dalam satu cahaya agar ia dapat berfotosintesis.
(Yohanes 8:12 maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kataNya ; “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan,. Melainkan ia akan mempunyai terang hidup)

Adapun banyak ranting dipohon, namun ada satu kekuatan yang berdasarkan jalinan akar-akarnya yang kokoh; bila ranting itu dipotong dari pohonnya, maka ranting tidak dapat bertunas dan apa yang dipotong menjadi layu, kering dan mati.
(Yohanes 15: 5 Barangsiapa tidak tinggal didalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar)

Sebagaimana satu mata air mengalirkan banyak keaneka ragaman yang meluap aliran sungai, namun kesatuan tetap dipertahankan dalam sumber dan memberikan buah kesuburan tanah.
(Yohanes 7: 37-38 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru;”Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci; Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup)

Demikianlah kehidupan berkeluarga, walaupun ada beberapa anggota atau ranting atau akar yaitu ayah, ibu dan anak, mungkin ada pembantu, namun merupakan satu kesatuan. Bila kehidupan keluarga semula tidak mengarahkan pada sumbernya yaitu kesatuan dalam iman, kebenaran dalam berpengharapan dan kasih akan satu dengan yang lain, maka matilah keluarga itu. Karena tidak bertunas kedamaian dan tidak berbuah kebajikan serta keringnya suka-cita.
(Lukas 11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata :”Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.)

Seperti pohon yang ranting-rantingnya selalu mengikuti cahaya matahari mulai terbit hingga terbenamnya dan akar-akarnya tertanam dalam tanah yang subur serta tinggal di dekat aliran sungai. Ia tetap bertahan dan selalu bertunas serta berbuah, walaupun angin topan bertubi-tubi menerpanya, ia takkan goyah.
(Matius 7: 24-25 Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumah di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu)

Lihatlah, bila benih kau lempar, tidak kau hiraukan. Ia pun tetap tumbuh karena ada yang memeliharanya, yaitu cahaya matahari dan air. Benih menyerahkan dirinya kepada kegelapan tanah. Ia merasakan kehangatnya sinar matahari. Ia meminum air hujan yang tercurah.
Namun benih apakah yang akan kau tabur dalam keluarga?
Doa adalah benih kepercayaan, yang bertunaskan iman, dan menumbuh kembangkan kepekaan pemahaman akan kehendak Allah yang terpelihara oleh Firman-Nya.
(Lukas 18:7-8 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman dibumi?)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

26 March 2008

Posted by abbeltri Posted on 3/26/2008 01:55:00 PM | No comments

"Mencintai"

Betapa pun banyaknya kemajuan batin kita tercapai, tidak ada satupun yang kita dapatkan kecuali berkat bantuan Ilahi. Bantuan Ilahi tersedia bagi mereka yang berusaha mencari-Nya dari hati mereka. Doa adalah ibu dan sumber dari kemajuan tersebut (St.Bonaventura)
(1 Petrus 2 : 1-3 Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian,dan fitnah. Dan jadilah seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.)

Bila kita berharap cinta yang sempurna, maka semua aktifitas intelektual harus ditinggalkan dan kemampuan afeksi kita harus sepenuhnya diarahkan dan dialihkan menuju Allah.
(Lukas 12:12 Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan
Lukas 17 : 10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata : Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa kami harus lakukan.)

Refleksi atas kemampuan manusia untuk menginginkan dan untuk mencintai akan mengungkapkan bagaimana manusia, ditarik keluar dari diri dan masuk ke dalam misteri pribadi yang lain. (be carefull!, karena ada celah)
(Efesus 6:10 -12 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasaNya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melainkan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.)

Misalnya :
* Seseorang yang belum menikah, menginginkan menikah, ia ditarik keluar dari dirinya yang belum menikah untuk menuju pada misteri kehidupan menikah, dimana ia ditarik untuk mengenal misteri pribadi yang lain.
(1 Korintus 7: 32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya)

* Seseorang yang mengagumi seorang artis, ia berusaha meniru segala aktivitas yang ada dalam diri artis tersebut, sehingga kehilangan pribadinya dan semakin tidak mengenal dirinya sendiri (waham, bisa menganggap dirinya seorang artis, nabi dan sebagainya)

(Filipi 4 : 8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap di dengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang kamu telah pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.)

* Seorang bayi mengagumi setiap benda di depannya, ia berusaha untuk menggapai dan memilikinya. Bila kau ambil, maka menangislah ia (keterikatan pada benda)
( Yakobus 1:14-15 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannyan sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.)

Menggunakan kemampuan untuk bernalar berarti kita sedang memperlihatkan keinginan untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan dari situasi saat ini. Secara kodrati kita memiliki kecenderungan terhadap yang tak terbatas --- dan dari situlah hidup Allah direflesikan.(St. Bonaventura)
(Filipi 4 : 13 Segala sesuatu dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

25 March 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/25/2008 02:55:00 PM | No comments

Hidup satu jam tanpa dosa...

Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya,

"Ayah, bisakah seseorang melewati seumur hidupnya tanpa berbuat dosa?"

Ayahnya menjawab sambil tersenyum : tak mungkin, nak.

"Bisakah seseorang hidup setahun tanpa berbuat dosa?" tanyanya lagi.

Ayahnya berkata: tak mungkin, nak.

"Bisakah seseorang hidup sebulan tanpa berbuat dosa?"

Lagi-lagi ayahnya berkata : tak mungkin, nak.

"Bisakah seseorang hidup sehari saja tanpa berbuat dosa?" gadis kecil itu bertanya lagi.

Ayahnya mengernyitkan dahi dan berpikir keras untuk menjawab: mmmm..... mungkin bisa, nak.

"Lalu.... bisakah seseorang hidup satu jam tanpa dosa? tanpa berbuat jahat untuk beberapa saat, hanya waktu demi waktu saja, yah? Bisakah?"

Ayahnya tertawa dan berkata : Nah, kalau itu pasti bisa, nak.

Gadis kecil itu tersenyum lega dan berkata : Kalau begitu ayah, aku mau memperhatikan hidupku jam demi jam, waktu demi waktu, momen demi momen, supaya aku bisa belajar tidak berbuat dosa. Kurasa hidup jam demi jam lebih mudah dijalani, ya?

Well, sahabatku...hidup akan sangat mudah dijalani dengan memperhatikan dan menjaganya setiap waktu dari jam ke jam...tak ada gading yg tak retak...tapi...jika
dijaga, dipelihara dgn baik, dan dirawat setiap saat..gading retak pun akan jadi pajangan yg indah...

di sadur dari : http://katolikindonesia.multiply.com/

24 March 2008

Posted by abbeltri Posted on 3/24/2008 01:17:00 PM | No comments

"Kasih Yang Sempurna"

Allah menciptakan segala sesuatu baik adanya dan tidak sedang bermain “dadu”. Bila menciptakan seperti bermain dadu, Mengapa Ia tidak menciptakan manusia atau binatang melata atau tumbuh-tumbuhan lebih dahulu, kemudian menjadikan terang dan gelap dengan apakah ciptaan-Nya itu berpijak?
(1 Korintus 15 : 46-49 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi)

Segala sesuatu ada prosesnya dan tak ada sesuatupun yang tidak melalui proses, entah hal buruk atau baik menimpa kehidupan kita. Namun semua terjadi karena apa yang kita utamakan dalam kehidupan, itulah awal proses yang menimpa diri kita.
Demikianpula dengan menjalin kasih pribadi satu dengan yang lain. Bila terjadi sesuatu hal, renungkanlah di dalam hati, apa yang membuat diri kita mengambil keputusan itu, entah dengan kesadaran, keterpaksaan ataupun kelalaian, kepasrahan, bahkan hawa nafsu?
(Mazmur 4:5 Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa, selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu)

Namun manusia selalu berusaha dan Allah yang menentukannya. Bila Allah yang menentukannya, maka apa yang ditentukan Allah selalu baik adanya.
(Yohanes 15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah.)

Tetapi siapakah yang menolak hal-hal yang baik dari Allah? Bukankah manusia sendiri? yang menentukan dan menilai, bahwa hal itu buruk atau baik, bukankah manusia sendiri?
(Kejadian 3: 22 Berfirmanlah TUHAN Allah : “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya)

Segala peristiwa tidak dapat dihapus entah kesalahan maupun kebaikan, namun rahmat pengampunan diberikan oleh Allah, bila mau mengakui kesalahannya. Dan rahmat Allah pula yang mendorong diri kita untuk tidak melakukan kesalahan lagi. Suatu perkara dianggap sah bila ada dua saksi yang menyatakannya di dalam pengadilan, begitupula akan pengakuan dianggap sah bila ada dua saksi, Allah dan manusia.
( Yohanes 20: 22-23 Dan sesudah berkata demikian, Ia menghembusi mereka dan berkata;”Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.
1 Petrus 3: 21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya yaitu baptisan – maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah – oleh kebangkitan Yesus Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya )

Jika demikian, selayaknya kita menerima apa yang telah menimpa diri, entah hal baik atau buruk dengan ucapan syukur. Karena Allah mengetahui semuanya, dan akan menuntun pada hal kebaikan untuk jiwa-jiwa yang dikasihi-Nya yang mau berbalik pada-Nya dalam kesatuan yang Kudus.
(1 Petrus 1: 16 “ sebab ada tertulis :Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus,
1 Petrus 2 : 19-21 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

23 March 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/23/2008 07:17:00 PM | No comments

Happy Easter




SELAMAT PASKAH
23 Maret 2008





Dengan ke Bangkitan Kristus, maka kita persembahkan Bejana hidup kita kepadaNya untuk di isi dengan Kasihmu bagi sesama.


Posted by Ivan Shurex Posted on 3/23/2008 06:18:00 PM | No comments

March 23 Easter Sunday Reflection: Resurrection

The Resurrection of Our Lord and Savior Jesus Christ.


Readings:

Acts 10:34a.37-43

Psalm 118:1-2,16-17,22-23

Colossians 3:1-4 (or 1 Corinthians 5:6b-8)

John 20”1-9 (or Matthew 28:1-10)


“Behold, I have told you.” –Matthew 28:7


I was at the MV Doulos the other day, a floating Christian bookstore that docks in Manila every three years or so. It contains mostly Protestant books and CDs- but I don’t mind. I was taught to discern the use of everything that can be used to get to know God more. As long as I understand what being a Catholic means, I can use these resources if they bring me to a closer understanding and relationship with the God that we worship.


I’m also a member of KerygmaFamily.com and, in exchange, I receive daily Mass readings and reflections in my email box. Bo Sanchez’s teachings are available to me, as well as his daily thoughts, the Kerygma magazine and let me in on his inspiring daily encounters via his online Preacher in Blue Jeans podcast and video. (There’s so much more so visit www.kerygmafamily.com)


I believe in investing in knowledge because the worse I can ever be is a Catholic who doesn’t even recognize the signs when God is speaking to me directly.


This is what Mary Magdalene experienced. She was looking for the dead but He had already risen. But once she knew the truth, she was ready to be a witness to the resurrection to others.

-Jomar Hilario


Reflection:

Are you equipped to be a witness to the resurrection? How are you equipping yourself to answer to the hope you have in you?


Prayer:

Lord, make my life a witness to Your resurrection power.
Posted by abbeltri Posted on 3/23/2008 01:12:00 PM | No comments

"Mengejar KASIH"

Seringkali kita terpaku pada peristiwa masa lampau dan masa depan. Namun kita tidak fokus pada situasi dan kondisi yang ada saat ini.

Masa lampau menarik kita ke belakang, sedangkan masa yang akan datang menarik ke depan bagai dua kutub magnet saling tarik-menarik.

Masa lampau biasanya menjerat kita dengan rasa bersalah dan penyesalan (Mengapa saya melakukan perbuatan itu dulu? Seharusnya hal itu tidak terjadi! Dan sebagainya) dengan luka-luka batin yang tak tersembuhkan (Mengapa orang yang aku percayai mengkhianati aku, atau Mengapa yang menjadi panutan berbuat tidak senonoh terhadap diriku, Mengapa orang tuaku tidak membela aku? Dan sebagainya) atau terlalu lekat dengan peristiwa-peristiwa yang menyenangkan pada masa lampau ( cinta pertama, masa kanak-kanak, prestasi atau keberhasilan, pengalaman spiritual dan sebagainya)

Sedangkan masa akan datang selalu dikontrol oleh rasa takut atau khawatir tentang apa yang akan terjadi atau terulang kembali (usia sudah sekian belum menikah, usia sekian belum punya anak, belum bekerja, penghasilan sedikit, takut dikhianati lagi, dan sebagainya)
Doa memberikan prespektif baru kepada kita dan dapat menolong kita mengembangkan sikap-sikap yang baik seperti ungkapan St. Agustinus yaitu “ Menyerahkan peristiwa-peristiwa masa lalu pada belas kasihan Allah dan mempercayakan masa depan pada penyelengaraan-Nya dan memohon rahmat campur tangan-Nya agar dapat membantu melakukan hal yang dikehendaki oleh Allah, kemudian SAAT INI berfokus pada pikiran, perkataan dan perbuatan dalam KEBENARAN dan KASIH yang tulus.

Doa adalah memahami perjalanan misteri Kasih (Khususnya Misa)
Doa adalah kesanggupan akal budi untuk mengerti Kasih
Doa adalah ketekunan untuk mencari Kasih
Doa adalah kedua mata untuk memandang Kasih
Doa adalah sebuah hati untuk merenungkan Kasih
Doa adalah sebuah kehidupan untuk menyatakan Kasih.
Doa adalah sumber daya inspirasi Kasih

Efesus 3 : 14 – 21
Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari padaNya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh RohNya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebar dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya .Amin

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

22 March 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/22/2008 11:04:00 PM |

Minggu, 23 Maret 2008

HR Paskah Kebangkitan Tuhan.

Kis 10:34a,37-43; Kol 3:1-4 atau 1 Kor 5:6b-8; Yoh 20:1-9.

Masuklah juga murid yang lain; ia melihatnya dan percaya. Pada setiap batu nisan di kuburan ada dua tanggal: tanggal kelahiran dan tanggal kematian orang yang namanya tertulis di situ: Kapan ia datang ke dunia dan kapan ia meninggalkannya. Sesudah itu? Seolah tidak ada apa-apa lagi. Hari ini mengingatkan kita bahwa kematian bukanlah yang terakhir. Ada kebangkitan sesudah mati! Kebangkitan Yesus berarti bahwa juga ada kebangkitan bagi kita. Percaya akan kebangkitan memberi dimensi baru pada kehidupan. Semuanya boleh hancur, tubuh ini boleh dibunuh atau habis dimakan penyakit atau usia, namun kita akan bangkit. Itu sudah pasti!


disalin dari : Angela Merici Biblical Center



Posted by Ivan Shurex Posted on 3/22/2008 05:44:00 PM | No comments

" CINTA ITU BUTA "

Banyak orang mengatakan bahwa cinta itu buta. Anda percaya? Kalau Anda tidak, saya percaya.

Ketika seorang pemuda jatuh cinta, ia tidak akan melihat gadis pujaannya itu berasal dari mana, apa pekerjaannya, bahkan sifat-sifat buruknya tidak akan diperhatikannya. Yang ia lihat hanya lah semua keelokan dan kebaikan si gadis, entah kecantikannya, kecerdasannya, atau kelemahlembut annya. Ia pun hanya memikirkan bagaimana caranya menyenangkan gadisnya atau membuat sang gadis menjadi miliknya. Ia tidak mempedulikan omongan miring dari teman-temannya tentang si gadis. Baginya, gadis itu begitu sempurna dan tak ada gadis lain yang dapat menandingi pujaan hatinya itu. Pokoknya gadis itu paling hebat!

Bagaimana kalau Tuhan jatuh cinta, ya? Barangkali cinta Tuhan kepada kita juga buta. Bagaimana tidak buta kalau Tuhan tidak lagi melihat sifat-sifat buruk yang ada pada kita. Bahkan sepertinya Dia lupa kalau kita sering mengkhianati-Nya. Tuhan tidak pernah berhenti mendekati kita. Meskipun kita sering kali menolak-Nya, Tuhan tetap saja datang dan mengulurkan tangan buat kita. Wah hebat betul Tuhan itu! Dia seperti seorang pemuda yang sudah berulang kali datang melamar gadis pujaan-Nya tetapi selalu ditolak. Biarpun lamaran-Nya diterima, Tuhan masih saja dikhianati, dibohongi. Saya kadang berpikir, kok bisa-bisanya Tuhan itu begitu sabar terhadap kita.

Coba hitung, dalam sehari berapa kali kita tidak jujur kepada Tuhan? Sudah berapa kata ejekan yang kita ucapkan kepada sesama? Sudah berapa orang yang kita benci? Atau sudah berapa kali kita merusak dan mengabaikan ciptaan-Nya? Rasanya kita terlalu sering berlaku tidak adil pada Tuhan. Coba bandingkan, jika kita menyimpan barang pemberian kekasih kita dengan begitu baik, apa yang telah kita lakukan dengan alam pemberian Tuhan ini? Tuhan menciptakan alam ini bukan tanpa tujuan. Dia sungguh-sungguh tulus memberi kita alam yang begitu indah. Namun ternyata kita dengan enak merusaknya sehingga tidak heran jika terjadi bencana alam di mana-mana. Yang banjir lah, tanah longsorlah, wah ... macam-macam saja ulah kita ini! Namun Tuhan begitu setia kepada kita.

Paskah membuktikan bahwa kita sangat dicintai Tuhan. Dengan merayakan Paskah kita mengenangkan kebesaran dan keagungan cinta-Nya. Namun rasa-rasanya tidak cukup jika kita hanya datang ke gereja, mengikuti perayaan Paskah, lalu pulang begitu saja. Satu hal penting yang dapat kita lakukan adalah mengubah sikap hidup kita. Mari kita tanggalkan manusia lama kita yang ogah-ogahan menanggapi cinta Tuhan. Seandainya saja Tuhan merasa kita berlaku tidak adil dalam membalas cinta-Nya, apakah kita mau dan siap di-"putus" oleh Tuhan?

Oleh: C. Krismariana



di sadur dari : http://www.sahabatsurgawi.net/

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/22/2008 05:41:00 PM | No comments

Kita Manusia Paskah!

Jayanya suatu kebangkitan

Kebangkitan Yesus memancarkan cahaya terang benderang terhadap seluruh sejarah dunia. Kebangkitan-Nya menerangi bukan cuma kematian-Nya, melainkan mencurahkan sinar terhadap segala pengalaman kelam, pekat duka nestapa kehidupan manusia di atas dunia ini. Kebangkitan Yesus adalah keperkasaan Cinta atas kejahatan, dan kemenangan Seorang Allah yang mengasihi dan disergap belaskasihan; Allah sang Cinta, Hidup, Pengampunan dan Penyembuhan. Memang kebangkitan Yesus tidak meniadakan semua pertanyaan-pertanyaan hidup ini, akan tetapi ia membuat kita punya cakrawala pandangan segar penuh harapan akan kehidupan. Kebangkitan-Nya memperteguh keyakinan manusia bahwa hidup ini sama sekali tidak memperolok-olok dan menipu kita, melainkan bahwa ia punya makna, yang malah teramat mendalam.

Visi yang konsisten

Menjelang akhir hayatnya, Mgr. Jim Cuskelly mempersembahkan satu buku kecil yang berjudul: "Walking the Way of Jesus. An Essay on Christian Spirituality." Ia menekankan pentingnya pewahyuan bahwa Allah adalah Cinta dalam spiritualitas kita. Allah sedemikian mencintai dunia sehingga merelakan Anak-Nya sendiri untuk mendamaikan kita dengan diri-Nya. Mgr. Cuskelly menegaskan bahwa kita perlu mempunyai suatu visi hidup yang konsisten dengan prinsip dasar spiritualitas ini. Walaupun kadangkala kita menemukan di dalam Kitab Suci atau pun dalam bahasa liturgi presentasi antropologis tentang Allah yang nampaknya kontradiksi dengan gambaran Seorang Allah yang mencintai dan mengampuni, kita musti selalu dan di mana pun menafsirkan pewahyuan Allah sebagaimana nyata di dalam kematian Yesus, yakni Seorang Allah yang mengosongkan diri-Nya karena cinta-Nya terhadap umat manusia. Jadi bilamana kita membaca dalam liturgi, "Allah menghukum", kita dengan tegas mengoreksinya, "Allah tidak menghukum!" Keyakinan ini pasti membawa gema yang hebat dalam perjalanan pribadi iman kita untuk menghayati perintah agung cinta persaudaraan dan mengekang kecenderungan untuk berdosa dalam segala manifestasinya.

Tuhan terlibat dalam sejarah manusiawi

Guna mencari dan menyelamatkan manusia, Allah secara pribadi terjun ke dalam sejarah manusia melalui Yesus. Ia terlibat dengan kita melalui sabda dan tindakan. Ia menyamakan diri dengan kita dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa, sampai puncak komitmen cinta-Nya kepada kita. Ia menggulung si jahat melalui kepatuhan penuh kasih terhadap Bapa hingga kematian dan kebangkitan-Nya. Ia mengalahkan kejahatan melalui api cinta-Nya yang membara dan membuka bagi kita jalan kehidupan. Ketika datang ke dunia untuk mencari umat Allah yang tercerai-berai, "Yesus berkata, 'Tuhan, inilah aku! Aku datang untuk melakukan kehendakmu.'… Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus." (Ibr 10:5-10). Penebusan merangkum seluruh hidup Yesus, dari masa kanak-kanak, masa muda, masa dewasa, masa hidup di depan umum sampai tujuan akhir-Nya. Di dalam dan melalui pengalaman manusiawi sepenuh-penuhnya ini, Yesus menembus secara baru (dipenuhi Roh) lubuk hati manusia. Ia ambil bagian dalam kecemasan-kecemasan dan keluh-kesah manusia di dunia, menghidupi semuanya dalam persekutuan mesra dengan Bapa-Nya. Dan dari situ Ia mengangkat dan menebus manusia masuk ke dalam kerajaan keadilan, cinta dan damai Allah. Ia sungguh-sungguh seorang manusia sepenuh-penuhnya dan kita semua diundang untuk ambil bagian di dalam kepenuhan-Nya itu.

Berapa harga tebusan kita?

Jika kita dibebaskan di dalam dan melalui seluruh hidup Yesus, baik tindakan maupun kata-katanya, mengapa kita sering bicara tentang ditebus oleh Salib-Nya, oleh Darah-Nya, oleh Sengsara dan Wafat-Nya? Hal-hal inikah "harga" yang mesti dibayar Yesus untuk dosa-dosa kita? Analogi "membayar hutang hukuman karena dosa", yang diambil dari dunia pengadilan sipil, sesungguhnya adalah analogi berbahaya, seperti ditegaskan oleh Uskup Cuskelly dengan begitu jelas. Karena ia mengkhianati isi kabar gembira tentang keselamatan kita di dalam Yesus. Kitab Suci memang bicara tentang harga yang dibayar untuk membebaskan kita (1Kor 6:20; 7;22-23; 1 Petr 1:18-21; 2Pet 2:1). Akan tetapi apa yang mau disampaikan melalui ungkapan-ungkapan itu adalah untuk membebaskan kita dari perbudakan dan mendamaikan kita dengan Allah, Yesus membayarnya dengan suka rela, dengan hidup-Nya sendiri, dengan menumpahkan darah-Nya (Kis 20:28; Ef 1:7; Ibr 9:12; Why 1:5; 5:9). Yesus bukan dikutuk dan dihukum Allah. Motivasi sebenarnya di balik penderitaan-Nya bukanlah balas dendam Allah yang ditimpakan pada-Nya, melainkan cinta Allah. Ia mengutus anak-Nya ke dalam dunia atas kehendak-Nya agar Ia menjadi satu sama seperti yang terkecil dari antara bangsa manusia yang paling terbiar, dari pada menuntut segala hak istimewa-Nya. Inilah maksud St. Paulus ketika ia berkata bahwa "Allah tidak menyayangkan anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya bagi kita semua" (Rom 8:32) dan St. Yohanes ketika ia mencatat bahwa Yesus "senantiasa mencintai mereka yang merupakan milik-Nya di dunia, demikian sekarang Ia menunjukkan betapa sempurna kasih-Nya (Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.)"(Yoh 13:1).

Memandang Dia Yang Kita telah tikam

Bagi orang Yahudi, salib adalah simbol kutukan Allah. Bagi setiap orang, salib adalah sarana hukuman maut paling kejam dan memalukan yang ditimpakan oleh bangsa Romawi. Bagi kita salib adalah simbol penebusan karena cinta Yesus kepada kita "sampai kepada kesudahannya". Marilah kita coba merenungkan sedikit lebih jauh doktrin tentang penebusan ini secara konsisten (sejalan) dengan prinsip cinta Allah terhadap bangsa manusia dan seluruh dunia ciptaan Allah. Suatu pemahaman yang tepat tentang penebusan membangun bagian yang penting spiritualitas kristiani kita, khususnya misteri kita sebagai MSC. Pada salib nampak ketaatan Yesus menjadi sempurna, karena di situ cinta-Nya mencapai puncaknya. Salib bukanlah suatu peristiwa buruk sampingan dalam perjalanan-Nya menuju untuk membebaskan kita. Salib memamerkan dahsyatnya cinta Yesus dan kedalaman misteri inkarnasi. Dengan memberikan hidupnya bagi kita, Yesus mendorong kita untuk percaya akan cinta-Nya, mendorong kita menuju hati-Nya. SabdaNya yang terakhir di salib, "sudah selesai", merupakan tonggak awal pencurahan Roh dan perobekan lambung-Nya karena tikaman tombak serdadu. Dengan memandang Dia yang kita tikam dan percaya kepada-Nya, yang menang atas dosa dan maut seperti dinyatakan dalam kebangkitan-Nya, kita pun dibangkitkan kembali secara mengagumkan, melalui karunia murni Allah, tanpa jasa di pihak kita. Kita menerima karunia Hidup Baru di dalam Roh Kudus dan kita belajar berjalan di jalan yang telah diajarkan-Nya kepada kita.

Makna penderitaan

Kedatangan Allah melalui Yesus untuk mencari putera-puteri-Nya yang tercerai-berai, bermaksud untuk menjungkir-balikkan paham tentang Allah sebagai Pribadi yang butuh dipuaskan dengan korban, supaya berkenan mengesampingkan balas dendam yang telah direncanakan-Nya untuk memporak-porandakan bangsa manusia. Yesus menghadirkan Allah sebagai Pribadi yang berinisiatif mencintai dan mencurahkan belas kasihan. Penderitaan bukanlah suatu hukuman atas dosa, pun bila kisah kitab Kejadian dan buku-buku sejarah Perjanjian Lama menafsirkannya demikian. Yesus berkarya untuk mengentaskan penderitaan melalui pelayanan mengajar dan menyembuhkan. Dia ingin menyembuhkan orang-orang dan meringankan beban mereka, namun bukan dengan tongkat sihir. Salib tertanam kuat-kuat dalam struktur dunia ini apa adanya dan Yesus mengundang para pengikut-Nya untuk menerima kenyataan ini. Salib adalah simbol dari semua bentuk ketidak-adilan, yang membawa penderitaan yang menyengsarakan dan tak terelakkan di dalam dunia ini. Keletihan dan rasa sakit adalah bagian dari misteri kehidupan, sisi negatif dari suatu kenyataan yang secara mengagumkan bersifat positif, karena terbuka ke arah pertumbuhan dan kedewasaan meski lewat derita itu sendiri. Dalam pelayanannya untuk mengatasi rasa sakit dan kesengsaraan di dalam dunia ini yang diakibatkan ketidakadilan dalam segala bentuknya, Gereja dapat dikatakan memiliki misi "menurunkan manusia tersalib dari salib" (Sobrino). Karena itu misi Gereja bukanlah pertama-tama membasmi salib dari dunia. Gereja dipanggil untuk mengikuti jalan Yesus. Ketika menjadi manusia, Ia merangkul erat-erat salib, tatkala mengenakan kondisi manusiawi, sehingga Dia mengalaminya sepenuh-penuhnya, termasuk getirnya penderitaan manusia. Saya menyukai kalimat dari Gaudium et Spes 38, yang menyatakan bahwa salib ditanam sedalam-dalamnya pada setiap makhluk manusia sebagaimana ia ditanam pula sampai ke akar-akar sejarah manusia: "Teladan Kristus yang mati untuk kita, kaum pendosa, mengajar kita bahwa kita harus memikul salib, yang dipanggulkan oleh kedagingan dan dunia ini pada bahu semua orang yang mencari keadilan dan kedamaian.

Melakukan Silih

Karena mengikuti teladan Yesus kita turut berkarya "memulihkan" kehidupan manusiawi dan dunia bagi Allah. "Silih benar yang dikehendaki Hati Sang Penebus terlaksana apabila kebudayaan Hati Kristus dapat ditegakkan di atas puing-puing kehancuran yang ditimbun oleh kebencian dan kekerasan" (Paus Yohanes Paulus II, Surat kepada P. Kolvenbach). Melalui partisipasi kita ke dalam misteri paskah, di dalam Ekaristi dan di dalam peristiwa setiap hari, "karya penebusan kita dilaksanakan" (liturgi Romawi). Melalui iman kita akan Yesus, penderitaan bagi kita berfungsi juga sebagai sumber pemurnian dari semua kelekatan terhadap dosa dan sumber pertumbuhan di dalam persekutuan dengan-Nya. Bahkan nampaknya terdapat suatu hukum tersembunyi dalam karya kerasulan, di mana kuasa Yesus sangat terasa berkarya justru di dalam kelemahan dan kesulitan kita. Maka dari itu karya penebusan terus mengalir di dalam dan melalui Gereja, Tubuh Kristus: "Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat."(Kol 1:24).

"Ia mengasihiku dan menyerahkan diri-Nya untukku"

Seharusnya sekarang sudah jelas, namun pantas untuk ditekankan lagi bahwa penyerahan diri dan pegorbanan Yesus yang menyelamatkan, sering di dalam Perjanjian Baru secara eksplisit dihubungkan dengan cinta-Nya kepada kita dan Bapa-Nya (lih. Gal 2;20; Ef 5:2.25; Yoh 10:11.17; 13:1; 1 Yoh 3:16). Ini merupakan suatu aspek penting dari misteri seorang Misionaris Hati Kudus Yesus. Kita masing-masing di dalam Gereja, tatkala merayakan Ekaristi diundang untuk berpartisipasi secara intens di dalam misteri cinta ini: "Inilah tubuhku, yang dikurbankan bagimu." Maksudnya, kita beralih bersama-Nya dari kematian ke kehidupan, dari alienasi kepada makna, dari suatu cara hidup yang sia-sia ke dalam cara hidup baru, suatu hidup yang penuh kegembiraan karena pembebasan dari dosa dan kematian, penuh cinta di dalam pengenalan kita akan "tubuh", bukan cuma di dalam Ekaristi tetapi juga di dalam orang lain, di dalam saudara dan saudari kita. Semoga kegembiraan itu menjadi milik kita sepenuh-penuhnya pada Paskah dan semoga rahmat itu memampukan kita untuk hidup lebih penuh lagi, lebih lagi menjadi misionaris cinta dan pengampunan yang sungguh tulus: Misionaris Hati Kudus Yesus. Karena kita adalah Manusia Paskah dan Alleluia adalah nama kita!

Roma, April 2000

Michael Curran msc
Pemimpin Umum

disalin dari : http://www.st-andreas.org/

21 March 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/21/2008 06:56:00 PM |

Sabtu, 22 Maret 2008

Sabtu Suci.

Kej 1:1 – 2:2; Rm 6:3-11; Mat 28:1-10.

Yesus yang disalibkan tidak ada di sini; Ia sudah bangkit. Hari masih gelap, matahari belum terbit ketika ibu-ibu pergi ke makam mencari jenazah Yesus. Yang mereka temukan bukan jenazah Yesus yang mati tersalib, melainkan malaikat yang menyampaikan kabar baik tentang kebangkitan-Nya. Paskah mendapat arti baru. Anak domba yang disembelih dan darahnya yang memberi hidup merupakan lambang Kristus. Dialah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia dengan darah-Nya yang tercurah dari salib. Kematian-Nya mendatangkan kehidupan bagi manusia, maka Ia sendiri dibangkitkan sebagai yang sulung di antara kita. Paskah adalah pesta harapan bahwa kita pun akan bangkit dalam dia!


disalin dari : Angela Merici Biblical Center

20 March 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/20/2008 06:52:00 PM |

Jumat, 21 Maret 2008

Jumat Agung.

Yes 52:13 – 53:12; Ibr 4:14-16; 5:7-9; Yoh 18:1 – 19:42.

Lihatlah manusia itu. Setelah didera dengan semena-mena dan dijadikan bahan olok-olokan oleh para prajurit, Yesus dipertontonkan di depan umum oleh Pilatus. ”Lihatlah manusia itu,” sungguh amat buruk rupanya, tidak seperti manusia lagi. Ada banyak lukisan yang menggambarkan Yesus yang berlumuran darah dengan mahkota duri. Patut kita renungkan apa yang ditulis nabi Yesaya: “Penyakit kitalah yang ditanggung-Nya, kesengsaraan kita yang dipikul-Nya. Ia tertikam karena pemberontakan kita, dia diremukkan karena karena kejahatan kita. Oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.” Adakah kasih yang lebih besar dari kasih Yesus? Seberapa besar kasihku kepada-Nya?


disalin dari : Angela Merici Biblical Center

19 March 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/19/2008 08:11:00 PM | No comments

GARA-GARA LILIN

Sua lagi....
Apakah hari ini hari yang cerah di tempat anda...???
Semoga aja humor hari ini bisa menambah keceriaan anda.
============================

Ny. O'Reilly yang sedang berjalan, berpapasan dengan Pastur
O'Flannagan. Pastur berkata, "Hai Ny. O'Reilly ... bagaimana kabar
suami anda? Bukankah saya yang menikahkan anda berdua kira-kira lima
tahun yang lalu?" Ya, memang andalah yang menikahkan kami, Pastur",
jawab Ny. O'Reilly. Lalu Pastur bertanya lagi, "Berapa anak anda
sekarang?" "Oh ... belum ada Pastur, kami belum mempunyai anak
satupun." "Baiklah, minggu depan aku akan pergi ke Roma, di sana aku
akan berdoa dan menyalakan sebuah lilin untukmu", kata Pastur.

Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi di jalan dan Pastur
bertanya, "Ny. O'Reilly apakah anda sudah mempunyai anak?"

"Oh sudah Pastur, saya mempunyai tiga pasang anak kembar, dan 4 orang
anak yang tidak kembar, jadi semuanya ada sepuluh orang." jawab Ny.
O'Reilly.

Lalu Pastur berkata,"Wow, bukankah itu sangat luar biasa!! Lalu
bagaimana keadaan suamimu?"

"Dia sedang pergi ke Roma", jawab Ny. O'Reilly

"Ke Roma??? Ada urusan apa dia berangkat ke Roma?", tanya Pastur.

"Mematikan lilin yang Pastur nyalakan." Jawab Ny. O'Reilly.

---------------------------------------------------------------------
"Engkau akan mengalami, bahwa keturunanmu menjadi banyak
dan bahwa anak cucumu seperti rumput di tanah." (Ayub 5:25)
---------------------------------------------------------------------
Kiriman dari Wenny (danas(at))


disadur dari : www.sabda.org (178)

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/19/2008 06:51:00 PM |

Kamis, 20 Maret 2008

Kamis Putih.

Kel 12:1-8.11-14; 1 Kor 11:23-26; Yoh 13:1-15.

Sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sebelum pulang ke pangkuan Bapa, Yesus mengadakan perjamuan terakhir bersama murid-murid-Nya. Ia memilih momen yang paling penting dalam sejarah bangsa-Nya: Perjamuan Paskah. Bukanlah tertulis: “Hari ini akan menjadi peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi Tuhan turun temurun.” Yang dilambangkan selama ratusan tahun, hari itu menjadi kenyataan. Yesuslah Domba Paskah yang disembelih. Darah-Nya darah Perjanjian Baru yang menyucikan umat dari segala dosa. Dialah roti tak beragi yang dipecah-pecah untuk menghidupi umat sampai kepada perjamuan kekal.


disalin dari : Angela Merici Biblical Center

18 March 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/18/2008 10:30:00 PM | No comments

Attitude

Jerry is the manager of a restaurant in America. He is always in a good mood and always has something positive to say. When someone would ask him how he was doing, he would always reply, "If I were any better, I would be twins!"

Many of the waiters at his restaurant quit their jobs when he changed jobs so they could follow him around from restaurant to restaurant. The reason the waiters followed Jerry was because of his attitude. He was a natural motivator. If an employee was having a bad day, Jerry was always there, telling the employee how to look on the positive side of the situation.

Seeing this style really made me curious, so one day I went up to Jerry and asked him, "I don't get it! No one can be a positive person all of the time. How do you do it?"

Jerry replied, "Each morning I wake up and say to myself, I have two choices today. I can choose to be in a good mood or I can choose to be in a bad mood I always choose to be in a good mood. Each time something bad happens, I can choose to be a victim or I can choose to learn from it. I always choose to learn from it. Everytime someone comes to me complaining, I can choose to accept their complaining or I can point out the positive side of life. I always choose the positive side of life."

"But it's not always that easy," I protested.

"Yes, it is," Jerry said "Life is all about choices. When you cut away all the junk, every situation is a choice.You choose how you react to situations You choose how people will affect your mood. You choose to be in a good mood or bad mood. It's your choice how you live your life."

Several years later, I heard that Jerry accidentally did something you are never supposed to do in the restaurant business: left the back door of his restaurant open one morning and was robbed by three armed men. While trying to open the safe, his hand, shaking from nervousness slipped off the combination. The robbers panicked and shot him.

Luckily, Jerry was found quickly and rushed to the hospital.
After 18 hours of surgery and weeks of intensive care, Jerry was released fromthe hospital with fragments of the bullets still in his body. I saw Jerry aboutsix months after the accident. When I asked him how he was, he replied, "If I were any better, I'd be twins. Want to see my scars?" I declined to see his wounds, but did ask him what had gone through his mind as the robbery took place.

"The first thing that went through my mind was that I should have locked the back door," Jerry replied. "Then, after they shot me, as I lay on the floor, Iremembered that I had twochoices: I could choose to live or choose to die. I chose to live."

"Weren't you scared?" I asked.

Jerry continued, "The paramedics were great. They kept telling me. I was going to be fine. But when they wheeled me into the Emergency Room and I saw the expressions on the faces of the doctors and nurses, I got really scared. In their eyes, I read 'He's a dead man.' I knew I need to take action."

"What did you do?" I asked.

"Well, there was a big nurse shouting questions at me," said Jerry. "She asked if I was allergic to anything."

'Yes,' I replied.

The doctors and nurses stopped working as they waited for my reply. I took a deep breath and yelled, 'Bullets!' Over their laughter, I told them, 'I am choosing to live. Please operate on me as if I am alive, not dead'."

Jerry lived thanks to the skill of his doctors, but also because of his amazing attitude. I learned from him that every day you have the choice to either enjoy your life or to hate it. The only thing that is truly yours that no one can control or take from you is your attitude, so if you can take care of that, everything else in life becomes much easier.

Now you have two choices to make:
1. You can just close the browser now OR
2. You can forward it to someone you care about.


http://touching-inspiringstory.blogspot.com/

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/18/2008 10:25:00 PM | No comments

Blind girl

There was a ger who bump into a photographer
on day and was love at first sight with the guy. She
apologised and hope to seeing him again one
day.

She was working at a hair salon and one day
the photographer went into the shop to have a hair
wash. The ger asked her friend to let her service
for that guy because she liked him alot. But she
accidentally wash e soap on the guy's face and
apologised endlessly. And so she found his
working place and decided to give him something
as a gift ot apology.

The guy noticed her and
thought that she is beautiful so he took pictures of
the ger. Soon, the guy and the ger spend some
time hanging out together and have feelings for
each other.

There was one day when the ger
came up to his working place to visit him, but at
that time, he was busy washing the photos in
another room so the ger was seeing the photos
that he took for her. She accidentally knock a
glass of water & dirtied the table, she used her
jacket to clean it up and took the guy's shirt to wear.

The guy came out, saw the ger wearing his
shirt and took pictures bcos he thought it was cute
of her to wear a big shirt. But the flim was used up
soon and the ger volunteer to take another flim
from another room.

She went into the room and
saw the flim up high on the cupboard so she tip-
toed but unfortunately, she knock down a bottle of
toxic chemical for washing photo. The bottle was
not covered properly and the chemical went
pouring down on her eyes. She was sent to the
hospital immediately and the guy was very sad.

Finally the ger was okay after a few days and was
able to see again. But from tat day onwards, he
never met and see tat guy again, she couldnt find
him anywhere. One evening, she went to the hill to
look at the place where the guy likes to bike.

She finally saw someone tat look like him sitting down
on a bench.. he was wearing a pair of sunglasses.
A photo flew away from the guy's hand and the ger
went to pick up.. it was a photo of her, she cried
and return it to him. The guy didnt know its her
bcos he was blind and cant see anymore..

the ger was crying and did not know wht happen to him
until one of the guy's photo assistant told her that
the guy save her eyesight by giving his eye cornea
to her.. this story is very touching..


http://touching-inspiringstory.blogspot.com/

Posted by abbeltri Posted on 3/18/2008 08:55:00 PM | No comments

"Kerelaan dalam Doa"

Joan dari Arc, ketika masih belasan tahun, berhasil memimpin Prancis mengalahkan Inggris. Namun kemudian hari ia dikhianati, dimasukkan dalam penjara dan di bakar seperti layaknya hukuman seorang dukun. Ketika nyala api mulai melahap tubuhnya, seorang yang berdiri dekatnya mangangkat sebuah salib dihadapannya. Dengan terus mengarahkan matanya pada salib itu, ia memperoleh kekuatan untuk mati secara mulia dengan tetap menggemakan nama Yesus di bibirnya.
(Bil 21:8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa :” Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup)

Kerelaan adalah jalan kematian menuju kebangkitan baru. Kehidupan kita sehari-hari menawarkan banyak kesempatan untuk menyangkal diri demi sesama. Menyangkal karena keterbatasan kita dan dibangkitkan dengan kasih yang baru, sehingga daya kasih yang mengubah menjadi kekuatan untuk dapat menahan penderitaan sebagai pernyataan kasih yang baru dari sebelumnya serta tindakan untuk menyikapi secara baru yaitu damai bersama Kristus.
(Ibr 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang mengabaikan kehinaaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan tahta Allah)

Kerelaan adalah sarana untuk menumbuh kembangkan jalinan kasih. Bila dikhianati, disakiti, kecewa, ditinggalkan, tidak diperhatikan serta kecewa oleh suami-istri, anak-anak, teman, sahabat, pacar, orang tua. Engkau semakin mengenal pribadi mereka dan semakin mengenal pribadimu sendiri dan Allah lebih mengetahuinya
(Yoh 21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya; “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinYa:”Apakah engkau mengasihi Aku?”Dan ia berkata kepadaNya:”Tuhan , Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya;”Gembalakanlah domba-dombaKu”)

Jelas bahwa mata Allah selalu terarah kepada kita karena kerelaan-Nya. Jika dia tidak mengarahkan pandangan-Nya kepada kita, jika Dia tidak memelihara kita seperti biji mata-Nya, kita akan lenyap dan dilupakan. Sama halnya bila kita sudah lama tak berjumpa, atau sudah tidak ada perhatian lagi pada seseorang, maka kita melupakan dan mengakhirinya.
(Rom 11:29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya)

Maria, Bunda Yesus, memberikan teladan kerelaan yang baik mengenai sikap seorang ibu terhadap segudang penderitaan dan peristiwa. Yang selalu mempertimbangkan dan menyelidiki serta mengetahui bagaimana menantikan dan tetap setia meskipun jawaban-jawaban atas persoalan hidup ini tidak kunjung datang juga.
Meski tanpa memperoleh jawaban-jawaban yang jelas, dia tetap yakin dan percaya, dan menguatkan iman para murid yang hancur lebur.
(Ratapan 1: 16 Karena inilah aku menangis, mataku mencucurkan air; karena jauh dari pada penghibur yang dapat menyegarkan jiwaku; bingunglah anak-anakku, karena terlampau kuat si seteru.”
2 Yoh 1:1 Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran,
2 Yoh 1:2 oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya.
2 Yoh 1:3 Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
2 Yoh 1:4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U
Posted by abbeltri Posted on 3/18/2008 08:52:00 PM | No comments

"Jalinan Kasih adalah DOA"

Dalam setiap jalinan kasih, kehadiran kedua belah pihak bagi satu sama yang lain merupakan suatu faktor penting : hadir bersama dengan yang lain, hadir untuk yang lain.

Saling menghadirkan diri untuk satu sama yang lain akan mengembangkan dan membuat hubungan yang ada semakin dalam. Persahabatan yang kuat dan lestari bisa tumbuh diantara pribadi-pribadi yang jarang bertemu, bahkan berpisah.

Kesetiaan adalah ciri khas jalinan kasih. Ia dapat menerima pribadi apa adanya, memaklumi kesalahan-kesalahan dan suasana hati, menangis saat menagis, bergembira saat bergembira, dalam situasi apapun, bukan hanya terdorong oleh karena wajib, rutinitas, keterpaksaan dan kebutuhan sesaat.

Pengorbanan adalah harga tertinggi yang harus dibayar untuk jalinan kasih. Sekali peristiwa St. Petrus melarikan diri dari kota Roma. Dalam perjalanannya di gerbang kota, Yesus menampakan diri pada St. Petrus. Menyadari apa yang dipercayakan padanya dan kasihnya pada Yesus, St. Petrus kembali dan menyerahkan diri untuk di salib, dengan permohonannya posisi salib terbalik.
( Yohanes 21:19 Dan hal ini dikatakanNya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku”)

Ilustrasi perjalanan rohani dalam kasih Allah :
Jalinan kasih ibu dan anak. Ketika seorang bayi yang tak berdaya, ia menyerahkan diri seutuhnya pada sang ibu. Ia memperoleh tubuh yang bersih karena dimandikan, pakaian dan sepatu serta kebutuhan yang lain.
(Yohanes 10:17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali)

Ketika tumbuh menjadi seorang anak, ia belajar berjalan. Ia mulai sedikit demi sedikit belajar mengorbankan dirinya untuk dapat berjalan. Seorang ibu sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi, hanya mendampingi, mengawasi, menghibur bila jatuh dan merawat dan sebagainya bila perlu. Mengenai berjalan diserahkan pada segala upaya dari si anak sendiri.
( Yohanes 17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan pada-Ku, Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain daripada dia yang telah ditentukan binasa, supaya genaplah yang tertilis dalam Kitab Suci)

Dengan berbagai cara ibu pergi kesana-kemari dan meninggalkan si anak, tapi masih dalam pengawasannya dan menampakan dirinya pada si anak. Karena kasih yang melekat dan orang yang paling ia kenal, reaksi si anak akan berusaha menghampiri si Ibu, inilah kekuatan kasih dapat menggerakan si anak berdiri untuk mencoba berjalan terus menerus.
Pandangannya hanya tertuju pada sang ibu.
(Yohanes 14: 27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.)

Lambat laun ia pun dapat berjalan. Maka si ibu bergembira, anaknya bisa berjalan, si anak bergembira melihat dirinya disambut oleh sang ibu. Inilah yang dikehendaki oleh sang Ibu, agar si anak dapat berjalan.
( Yohanes 15:10-11 Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh)

Begitupula dalam perjalanan hidup kita, sering kita tidak tahu apa yang dikehendaki oleh Allah. Karena kita terpesona dengan pakaian, sepatu, kenikmatan, penyembuhan dsbnya. Seorang anak tidak pernah memperhatikan apa yang ia pakai atau makan, yang terutama ia berusaha selalu ingin dekat dengan ibunya.
(Mazmur 27 : 4 Satu hal yang telah kuminta kepada TUHAN itulah yang kuingini; diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati baitNya.)

Doa adalah jalinan kasih
“Bila ada Cinta Kasih, segalanya menjadi Baru”

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U
Posted by Ivan Shurex Posted on 3/18/2008 06:49:00 PM |

Rabu, 19 Maret 2008

Yes 50:4-9a; Mat 26:14-25.

Seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku. Yesus diserahkan ke tangan musuh, bukan oleh seorang lawan, tapi dengan bantuan orang dalam. Dia itu Yudas, orang kepercayaan di bidang keuangan. Bagaimana seorang yang hidup begitu dekat dengan sang Penyelamat bisa menolak keselamatan? Karena uang? Atau karena pandangan politik yang berbeda? Kita tak pernah akan tahu. Siapa bisa menduga hati manusia? Yesus membiarkan Yudas pergi melakukan rencana jahatnya. Tuhan menghormati kebebasan manusia dan pilihannya untuk berpihak pada-Nya atau menolak Dia. Sementara dikepung musuh, ada satu keyakinan, “Dia yang menyatakan Aku benar telah dekat.”


disalin dari : Angela Merici Biblical Center

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/18/2008 02:40:00 PM | No comments

Belajar menjadi manusia

"Tugas manusia adalah menjadi manusia." (Multatuli)


Manusia, sebagaimana makhluk lainnya, adalah cermin Tuhan di dunia. Penciptaan adalah karunia terbesar yang dengannya makhluk "menjadi eksis".

Kejadian manusia adalah simbol praktis kasih sayang Tuhan. Karena kasih sayang-Nya, manusia yang awalnya tidak ada menjadi bernilai. Semuanya bergantung penuh kepada Tuhan, mustahil lepas dari-Nya, sampai kapanpun.

Bentuk paling utama pengungkapan rasa syukur kita adalah menyesuaikan seluruh perilaku kita dengan apa-apa yang telah digariskan-Nya. Dalam keindahan,kita terbimbing untuk melaksanakan kasih sayang itu adalah dengan menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan kepada sesama manusia dan seluruh alam.

Sesungguhnya, tidak ada yang luar biasa ketika kita harus mencintai sesama, membela kaum tertindas, memelihara orang miskin dan menentang segala bentuk kejahatan. Sebab manusia itu cermin Tuhan.

Sayang, setelah eksis, manusia merasa independen, untuk kemudian berlaku seperti kacang lupa pada kulitnya.

Karena menganggap diri sebagai pusat kosmos, mulailah kita berlaku sombong dan merendahkan makhluk lainnya. Baik buruk sebuah perilaku dinilai melulu dari perspektif subjektif kita. Kalau kita berkuasa, kebenaran adalah milik kita dan menentangnya adalah kesalahan. Kalau dibawah, demi menjaga kedudukan, kita menjilat penguasa. Sambil terus menginjak yang di bawah.

Maka kita tidak peduli dengan jerit tangis orang yang lebih rendah dari kita. Kita tidak peduli dengan kejahatan penguasa. Kalau kita senang, itu berasal "murni usaha kita"; kalau orang lain susah, itu "memang nasibnya". Saat kita susah dan menderita, Tuhan hadir sebagai kambing hitam. Di saat kita bahagia dan merasa aman, Tuhan kita letakkan begitu saja. Entah di mana.

Pembenaran selalu ada mengiringi setiap laku. Sebab kita tidak mau disalahkan. Kejahatan yang kita lakukan terhadap sesama dianggap dapat dicuci dengan sekadar sedekah dan beberapa ritual.

Seringkali kesalehan ritual mengunci mati rasa kita. Setelah terlaksana, segala tanggung jawab selesai. Tuhan dianggap sudah puas melihat segala laku ibadah kita. Padahal reritualan yang kita jalankan adalah bagian dari rutinitas. Setelah seluruh tenaga dan konsentrasi habis untuk memperkuat posisi keduniawian kita. Kita selalu berkonsentrasi dengan pekerjaan dunia kita. Dan konsentrasi kita terlalu sering buyar dengan hanya ibadah beberapa menit.

Pada saat yang sama kita tidak ragu untuk berbuat maksiat dan kejahatan. Kita menganggap itu bukan wilayah Tuhan. Atau kita punya pembenaran lain atas nama Tuhan. "Manusia itu adalah tempatnya lalai dan dosa", demikian sebuah ayat suci. Dan kita selalu mentolerir perbuatan dengan memelintir ayat suci ini.

Maka kita tidak ragu untuk menjual diri dan terus korupsi. Kita tidak malu memperturutkan nafsu berkuasa kita, meskipun mengorbankan rakyat. Kita tidak takut untuk mempermainkan ayat-ayat Tuhan.

Kita memang sudah sakit jiwa.

***

Jika waktu kita tertutup untuk kembali kepada Tuhan, kita akan tenggelam dalam kerusakan dan kelalaian.

Sesungguhnya, langkah pertama adalah senantiasa sadar dan bangkit dari kesadaran. Akan tetapi, hingga saat ini, kita masih tidur nyenyak. Mata kita terbuka, tetapi hati kita terlena dalam tidur yang berkepanjangan. Sekiranya bukan sebab banyaknya melakukan dosa, niscaya tidak demikianlah akibatnya. Kita tidak berpikir bahwa semua benda yang berwujud ini akan kembali dan dihisab. Segala sesuatu yang terbatas pasti berubah dan akan mengalami kehancuran.

Tidak ada kelonggaran di sisi Allah. Di antara kebahagiaan manusia adalah bahwa ia tidak diuji dengan penyakit yang tidak dirasakannya. Sakit yang diderita tubuh mendorong kita untuk berobat ke dokter. Namun, penyakit yang tidak disertai rasa sakit lebih berbahaya ketimbang sakit yang langsung terasakan. Penyakit-penyakit hati atau jiwa hampir bersifat seperti ini.

Kelalaian, keangkuhan dan setiap maksiat yang merusak hati dan ruh tidak terasakan sakitnya oleh tubuh. Padahal penyakit ini lebih parah. Malah kadang kita lebih menikmatinya.

Cinta dunia dan cinta diri adalah sumber asasi setiap dosa, pokok setiap kejahatan, pintu setiap malapetaka, lubang setiap fitnah dan penyeru setiap kedurjanaan yang dirasakan oleh manusia dengan perasaan nyaman dan enak. Jika penderita penyakit diberitahukan bahwa sebenarnya ia sakit, niscaya ia akan membantahnya.

Apabila seseorang tidak pernah mendidik dirinya dan tidak luput dalam dirinya kecenderungan duniawi, maka dia akan merasa takut meninggalkan dunia. Hatinya penuh dengan dendam terhadap Allah dan penolong-penolong agama-Nya. Dan apakah manusia semacam ini merupakan sebaik-baik makhluk, ataukah seburuk-buruk makhluk?

Manusia seperti ini senantiasa akan melakukan maksiat siang dan malam. Ia sukar menyucikan hati sementara usianya semakin lanjut. Semakin lama manusia terlena berbuat dosa, cermin bening dihatinya sedikit demi sedikit ternoda dan menghitam. Bila hal ini terus berlanjut, ia akan berada pada satu keadaan di mana berbuat kejahatan lebih dinikmati ketimbang berbuat kebaikan.

***

Ketika kejahatan menjadi kebiasaan, kebaikan tidak lagi dianggap. Ketika Tuhan telah kita singgirkan dari dalam diri, kita tempatkan mahkluk lain sebagai pengganti-Nya. Ketika kita mengganti kedudukan-Nya dengan selain-Nya, sempurnalah kemusyrikan kita.

Sudah saatnya kita kembali kepada kemanusiaan kita yang bersih. Selama ini, segenap perilaku kita ternyata tidak menunjukkan bahwa kita ini manusia. Kesadaran diri bahwa kita adalah manusia yang sepantasnya berbuat sesuai dengan kemanusiaan kita adalah pembenahan paling awal. Selanjutnya, penghancuran ego, sedikit demi sedikit, harus dijadikan komitmen abadi. Ego yang menganggap diri kita lebih dari yang lain.
"Tidak akan masuk surga seorang manusia yang di dalam hatinya masih ada se-cuil kseombongan."

"Barang siapa yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya". Manusia adalah cermin Tuhan. Kasih Tuhan harus kita terjemahkan dan bumikan ke seluruh alam. Indikasi utama terlaksana tidaknya pembumian kasih itu adalah dengan menerapkan keadilan yang menjunjung tinggi harkat kemanusiaan.

Manusia adalah cermin Tuhan. Cermin adalah subjek pasif. Kedudukan setiap cermin adalah sama dan sejajar. Sempurna tidaknya sebuah cermin tergantung sejauh mana ia dapat memantulkan kesempurnaan Subjek sesungguhnya, yaitu Tuhan. Refleksi kebertuhanan individu berbanding lurus dengan sejauh mana ia dapat menjadi media bagi menyebarnya kasih Tuhan di dunia.

===================================================

kiriman email dari : Gundolo Sosro

17 March 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/17/2008 06:48:00 PM |

Selasa, 18 Maret 2008

Yes 49:1-6; Yoh 13:21-33.36-38.

Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali. Kira-kira tiga tahun lamanya Yesus hidup bersama kedua belas rasul-Nya. Mereka adalah komunitas-Nya, teman-teman dekat-Nya yang paling Ia percaya. Sekarang hidup-Nya di bumi hampir berakhir. Ia akan menghadapi saat-saat berat dan penderitaan hebat. Dapatkah kelompok kecil ini diandalkan? Nanti Petrus akan menyangkal-Nya karena lebih memilih keamanan dirinya ketimbang membela guru-Nya. Wajar andaikata Yesus seperti Yeremia pun merasa “telah bersusah-susah dengan percuma dan menghabiskan kekuatan dengan sia-sia dan tak berguna.” Tapi Ia pantang mundur karena seperti Yeremia juga,” Allah menjadi kekuatan-Nya.”


disalin dari : Angela Merici Biblical Center

16 March 2008

Posted by abbeltri Posted on 3/16/2008 03:15:00 PM | No comments

"Pernikahan"

Saling menghormati timbul karena ada jurang pemisah dan jarak antar pribadi.
Saling menghormati merupakan suatu tindakan hakiki dalam menumbuh kembangkan suatu relasi antar pribadi.

Bila seorang suami-istri, orang tua, anak-anak, teman, pacar, sahabat mau menguasai atau mengontrol pribadi yang lain dengan alasan apapun, maka cinta dan persahabatan yang sejati tidak dapat berkembang, melainkan percek-cokan, pertentangan, dan perpisahan serta penderitaan batin.

Demikian pula sikap hormat juga menduduki tempat yang penting dalam hubungan kita dengan Allah.
Allah tidak pernah memaksakan kehendak-Nya, selayaknya kitapun tidak memaksakan kehendak kita.
(Keluaran 3 : 5 “Lalu Ia berfirman : Janganlah datang dekat-dekat tanggalkan kasutmu dari kakimu, sebab tempat, dimana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus “
Matius 16 : 24 “ lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya : “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku)

Karena ada jurang pemisah antara manusia berdosa dengan Allah yang kudus, Allah yang setia dan manusia yang tidak setia, Allah yang cinta-Nya tak terbatas dan manusia yang cintanya sempit dan picik.
(Mazmur 2 : 4 Dia yang bersemayam di sorga, tertawa ; Tuhan mengolok-olok mereka)

Rasa hormat pada sebuah pernikahan adalah menghormati tempat kudus Allah.
Bahwa dihadapan Allah, kita menghormati Allah dengan pengakuan dan menerima perbedaan dan jarak serta mengajak hidup kudus pada suatu ikatan dengan pendamping hidup kita. Cinta dan belas kasih Allahlah yang menjembatani jurang perbedaan yang dalam dan segala jarak. Karena Allah adalah sumber cinta dan belas kasihan serta kehidupan.
( 1 Korintus 7 : 14 – 15 “Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya, dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus. Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau cerai, biarlah ia bercerai, dalam hal demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera)

Pernikahan adalah sebuah tempat misteri yang harus dilalui dan dialami, bagi mereka yang mau hidup dalam pernikahan, sehingga perlu didekatinya dengan rasa hormat, karena Allah yang misteri berada di dalamnya. Begitupula manusia adalah pribadi yang misteri.
(Matius 19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
Matius 19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.")

Bagaimana dan apapun juga yang terjadi dalam pernikahan; “Allah mengetahuinya, karena tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dihadapan-Nya.
(Mazmur 38 : 10 Tuhan, Engkau mengetahui segala keinginanku, dan keluhkupun tidak tersembunyi bagiMu
Mazmur 69 :6 Ya, Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagiMu
Mazmur 90 : 8 Engkau menaruh kesalahan kami di hadapanMu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajahMu)

Walaupun dengan berbagai cara yang meriah dan mempersiapkan perlengkapan yang mewah dalam menyambut pernikahan, bila tidak menghormati pernikahan = tidak menghormati tempat kudus = tidak menghormati Allah Yang Kudus = tidak menghormati mahluk ciptaan-Nya = tidak menghormati dirinya sendiri = tidak menghormati alam semesta.

Lihat dan pandanglah teladan keluarga Kudus di Nazareth. Yesus, Maria dan Yosef. yang semua anggota keluarganya takwa pada Allah.

(Galatia 6:1. Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
Galatia 6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
Galatia 6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
Galatia 6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
Galatia 6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memeberimu Damai”
God Blessing U

15 March 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/15/2008 04:09:00 PM |

Minggu, 16 Maret 2008

Minggu Palma.

Yes 50:4-7; Flp 2:6-11; Mat 26:14 – 27:66 (27:11-54).

Ia harus disalibkan! Dalam bacaan-bacaan hari ini kita mendengar dua pekik yang berlawanan: “Hosana!” dan “Salibkan Dia”. Yesus yang hari ini disambut dengan gembira dan sorak sorai, di hari Jumat ditolak dan dijatuhi hukuman mati. Betapa labilnya hati manusia. Pada saat menerima sakramen baptis mengucapkan syahadat iman; beberapa waktu kemudian menjadi murtad. Di hari pernikahan bersumpah sehidup semati karena saling cinta. Beberapa bulan atau tahun kemudian cerai karena saling benci. Beda benar dengan Yesus. Ia tetap setia pada misi-Nya di dunia ini, Ia tidak menggantungkan diri pada pendapat umum atau dukungan orang banyak. Mata-Nya hanya tertuju kepada Bapa. Maka dapatlah Ia meneguhkan hati-Nya seperti keteguhan gunung batu.


disalin dari : Angela Merici Biblical Center

Posted by abbeltri Posted on 3/15/2008 02:52:00 PM | No comments

"Relasi"

Kasih merupakan suatu relasi, perjumpaan dan pertemuan pribadi dengan seseorang atau alam sekitarnya.
Kalau hubungan kita dengan seseorang atau alam sekitar baik, maka relasi itu bermakna dan hidup kitapun juga bermakna.

Orang tidak begitu saja dilempar Sang Pencipta ke bumi ini.
Karena orang dipercayakan kepada orang lain.
Hubungan pribadi akan bertumbuh semakin dalam , apabila seseorang berusaha mengenal orang dengan lebih baik, mau berbagi pengalaman dan bekerja sama dengan pihak lain, dan mau melihat keindahan, keunikan serta misteri yang ada dalam diri pihak yang lain. Ini merupakan sebuah proses seumur hidup! Demikian juga relasi kita dengan Allah (Kasih)

Bila kita memandang Allah (kasih) secara keliru, sama halnya memandang seseorang dari penampilan, misalanya harta, kenimkmatan, kesenangan, kekuasaan , kemuliaan yang di cari dan menjadi utama. Maka yang tumbuh adalah kekecewaan dan kepahitan hati. Karena Allah memandang hati.
(1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.")

Agar hubungan antarpribadi dapat bertumbuh semakin baik, kedua pribadi itu harus lebih terbuka satu terhadap yang lain ; yang dibagikan bukan hanya informasi dan gagasan-gasan, tapi juga perasaan, keinginan, nilai, keyakinan, dan cita-cita antara mereka berdua. Demikian juga sebenarnya relasi dengan Allah.
(2 Timotius 3 : 16 – 17 , segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik)

Hanya Allah (Kasih) yang dapat memikat orang lain.
Tanpa Allah (Kasih) mereka ditolak, dan diserahkan kepada yang sama seperti mereka.
(2 Timotius 3 : 12-13 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kritus Yesus akan menderita aniaya, sedang orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan)

Keterbukaan yang dimaksud adalah kesediaan untuk menempatkan hidup pada bagian-bagian hidup ini yaitu hamba Allah, suami-istri, orang tua, anak, teman, sahabat, saudara.
(Kolose 3 ; 18-4:6)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U
Posted by Ivan Shurex Posted on 3/15/2008 11:45:00 AM | No comments

March 16 Palm Sunday Reflection: A Refreshing Desert

Readings:
Isaiah 50:4-7
Psalm 22:8-9,17-18,19-20,23-24
Philippians 2:6-11
Matthew 26"14-27:66 (or Matthew 21:1-11)

"The very large crowd spread their cloaks on the road, while others cut branches from the trees and strewed them on the road." -Matthew 21:8

Before Jesus entered Jerusalem and even before He began His public life, He prepared Himself. One of the places where he frequented during those days was the desert. He went on a 40-day fast and was tempted in the wilderness. Whenever He needed to pray, the desert was one of His favorite sojourns. Although the desert was an arid and barren place, in a spiritual sense, it was where He could be alone with God and listen to Him.

Before any important religious event, my wife and I make it a point to go on a couple-retreat. The Christmas season and the New Year find us at a hotel or a vacation place, not so much to rest, but to ask God for personal messages. The Lenten season finds us always at home, at church or at a retreat house preparing ourselves for Easter. We find ourselves spiritually refreshed with such preparations.

So during this season, go ahead and wave the palm leaves. But be prepared so that your heart will truly welcome Him.
-Rolly EspaƱa

Reflection:
Does the Lenten season pass without entering through your heart and spirit? Retreat to a spiritual place and prepare well for Easter.

Prayer:
Lord, make my heart a fertile place for You to come and provide growth.

14 March 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 3/14/2008 04:45:00 PM | No comments

Sabtu, 15 Maret 2008

HR S. Yosef, Suami SP Maria

2 Sam 7:4-5a,12-14a,16; Rm 4:13,16-18,22; Mat 1:16,18-21,24a atau Luk 41-51a.

Yusuf suaminya seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum. Tidak banyak dikatakan dalam kitab suci tentang Yusuf, suami Maria. Keturunan Daud ini dipilih untuk mewariskan janji Allah kepada Yesus anak Maria, “Aku akan mengokohkan tahta kerajaannya untuk selama-lamanya.” Janji Allah itu diberikan kepada Daud hampir seribu tahun yang lalu. Yusuf, penerus janji Allah ini orang yang luhur hatinya. Dia memilih dirinya dicemarkan ketimbang istrinya. Yusuf yang tahu mengalah dan menempatkan diri di belakang layar, selalu mendapat penghormatan tinggi di dalam Gereja.

disalin dari : Angela Merici Biblical Center

Posted by abbeltri Posted on 3/14/2008 03:09:00 PM | No comments

"Terimalah segala Anugerah hari ini"

Terimalah segala anugerah hari ini :
Terang, udara dan hidup
Gelak-tawa dan air mata,
Kegembiraan dan barang kali juga keajaiban! (Matius 6 : 34)

Kita mempunyai hari yang sama,
Matahari yang sama,
Dan perjuangan yang sama (Lukas 13 : 24)
Kita semua dalam perahu yang sama,
Kita semua harus berlayar bersama (1Petrus 5 : 9-10)
Namun berbeda dalam menyikapi problema yang dilalui,
Semoga senantiasa selalu mengucapkan syukur. ( Roma 14 : 6-8)

Karena tidak ada seorangpun dapat menjadi juri yang baik,
Dalam problemanya sendiri (Yeremia 10 : 33)

Katakanlah dalam diri sendiri:
Yang aku perlukan hanyalah “KASIH”, itu cukup.
Tak perlu memiliki lebih ( 2 Korintus 12 :9)
Agar terbebas dari keegoisan diri yang selalu berputar-putar
Pada diri sendiri dan menjadi pusing! (Ayub 3:25-26)

Rangkullah semua orang dengan senyumanmu,
Berilah keceriaan bagi semua orang dengan keramah tamahanmu.
Jangan pedulikan reaksi mereka, anggaplah masa tranning
menjadi pelayan Tuhan.(Kolose 3 : 23-24)

Misalnya :
Bila memberi uang pada anak jalanan atau peminta-minta atau pengamen,
Jangan berpikir membuat anak atau orang jadi malas,
Atau karena takut cat mobil di sayat (Matius 5 : 45)
Kecuali berpikir takut di rampok!

Apakah tidak memberi, kita menjadi kaya?
Apakah dengan memberi, kita menjadi miskin?(Matius 6 : 7)
Jika ada pikiran macam-macam, janganlah memberi.
Karena pemberianmu tanpa dengan kerelaan hati.(2 Korintus 9 :7)

Kalau dicuri, justru lebih tidak rela.
Uang dalam kantongmu dapat dicuri,(Matius 6 : 19-20)
Seandainya pencuri tidak merampasnya,
Kamu harus meninggalkannya pada saat kematianmu,
Sekalipun kamu berhasil mengamankannya sepanjang hidupmu.(Lukas 12 :20)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U
Posted by Ivan Shurex Posted on 3/14/2008 01:11:00 PM | No comments

Sebaiknya anda tahu

Percaya tidak percaya, sangat bermanfaat sepertinya Teman................
Beberapa Hal Penting yang perlu kita waspadai dan dapat dilakukan sesuatu untuk mengatasinya.
Mudah-mudahan berguna untuk Kita semua :

1. Nomor darurat .
Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di daerah
yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan, silahkan
tekan 112, dan HP akan mencari network yang ada untuk menyambungkan nomor
darurat bagi anda, dan yang menarik,nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad
dilock. Cobalah..

2. Kunci mobil ada ketinggalan di dalam mobil?
Anda memakai kunci remote?Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil dan
remote cadangannya di rumah, tinggal telpon orang rumah dengan HP, lalu
dekatkan HP andakurang lebih 30cmdari mobil, dan minta orang rumah untuk
menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang ada dirumah (waktu menekan
tombol pembuka remote, minta orang rumah mendekatkan remotenya ke telepon
yang dipakainya)

3. Baterai cadangan tersembunyi
Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda sedang menunggu telpon
penting, dan telpon anda dibuat olehNOKIA, silahkantekan *3370#, maka
telpon anda otomatis restart danbaterai akan bertambah 50%.
Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.

4. Tips untuk men-cek keabsahan mobil/motor anda ( Jakarta area only)
Ketik :contoh metro b86301o (merah no polisi anda) Kirim ke 1717, nanti
akan ada balasan darikepolisian mengenai data2kendaraan anda, tips ini juga
berguna untukmengetahui data2 mobil bekasyang hendak anda beli/incar.

5. Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang
untuk mengeluarkan uang dari atm,maka anda bisa minta pertolongan diam2
dengan memberikan nomor pin secara terbalik,misal no asli pin anda 1254
input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya
ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb. Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit orang yang tahu tolong kasih tahu info kepada yang lain.

Semoga bermanfaat.

13 March 2008

Posted by abbeltri Posted on 3/13/2008 03:50:00 PM | No comments

"Home Sweet Home"

Hanya air yang dapat mengubah pasir,
Air adalah kehidupan (2 Petrus 3:5)
Kasihlah air kehidupan (Yoh 7 : 37-38)

Demikianlah dengan kasih dapat mengubah suasana keluarga,
Saling mengasihi antar anggota keluarga (Yesaya 32 :17)
Maka rumah bagai surga bagi penghuninya (Lukas 2: 49)

Kasih itu bagai matahari,
Barangsiapa terkena sinarnya, tidak mati kedinginan (Matius 24 :12)
Walaupun kekurangan materi (Lukas 1 : 50)
Tanpa kasih, orang kekurangan segalanya, walaupun harta berlimpah (Lukas 1: 53)

Rumah bagaikan padang gurun,
Rumah tiada berpenghuni, pergi karena haus cinta.
Rumah menjadi sunyi sepi, tiada kehidupan (Yesaya 5 :9)

Humor serta kesabaran adalah unta tunggangan (Kejadian 24: 11)
Guna menyeberangi padang gurun yang luas (Kejadian 17 : 17)
Humor tidak buta terhadap kelemahan kita (Kejadian 18 ; 12-15)
Dan kelemahan orang lain diterima juga. (Kejadian 21 : 6, Lukas 1:34)

Orang mau menghangatkan keluarga,
Perlu menyalakan api besar di dalam dirinya yaitu “MENGASIHI”
Masuklah kedalam hati anda!
Kembangkan yang khas di dalam diri anda,
Hiasilah interior anda, tempat jantung anda berdetak.
Disanalah timbul sikap dan daya dorong,
Yang dapat menggembirakan atau menyedihkan hati anda.(Mazmur 139 :7-13)

Kalau anda memiliki waktu lima menit saja,
Tahukah anda, apa yang mesti anda perbuat?
Renungkanlah sejenak, Diam dan tenanglah! ( 1 Korintus 12 : 31)

Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku,
Maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering,
Dan kebahagiaan akan terus berlimpah
seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,
maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyak;
nama mereka tidak dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku (Yesaya 48 ; 18-19)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U
Posted by Ivan Shurex Posted on 3/13/2008 11:55:00 AM | No comments

Tuhan pernah berbisik...

Ketika aku kirimkan padamu seorang teman ,
Aku tidak memberikan sesorang
yang sempurna karena engkaupun tak sempurna.
Aku mempertemukanmu dengan
teman-teman yang sama dengan mu ,
sehingga kalian dapat saling mengisi ,
berbagi dan bertumbuh bersama.

Jika kamu memancing ikan , ketika ikan
itu terikat di mata kail , hendaklah
angkat dan jagalah ia dengan baik.
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia
begitu saja.... Karena ia akan sakit
oleh karena ketajaman mata kailmu.
Begitulah juga dalam kehidupan.
Janganlah kamu banyak memberi banyak
pengharapan kepada seseorang , bila
memang rasa itu tak pernah ada.

Ketika kamu menyukai seseorang dan ia
mulai menyayangimu , hendaklah kamu
bisa menjaga hatinya. Janganlah
sesekali kamu meninggalkannya begitu
saja. Karena ia akan terluka oleh
kenangan bersamamu dan mungkin tidak
dapat melupakan segalanya selagi dia
mengingat... ..

Jika kamu menadah air biarlah berpada ,
jangan terlalu mengharap pada
takungannya dan janganlah menganggap ia
begitu teguh , tapi cukupkan sebatas
apa yang kamu perlukan. Karena bila
sekali ia retak , akan sukar bagimu
untuk menjadikannya kembali seperti
semula. Akhirnya kamu akan kecewa dan
ia akan dibuang.

Begitu juga jika kamu memiliki
seseorang , terimalah seadanya.
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan
janganlah kamu menganggapnya begitu
istimewa. Anggaplah ia manusia biasa.
Sehingga apabila sekali ia melakukan
kesilapan maka akan lebih mudah bagi
kamu untuk menerima ketidak
sempurnaannya dan memaafkannya.
Berbagilah kasih , berusahalah saling
menerima dan peliharalah sifat mudah
memaafkan , dengan demikian
persahabatan menjadi lebih indah.

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi
yang pasti baik , putih dan sehat untuk
dirimu , mengapa kamu harus berlengah
dan mencoba mencari makanan yang lain ?
Begitu juga ketika kamu bertemu dengan
seorang yang membawa kebaikan kepada
dirimu , menyayangimu , mengasihimu
dengan tulus dan sepenuh hati , mengapa
kamu harus berlengah dan mencoba
membandingkannya dengan yang lain?.
Ingatlah , jangan pernah mengejar kesempurnaan ,
karena kelak , kamu akan kehilangan yang
terbaik yang sudah kau raih dan kamu
akan menyesal.

Ya Tuhan , terima kasih bisikan
indahmu. Aku mohon ya Tuhan , ketika
aku menyukai seorang teman , tolong
ingatkanlah aku bahwa di dunia ini tak
akan pernah ada sesuatu yang abadi.
Pada masanya , segala sesuatu itu pasti
akan berakhir. Sehingga ketika
seseorang meninggalkanku , aku akan
tetap kuat dan tegar karena aku bersama
Yang Tak Pernah Berakhir , yaitu cinta
mu ya Tuhan...

Orang bijak berucap Mencintai seseorang
adalah keharusan Dicintai seseorang
adalah kebahagiaan Tapi dicintai oleh
Sang Pencipta adalah segalanya.

Sumber : unknown
  • Text Widget