31 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/31/2008 11:50:00 PM | No comments

Minggu Biasa IX, 1 Juni 2008

Minggu Biasa IX, 1 Juni 2008

Bacaan :
Ul 11:18,26-28,32;
Rm 3:21-25a.28;
Mat 7:21-27.

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: “Tuhan, Tuhan!” akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan Kehendak Bapa-Ku.
~Matius 7:21


”Ade sedang apa?” tanya Bapak.

“Sedang bikin puisi buat Bapak.”

“Hmm... bagus. Apa judulnya?”

“Sayang Bapak.”

“Wah... sekarang kalau sayang Bapak, tolong dulu bersihkan motor Bapak.”

“Ah, suruh kakak saja.”

“Kalau tidak, tolong ambilkan air seember dan kainnya untuk bersihkan motor.”

“Tidak bisa, Pak. Ade kan sibuk bikin puisi buat Bapak.”

Sudah pasti ayah lebih senang ditolong Ade bersihkan motor atau diambilkan air daripada dibuatkan puisi. Begitu juga Bapa di surga lebih suka kita melakukan kehendaknya daripada menyebut-nyebut nama-Nya.


disadur dari :Angela Merici Biblical Center
Posted by Ivan Shurex Posted on 5/31/2008 11:28:00 PM | No comments

What if God has Alzheimer’s disease?

June 1 Sunday Reflection

“I never knew you.”
–Matthew 7:23


Readings :
Deuteronomy 11:18,26-28,32
Psalm 31:2-3,3-4,17,25(3b)
Romans 3:21-25,28
Matthew 7:21-27

I have a friend whose father is afflicted with Alzheimer’s disease. This cruel, degenerative disease affects nerve cells of the brain. It causes speech disturbance, lessens mental faculties and other symptoms of senility that may manifest in middle age. Thus a person suffering from Alzheimer’s disease will not remember his past, and worse, will fail to recognize a loved one no matter how close he has been with her.

Friends, here’s my interpretation of today’s Gospel: I don’t believe God will ever forget who we are- no matter how much we fail Him. (I’m a parent, and I will never forget my child, no matter what my child does. But even if parents forget, says the prophet Isaiah, God will never forget you.)

The language the Gospel today uses is dramatic so let us not take it literally. (Other verses, like the one from Isaiah, conflicts with a literal interpretation of this verse.) Instead, this is what I believe: It is we who forget who God is. When we do not do His will, we are inflicted with spiritual Alzheimer’s. We forget God’s love. We reject Him and run away from Him.
Let us pray for healing from this disease of the soul.
-Bo Sanchez

Reflection:
What will God remember about you?

Prayer:
Lord, forgive my transgressions and remember not my iniquities.


sent by : ChristianYouth

30 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/30/2008 05:17:00 PM | 1 comment

Aku Menangis Untuk Adikku 6 Kali

Cerita ini sengaja aku posting supaya semua orang dapat juga merasakan Sentuhan hangat dari persaudaraan.. yang mungkin,hampir saja terlupakan..
Kisah ini mungkin saja terjadi dalam hidup anda..

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya."Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!" Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi.

Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang?

Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.

Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat,tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama,saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang.

Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak,masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.

Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir.

Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku.

Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu.
Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.


Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku."Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya."Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya."Tidak, tidak sakit.

Kamu tahu, ketika saya bekerja dilokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau.
Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada Departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan.
Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang
sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku.

Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.

Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adkku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Sumber: Diterjemahkan dari "I cried for my brother six times"

di kirim oleh : Retny

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/30/2008 04:57:00 PM | No comments

Kalung Mutiara

Ini cerita tentang Anisa, gadis kecil ceria berusia lima tahun .

Suatu sore, Anisa menemani ibunya berbelanja di sebuah supermarket. Ketika menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berkilauan, tergantung dalam kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya. Tapi, dia tahu,ibunya pasti akan keberatan.

Seperti biasa, sebelum berangkat ke supermarket Anisa sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui ibunya untuk dibeli. Tadi ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki berenda yang cantik.

Namun karena kalung itu sangat indah, Anisa memberanikan diri bertanya, "Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi..."

Sang Bunda dengan segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp. 15.000. Dilihatnya mata Anisa yang memandang dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya Ibu bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun dia tak mau bersikap tidak konsisten.

"Oke...Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan, Setuju"

Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya. "Terima kasih .., Ibu" Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya.

Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau.

Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suata malam, ketika selesai membacakan sebuat cerita, Ayah bertanya:

"Anisa..,Anisa sayang nggak sama Ayah?"

"Tentu dong..Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang ayah!"

"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu..."

"Yah.., jangan dong ayah!Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek!
itu juga kesayanganku juga"

"Ya sudahlah sayang.. nggak apa-apa!" Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa.

Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, ayah
bertanya lagi:

"Anisa...,Anisa sayang nggak sih, sama ayah?"

"Ayah, ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada ayah?"

"kalau begitu, berikan pada ayah kalung mutiaramu."

"jangan ayah... Tapi kalau ayah mau, ayah boleh ambil boneka barbie ini."
Kata Anisa seraya menyerahkan boneka barbie yang selalu menenaminya bermain.

Beberapa malam kemudian, ketika ayah masuk ke kamarnya, Anisa sedang duduk diatas tempat tidurnya. Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam diatas pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya....

"Ada apa Anisa, kenapa Anisa?"

Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya.

Didalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya.

"Kalau ayah mau... ambilah kalung Anisa."

Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih.. sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa.

"Anisa.. ini untuk Anisa. Sama bukan ?
Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi
hijau"

Ya.. ternyata ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung
mutiara imitasi.

Moral cerita :
Sahabat, demikian pula halnya dengan Tuhan.
Terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik.

Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa: Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya
tidak iklas bila harus kehilangan.

With love,
Karla.

di kirim oleh : frOm laLaa


28 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/28/2008 07:53:00 PM | No comments

HARAPAN YANG MAMPU MEMBUAT KITA BERTAHAN

Janganlah kita kehilangan harapan, karena dengan harapanlah kita mampu bertahan menghadapi hidup. Dengan harapanlah seorang ibu menyusui anaknya, pedagang di tepi jalan yang tetap semangat berjualan meski tubuh tersengat terik matahari dan terguyur hujan, seorang guru yang tetap setia memberikan ilmu kepada muridnya, seorang bapak rela berlelah-lelah pergi pagi pulang larut untuk bekerja untuk menghidupi keluarganya, seorang karyawan tetap terus berkarya kepada perusahaan dan masih banyak lagi cerita yang membuat orang mampu bertahan dengan menggenggam sebuah harapan.

Tak salah bila petani menanam benih padi di hamparan sawah atau menanam pohon berbuah dengan cercahan harapan menuai hasil panen di kemudian hari.

Seorang janda dengan beberapa orang anaknya yang tetap semangat berjuang dengan gigih menghadapi berbagai benturan kehidupan dengan harapan senyuman manis melihat keberhasilan anak-anaknya saat usia senja menjelang. Orang bijak pernah berujar, sekali kita kehilangan harapan, sendi-sendi kekuatan kita akan hilang terhempas untuk menghadapi dunia ini. Bagaimana dengan kita, apakah membiarkan ia pergi berlalu karena tidak berguna bagi kita atau ia selalu mengiringi setiap langkah perjalanan kita.


==========================
"Orang yang tidak memiliki harapan dan cita-cita sama nasibnya dengan burung yang tidak memiliki sayap untuk terbang" (Mohamad Ali)

'Semua prestasi besar di dunia ini dihasilkan dari mimpi sebagian kecil orang"
(Martin Luther)

"Optimisme adalah keyakinan yang menunjukkan Anda pada kemajuan. Tidak ada prestasi yang bisa diraih tanpa harapan dan kepercayaan diri"(Helen Keller)



di kirim oleh : indo_propolisgold [indo_propolisgold[at]yahoo.com]


Bacaan terkait :

4 Lilin


Posted by Ivan Shurex Posted on 5/28/2008 07:07:00 PM | No comments

Beban hidupku

Jam 7 malam...

Sudah cukup lama aku berkutat dengan pekerjaanku. Aku bersiap-siap untuk meninggalkan kantor. Dengan enggan kuangkat tas berat itu ke pundakku. Beban yang menekan di pundakku terasa begitu mengganggu, tapi aku memang harus membawa tas ini. Di perjalanan pulang, aku mengendarai sepeda motorku masih dengan konsentrasi pada tas yang membebani pundakku.

Seorang anak kecil menyeberang dengan sepedanya tanpa melihat ke kiri dan ke kanan. "Huh!" Aku memaki dalam hati. "Kecil kecil sudah menyebalkan, gimana gedenya nanti." Aku melanjutkan perjalanan masih dengan sejuta omelan dalam hati. Ingin rasanya cepat sampai di rumah, supaya aku bisa beristirahat.

Suara klakson yang berbunyi nyaring mengagetkan aku dari lamunanku. Kulirik spion dan kulihat seorang anak muda dengan mobil mewahnya membunyikan klakson dengan nada tak sabar.

"Huh, kenapa sih dengan orang-orang ini? Emangnya dia nggak lihat kalau jalanan memang lagi macet? Emangnya dikira enak membawa tas seberat ini?"

Ketika sampai di rumah, ternyata perasaan nyaman yang kuimpikan tak dapat kutemui. Suasana hiruk pikuk keluargaku terasa seperti dentuman-dentuman keras di kepalaku.

"Lagi-lagi!" Aku memaki dalam hati. "Aku capek." "Aku ingin istirahat." "Berat sekali yang harus aku angkat." "Kenapa sih nggak ada yang mau mengerti?"

Malam hari...

Akhirnya aku memperoleh ketenangan. Aku bisa tidur dan beristirahat. Tapi tas besar dan berat ini terasa mengganggu sekali. Aku tak bisa tidur. Tapi aku tak bisa melepaskannya. Aku kesal.

"Bapa, kenapa sih berat sekali?
Sungguh-sungguh sangat mengganggu... "
Aku mengeluh sambil meneteskan air mata.

"Mengapa engkau tidak meletakkan tas itu anak-KU?"

"Tapi aku tak bisa BAPA"

"Kenapa?"

"Lihatlah, semua tas ini berlabelkan tanggung jawab. Semua harus aku bawa setiap saat, aku tak bisa meletakkannya."

"Tas hitam yang paling besar ini, lihat tulisan di depannya, PEKERJAAN. Semua tanggung jawab pekerjaanku ada di dalamnya."

"Lalu yang coklat ini, KELUARGA. Aku juga tak bisa meletakkannya. Semuanya adalah bebanku." "Dan yang biru ini, PELAYANAN. ENGKAU tentu tak ingin aku meletakkannya bukan?" Aku berusaha menjelaskan.

BAPA-ku yang baik hanya tersenyum, lalu mendekatiku. "Kemarilah, AKU ingin melihatnya." IA melihat tas hitam besar yang kuletakkan di pundakku.

"Anak-KU, engkau dapat meletakkan tas ini. Ini memang tanggung jawab pekerjaanmu. Dan engkau memang harus menanggungnya. Namun saat engkau melangkah keluar dari kantor, engkau dapat meletakkan tas ini di samping meja kerjamu. Tenanglah, tidak akan ada yang mengambilnya. Lagi pula semua isinya adalah tanggung jawabmu bukan? Percayalah, tak akan ada yang tertarik untuk mengambil tas ini, sehingga keesokan hari, saat engkau kembali ke kantor, pasti tas ini akan tetap ada di sana, dimana engkau meletakkannya. Dan engkau dapat mengambilnya kembali dan melanjutkan tanggung jawabmu".

IA tersenyum menunggu jawabanku.
"Benar BAPA, tapi aku tak dapat meletakkannya. Ia melekat terus di pundakku".

IA menatapku dengan penuh kasih, lalu perlahan mengambil tas itu dari pundakku. "Kemarilah anak-KU." "Di saat engkau tak dapat meletakkannya, AKU dapat membantumu untuk meletakkannya." "Dan esok, AKU pun dapat membantumu untuk mengenakannya kembali." IA meletakkan tas hitam itu di dekat tempat tidurku.

Rasanya pundakku lega sekali. Tas paling berat yang selalu menekanku telah diambil. Aku menggerak-gerakkan pundakku sambil tersenyum. "ENGKAU benar BAPA, rasanya enak sekali. Ringan" . "Besok aku akan lebih siap untuk melanjutkan pekerjaanku." "Besok, pasti tas itu tidak akan terasa terlalu berat lagi".

Aku menatap wajah BAPA-kuyang penuh kasih. Sungguh indah senyum dan sinar mata-NYA. IA menatap tas coklat di pundakku.

"Lalu itu? engkau tidak ingin meletakkannya juga?"

"BAPA, aku tidak bisa. Ini adalah tanggung jawab KELUARGA. Ke mana pun aku pergi aku harus membawanya."

"Anak-KU, AKU sungguh bahagia karena engkau memperhatikan setiap tanggung jawab yang KU-berikan padamu mengenai keluargamu." "Tapi engkau pun tak boleh lupa, bahwa keluargamupun adalah milik-KU." "Dan AKU memelihara setiap kepunyaan-KU." Engkau memang harus membawa tas itu bersamamu, tapi sesekali letakkanlah, agar engkau dapat bermain dengan bebas dengan keponakanmu, bercanda dengan kakakmu, atau sekedar berbincang dan bercerita dengan orang tuamu."

"Rasanya belakangan ini AKU jarang melihatmu melakukannya".

Aku tertunduk malu. IA benar. Aku membawa tas ini kemana-mana, dan kulaksanakan setiap tanggung jawab untuk keluargaku, tapi sepertinya ternyata tas ini menjadi jauh lebih berharga dari pada kehadiran keluargaku sendiri.

Sekali lagi BAPA mengambil tas dari pundakku. "Mari anak-KU, letakkanlah." "Di saat engkau perlu, letakkanlah." "Karena engkau dapat yakin, walaupun engkau meletakkannya dan meluangkan waktu dengan keluargamu, AKU-lah yang akan tetap menjagamu dan keluargamu". Dan pundakku menjadi jauh lebih lega.

Kini hanya tinggal satu tas biru yang masih memberati pundakku. "BAPA, tas yang satu ini sungguh-sungguh tak dapat kuletakkan." "Setiap saat setiap waktu aku harus membawanya." "Karena setiap detik kehidupanku adalah pelayananku untuk-MU."
"ENGKAU tentu tak ingin aku meletakkannya bukan?"

"Hmm... benar juga". Aku terkejut mendengar jawaban-NYA. Sepertinya agak tidak sesuai harapanku. IA telah membantuku meletakkan kedua tasku sebelumnya, dan sepertinya aku sungguh-sungguh berharap agar tas ini juga dapat kulepaskan.

"Mari coba kulihat tas itu" IA melihat dan meraba tas biru yang masih melekat di pundakku.

"Anak-KU, sepertinya ada yang salah dengan tasmu ini. Kemarilah, coba lepaskan". IA mengambil tas biruku.
"Anak-KU, engkau benar. AKU ingin agar engkau selalu melayani-KU dalam setiap detik kehidupanmu." "Dan percayalah, itu sungguh-sungguh menyenangkan hati-KU." Tapi sepertinya tasmu ini bahannya terlalu berat, sehingga menekan pundakmu terlalu berat."

Kemudian Ia memberikan aku satu tas biru yang lain. "Ini, pakailah tas ini sebagai gantinya. Ini merupakan tas dengan bahan KASIH." Jika engkau meletakkan semua pelayananmu di dalamnya, niscaya engkau tidak akan terbebani dengan tasmu ini".

Aku menerima tas baruku dari tanganNya, lalu memindahkan semua isi tas lamaku ke dalam tas berbahan KASIH itu. Aku mencoba mengangkatnya. Ternyata Bapaku benar. Tas itu kini terasa ringan dan sungguh nyaman di pundakku.

Aku memandangNya penuh kasih.
"Terima kasih BAPA, Aku sungguh mengasihi-MU.
"Terima kasih untuk pelajaran-MU hari ini".

* * * * *

Pagi ini aku memulai hari dengan senyuman. Istirahatku sudah cukup. Dan aku siap untuk menghadapi tantangan hari ini. Di perjalanan, aku masih tetap bertemu orang-orang yang menyebalkan, namun tidak lagi memaki dalam hati, melainkan aku berdoa untuk mereka. Mungkin mereka juga masih selalu membawa tas mereka kemana-mana atau mereka juga mengenakan tas dengan bahan yang salah. Banyak sekali.

Aku melihat ada yang membawa dua tas besar, tiga bahkan empat.
Tulisannya pun bermacam-macam, ada PEKERJAAN, KELUARGA, PELAYANAN, KULIAH, SEKOLAH, BISNIS, dan masih banyak lagi.

Memang tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita pikul dan harus kita selesaikan. Tapi kita pun harus tetap belajar untuk menempatkan di saat mana kita harus mengangkat dan di saat mana kita harus meletakkan.

Dan aku terus belajar ...

* * * * *

Seseorang yang bijaksana pernah bertanya padaku:
"Mana yang lebih berat, mengangkat sebuah gelas dengan satu tangan selama 1 jam penuh, atau mengangkat gelas tersebut selama 10 menit lalu meletakkannya sejenak dan mengangkatnya kembali selama 10 menit dan demikian seterusnya sampai 1 jam?"

* * * * *


di kirim oleh : Alexander Kumoro



27 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/27/2008 07:46:00 PM | No comments

4 LiLin

Ada 4 lilin yang menyala,
Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: "Aku adalah Damai." "Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!"
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: "Aku adalah Iman." "Sayang aku tak berguna lagi." "Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala."
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:"Aku adalah Cinta" "Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala." "Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna."
"Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya."
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga...

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: "Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!"

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

" Akulah H A R A P A N "

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N.
yang ada dalam hati kita....dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!


di kirim oleh :admin_pengembangan [admin_pengembangan[at]karismabookstore.com]


26 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/26/2008 07:50:00 PM | No comments

PRASANGKA

Alkisah seorang wanita tua memenangkan sekeranjang koin di sebuah mesin judi di Atlantic City. Tentu ia sangat excited dengan kemenangan luar biasa malam itu, dan merencanakan untuk merayakannya bersama suami dengan makan malam bersama.

Sementara suaminya memesan tempat ke subuah restoran, wanita tua ini kembali ke kamar untuk menyimpan sekeranjang koin kemenangannya itu.

Tentu dengan perasaan was-was, karena takut dirampok.

Ia naik kemar melalui lift yang tersedia, dan ketika ia masuk, di dalamnya ternyata masuk juga dua pria negro berkacama hitam, bertubuh kekar dan kelihatan sangat sangar. "Aduh, jangan-jangan mereka ini perampok yang mengincar para penjudi yang habis menang," pikirnya.

Tetapi wanita tua itu, meski dengan ketakutan, masuk ke dalam lift juga.

"Ah, pasti bukan," hiburnya dalam hati. Tetapi toh ketakutannya makin bertambah, apalagi ketika dilihatnya --dari sudut matanya, mereka tidak tersenyum sama sekali! Wanita tua itu lalu mendekap erat keranjang koinnya dan berbalik menghadap pintu untuk menutupi rasa takutnya.

Jantungnya berdegup keras ketika ternyata lift tidak bergerak!

"Waduh, mati aku! Mereka pasti akan merampokku!" pikirnya. Wanita tua itu mulai panik! Keringat dingin bercucuran! "Tuhan, saya telah terperangkap oleh dua perampok ini!" di dalam hati ia berdoa.

Tiba-tiba salah satu dari dua orang negro yang seram itu berkata keras memecahkan kesunyian, "Hit the floor!" Secara refleks wanita tua itu pun tiarap memukul lantai lift, sehingga keranjang koinnnya tertumpah dan koin berhamburan di dalam lantai lift! Ia diam sambil tetap menunduk panik dan berdoa, "Tuhan, tolong saya!"

Kemudian ia merasakan uluran tangan dari salah satu negro itu, "Mam, saya meminta teman saya untuk menekan tombol lantai berapa kita akan menuju, bukan meminta Anda memukul lantai lift!" kata pria itu sambil menahan tawa luar biasa.

"Ya ampuuun." wanita tua itu merasa malu sekali dan meminta maaf kepada dua orang negro itu yang disangkanya akan merampoknya.

Dua orang negro itu, sambil tetap menahan tawa membantu mengumpulkan koin-koin serta mengantar wanita tua itu ke depan pintu kamar.

Tawa mereka meledak bersama-sama ketika si wanita tua itu kembali minta maaf dan kemudian masuk ke dalam kamar.

Esok paginya, di depan kamar wanita tua itu diletakkan rangkaian bunga dengan ucapan, "Terimakasih untuk tawa terbaik yang kita lakukan bersama tadi malam." - dan di bawahnya tertera nama bintang film dan pebola basket negro terkenal di Amerika Serikat.

Jangan memulai sesuatu dengan prasangka dan pikiran negatif, karena hal itu akan membawa Anda kepada tindakan-tindakan yang salah, yang kesalahan itu akan makin membesar seperti bola salju.

Saatnya Anda menyortir "prasangka-prasangka" yang telah membuat hidup Anda kehilangan arah.

"Jangan memelihara "piaraan" yang bernama prasangka, karena prasangka akan membuat arah tindakan Anda keluar dari rel."



di kirim oleh : indo_propolisgold [indo_propolisgold[at]yahoo.com]


25 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/25/2008 07:38:00 PM | No comments

HATI YANG SEMPURNA

Pada suatu ketika di suatu desa ada seorang pemuda yang membanggakan hatinya yang katanya sangat sempurna. Dia berteriak di tengah kerumunan orang sambil memamerkan hatinya itu dan berkata,

" Lihatlah hatiku ini, sangat indah bukan? Lihatlah warna yang merah segar dan bentuknya bagus, benar-benar hati yang sempurna ya."

Maka semua orang memperhatikan hati pemuda itu dan mereka berdecak kagum melihatnya. Tiba-tiba datanglah seorang kakek dan berkata,

" Hatimu memang bagus Nak, tapi kalau aku harus menukar hatiku dengan hatimu, aku tidak akan mau melakukannya."

Maka orang banyak pun beralih memperhatikan hati Sang Kakek itu. Tapi hati Sang Kakek sama sekali tidak bagus, terdapat banyak celah dan bahkan ada bagian yang kosong di hatinya. Sama sekali tidak menarik. Maka dengan terheran-heran anak muda itu bertanya,

" Mengapa engkau tidak mau menukar hatimu yang jelek itu dengan hatiku yang jelas-jelas lebih bagus ini, Kek?"

Sang Kakek menjawab," Hatiku jadi berbentuk begini karena aku sering memberikannya kepada orang lain, bila aku melakukannya, kadang-kadang mereka juga memberikan hati mereka, walaupun tidak sama besar, terdapat banyak celah di hatiku karena aku menerima bagian yang tidak sama dengan yang sudah kuberikan, ada juga orang-orang yang telah kuberikan hatiku tidak memberikan hati mereka juga sebagai balasannya, dan itulah sebabnya mengapa ada bagian-bagian yang kosong dalam ruang hatiku ini. Karena ada sebagian orang seperti engkau anak muda, yang menjaga hatinya rapat-rapat dan tidak mau memberikan sedikit pun hatinya kepada orang lain karena takut dilukai, takut dikhianati dan tidak dibalas."

===============================

Sama juga dengan kita rekan-rekan sekalian, berapa banyak dari kita seperti anak muda itu, yang menutup rapat-rapat hati kita dan tidak mau membagikan kasih karena merasa takut tidak akan mendapatkan porsi yang sama besar dengan yang telah kita berikan? Atau takut saat kita mengasihi orang, lalu kasih yang telah kita curahkan itu tidak dibalas atau diabaikan oleh mereka?

Semoga artikel ini dapat membuka pikiran kita, mari kita saling mengasihi dan membuka diri terhadap sesama yang memerlukan curahan kasih dan bantuan kita. Biarlah hati kita bentuknya tidak bagus asal Tuhan saja yang bisa melihat dan menghargai indahnya hati kita.(Lucia Andriani)


di kirim oleh : Gunawan Kurniawan


Posted by Ivan Shurex Posted on 5/25/2008 07:26:00 PM | No comments

TUJUAN UTAMA

By: Dr. Joyce Brothers
From: HOW TO GET WHATEVER YOU WANT OUT OF LIFE


Kalau anda telah berhasil menemukan lelaki atau perempuan yang merupakan cinta sejati anda, Yang ingin anda jadikan teman hidup anda Yang merupakan inspirasi anda menuju sukses Yang menjadikan hidup ini lebih berarti Yang merupakan pusat kehidupan anda Yang menarik, baik dibidang seks maupun dibidang intelektuil Yang dapat ikut tertawa dengan anda, menangis bersama anda.

Yang mencintai anda
Yang ingin bekerja bersama-sama anda membentuk keamanan, cinta dan kekuatan yang memenuhi diri anda masing-masing Maka anda betul-betul beruntung dan terberkati.

Cinta merupakan sarana yang kuat sekali, sarana phsycologis yang indah, memperkaya kita. Cinta merupakan bentuk kekuatan yang maximal. Cinta merupakan kebalikan dari manipulasi, kita tak memikirkan keinginan kita, tetapi apa yang diinginkan oleh yang lain, apa yang dibutuhkannya dan apa yang membahagiakannya.

Kekuatan Cinta ini tak dimiliki oleh kekuatan apapun juga dibidang lain, baik politik, keuangan ataupun kejayaan duniawi. Inilah kekuatan kemanusiaan yang tak ada bandingnya.

Dimana manipulasi tak berarti lagi, Cinta bersemi. Dimana anda telah memikirkan kepentingan orang yang anda cintai dan tak memikirkan lagi reaksi orang terhadap diri anda. Dimana anda berani membuka, memperlihatkan keadaan diri anda setelanjang mungkin, tanpa tedeng aling.

Inilah rahasia Cinta, tak takut memperlihatkan kejelekan kita dalam arti yang sebenarnya. Inilah syarat untuk dapat mempertahankan dan memperkembangkan Cinta. Memang membutuhkan keberanian, membuka diri sendiri, mempercayai orang lain. Dan banyak yang tak berani melakukannya.

Sebagai seorang pshycolog, seorang ibu dan seorang istri, aku yakin bahwa:
Kita harus mempunyai keberanian untuk menyerahkan diri sepenuhnya, cinta itu tak dapat diperintah ataupun diminta, seperti juga orang tak dapat meminta dan memerintahkan kebahagiaan.

Cinta itu tumbuh dari keberanian memberi, membuka diri pada yang lain, menyayangi dan tak takut ditelanjangi isi hatinya, hasilnya tak terukur oleh nilai manusia. Cinta kita semakin tumbuh, menit demi menit, makin lama semakin dalam dan berisi, sehingga akhirnya merupakan bagian dari diri kita sendiri, sumber keberanian dan hiburan, suatu emosi yang dapat mengatasi kebosanan hidup.

Hanya cintalah yang dapat mewarnai hidup kita begitu indah, sehingga waktu akan mengalir tanpa terasa, mencapai puncak ekstase segala perjalanan hidup.

Semakin dalam cinta itu, semakin kita menyadari bahwa penelanjangan diri kita bukanlah sesuatu yang dipermalukan, karena kita dilindungi, dikuatkan dan diisi oleh Cinta.

Inilah tujuan utama, dan ini dapat menjadi milik anda juga.

===============================================
Telah kuobservasi berpuluh orang yang bahagia, yang sukses, yang kaya dan bahagia, kuadakan research, sejauh mana motivasi dan manipulasi mereka, dalam segala taraf energy dan kemampuan mereka. Konklusinya:

MEREKA SADAR AKAN CITA-CITA HIDUP MEREKA, MEREKA MENDAMBAKAN SESUATU DENGAN SEPENUH HATI DAN BETUL-BETUL BERUSAHA UNTUK MENDAPATKANNYA, AKAN MENDAPATKANNYA.

===============================================


di kirim oleh : Seting Setiawan

24 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/24/2008 06:42:00 PM | No comments

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Minggu, 25 Mei 2008
H.R. Tubuh dan Darah Kristus.

Bacaan :
  • Ulangan 8:2-3,14b-16a;
  • 1 Korintus 10:16-17;
  • Yohanes 6:51-58.
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Itulah ucapan Yesus yang menimbulkan kontroversi di antara orang Yahudi. Banyak menganggapnya “keras” dan karena itu meninggalkan Dia. Yesus minta kita menerima Dia utuh-utuh, dan menjadikan diri-Nya, pribadi dan ajaran-Nya bagian dari diri kita, darah daging kita.

Dengan demikian jadilah “Aku di dalam engkau dan engkau di dalam aku.” Cinta menyatukan. Dua kekasih menjadi satu tanpa kehilangan kepribadian masing-masing. Seperti kata Paulus, “Aku hidup, tapi bukan aku lagi yang hidup, melainkan Dia hidup di dalam aku.


disadur dari :Angela Merici Biblical Center
Posted by Ivan Shurex Posted on 5/24/2008 06:18:00 PM | No comments

Each Person is a Gift

May 25 Corpus Christi Sunday

“…we though many, are one body, for we all partake of the one loaf.”
-1 Corinthians 10:17

Readings:
  • Deuteronomy 8:2-3,14b-16a
  • Psalm 147:12-13,14-15,19-20 (12)
  • 1 Corinthians 10:16-17
  • John 6:51-58

Frances brings in the flowers for the altar. Little Alex shakes the maracas as people come in. Myra goes around and gives everyone a buzz on the cheek. Meanwhile, parents and friends post song sheets on the walls, arrange chairs, set up the altar, prepare materials for the mime and the like.

This is how an ordinary Faith and light celebration starts. The special children do their share cheerfully, and end up being a source of grace and joy for their parents and friends.

The parents share their joys and pains in caring for their special children. They become models of patience and faith to their friends.

We, the friends, simply make ourselves available and do whatever we can to make the children feel God’s special love for them. We end up being nourished by the special children’s unconditional love and acceptance.

These three basic components of our community- special child, parent, friend- all have different orientations in life. But acknowledging the presence of Jesus in each of us has made our community a source of grace, peace and joy for us.
-Tess Atienza

Reflection:
How well do I recognize each person’s contribution to my own life? How well do I share myself for the good of the other?

Prayer:
Lord, help me to see each person as a gift. And make me a gift to others, too.


sent by : ChristianYouth


23 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/23/2008 12:11:00 AM | No comments

SI TUKANG KAYU

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. "Ini adalah rumahmu," katanya, "hadiah dari kami."

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.


Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik.

Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang sedang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.


Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.

Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi.

Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan. "Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri". Bagikanlah renungan ini kepada sahabat dan teman-teman anda, niscaya kebajikan dan hikmat akan kembali jua kepada kebaikan yang Anda bagikan.


Sumber : http://kumpulanartikelkristen.blogspot.com/

22 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/22/2008 11:52:00 PM | 1 comment

Hidup ini Indah

Seorang anak laki-laki buta duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terbalik di kakinya untuk menampung sumbangan dari orang-orang lewat. Ia menaruh sebuah karton putih dengan tulisan: "Saya buta, tolonglah saya."

Di topi itu terlihat sedikit koin. Seseorang berjalan mendekat. Ia mengambil beberapa koin dari kantungnya dan menjatuhkannya di topi itu. Ia kemudian mengambil karton putih itu, membaliknya dan menuliskan beberapa kata. Ia menaruh kembali karton putih itu sehingga setiap orang yang berjalan melewati anak buta itu dapat membaca kata-kata barunya.

Dengan segera topi itu mulai dipenuhi koin. Banyak orang mau memberi uang kepada anak buta itu. Sore harinya lelaki yang telah mengganti perkataan di karton putih itu datang lagi untuk melihat bagaimana hasilnya. Anak laki-laki buta itu mengenali lelaki itu dari langkah-langkah kakinya, sehingga ia bertanya, "Apakah bapak adalah orang yang mengganti tulisan di karton putih tadi pagi? Apa sih yang bapak tulis?"

"Saya hanya menuliskan kebenaran. Saya menuliskan apa yang engkau tulis tapi dengan cara berbeda." Apa yang ia tulis adalah: "Hari ini hari yang indah, namun saya tak dapat melihatnya."

Apakah karton dengan tulisan pertama dan kedua sama? Tentu saja kedua tulisan itu mengatakan kepada orang-orang lewat bahwa anak itu buta. Karton dengan tulisan kedua mengatakan bahwa mereka sangat beruntung dapat melihat hari yang indah karena mereka tidak buta. Janganlah heran kalau karton kedua lebih efektif mengajak orang bersyukur dan mendorong orang-orang untuk memberi uang kepada anak buta itu.

Bersyukurlah atas setiap yang ada pada kita ataupun yang tidak ada pada kita.

Ayo, kita kreatif.
Ayo, kita inovatif.
Berpikirlah dengan cara lain dan dengan positif.
Ajaklah orang-orang untuk berbuat baik dengan cara bijaksana.

Jalanilah kehidupan tanpa berdalih dan kasihilah orang lain tanpa penyesalan. Andaikan kehidupan memberikan anda 100 alasan untuk menangis, tunjukkanlah dalam kehidupan bahwa anda memiliki 100 alasan untuk tersenyum.

Hadapilah masa lalu tanpa penyesalan.
Siapkan masa depan tanpa ketakutan.
Pertahankan iman dan buanglah ketakutan.
Jangan percayai keraguan anda dan jangan ragukan keyakinan anda.

Hidup ini indah seandainya anda tahu bagaimana menjalani kehidupan. Setiap hari itu istimewa sesuai dengan keinginan anda.... dan buatlah hari ini luar biasa!


Sumber : http://pentas-kesaksian.blogspot.com/

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/22/2008 11:38:00 PM | No comments

Manusia Bonsai

Menegur, bukan pekerjaan yang mudah untuk dilakukan, anda pasti setuju kalo saya katakan, dalam menegur seseorang tidak hanya butuh keberanian saja tapi juga Hikmat, salah-salah justru kita yang akan kena masalah sebab tidak semua orang rela ditegur, padahal sudah jelas bahwa orang itu memang pantas untuk mendapatkan sebuah terguran.

Kalau posisi menegur saja sulit, bagimana jika posisi kita sebagai orang yang ditegur ? pasti lebih sulit lagi karena butuh jiwa besar untuk menerima sebuah terguran. Tidak pandang orang, sekalipun yang menegur orang tua atau sahabat belum tentu kita siap menerima teguran.

Sebenarnya, setiap orang membutuhkan teguran, tampa teguran kita tidak akan pernah tau arti dari sebuah kesempurnaan. Dengan adanya teguran, kita tau bahwa kita tidak sempurna seperti yang kita kira selama ini.

Teguran tidak memandang status, apakah dia kaya atau miskin, berpendidikan atau tidak berpendidikan, tua dan muda, dan kita juga wajib menegur seseorang karena dengan menegur menunjukkan bahwa kita mengasihi mereka.

Tujuan dari teguran yg baik adalah supaya orang yg ditegur itu tau bahwa apa yg dia lakukan itu kurang tepat,dan perlu ada perbaikan ! ! ! BERTUMBUH dari yg kurang baik menjadi lebih baik.
Menegur seseorang, haruslah karena punya maksud yg baik dan dengan KASIH, bukan sekedar “koreksi” apalagi kalau hanya bertujuan untuk “mojokin” sebab kalau motivasi dan cara kita menegur tidak bernar, bisa timbul pertengkaran . . . niat baik belum tentu ditanggapi dengan baik.

Bertumbuh dalam arti bermakna bagi orang lain, menjadi contoh, berubah dari yg kurang baik menjadi lebih baik . . dan lebih bagus lagi kalau setelah melalui pembentukan kita bisa menjadi BERKAT bagi orang lain.

Saya coba memberikan anda ilustrasi, yaitu antara pohon beringin, yang tumbuh alami dan pohon beringin yang dibonsai.

Dari sudut keindahan, pohon beringin yang di bonsai kelihatan unik, dan tentu saja kalau dijual harganya cukup mahal, tapi tidak mampu menjalankan fungsinya selayaknya pohon beringin yang tumbuh dengan normal.
Disamping itu, dalam proses membuat pohon beringin ini mejadi “kecil”, membutuhkan banyak waktu dan biaya yang cukup besar mulai dari proses sampai akhirnya biaya untuk perawatan.

Sangat berbeda dengan pohon beringin yang dibiarkan tumbuh alami, tumbuh besar dan kokoh, tak jarang pohon beringin dimanfaatkan untuk berteduh dari hujan atau panas atau bahkan bagi pejalan kaki bisa dimanfaatkan untuk berteduh sambil menghilangkan rasa lelah.

Untuk menjadi kuat dan kokoh tidak seperti mudahnya membalikkan tangan, Pohon beringin melewati banyak peristiwa dan proses dalam hidupnya. Pada saat musim hujan, harus tetap bertahan dari kencangnya angin dan pengikisan tanah dari air yang mengalir yang bisa mengakibatkan pohonnya roboh , dimusim kering harus bertahan untuk tidak mati kehausan, belum lagi kalau ada orang iseng yang lewat sambil menggores-gores batang pohon dengan benda tajam. Disamping itu, beberapa bulan sekali ada pria-pria gagah yang memotong ranting-rantinya yang sudah hampir mengenai tiang listrik sehingga ada beberapa ranting yang di tebang.

Sangat menyakitkan bagi pohon beringin, ketika melihat ranting-rantingnya yang penuh dengan dedaunan yang hijau harus ditebang. Dari pembicaraan orang-orang tinggi besar yang memotongnya mengatakan, kalau tidak ditebang bisa menggangu kable listrik yang ada diatas kami. Apalagi ketika ada anak-anak yang bermain sepeda dan istirahat di bawah beringin untuk menghindari hujan tapi ternyata mereka mencoret-coret batang pohon dan mengukir sesuatu dipohon, rasanya sakit sekali . .. mereka menyebutnya “pisau”.

Begitu banyak rintangan , cobaan dan godaan yang beringin alami tapi tetap punya semangat untuk bertumbuh dan selalu sukacita memberikan tumpangan bagi orang yang membutuhkannya.

Bagaimana dengan anda ?

Bagaimana sikap anda, ketika melihat Pendeta atau Hamba Tuhan yang anda kagumi berbuat hal yang memalukan, atau berbuat hal-hal yang tidak pantas dilakukan orang seorang Pelayan Tuhan, langsung mengundurkan diri dari gereja ? Ketika ada berada dipadang gurun atau ada beberapa batu kerikil yang mengenai anda,membuat anda memutuskan untuk lari dari Tuhan ?

Bagaimana reaksi anda ketika ada yang menegur ? Terkadang Tuhan memakai orang lain untuk menegur kita, untuk memakai orang-orang disekitar kita untuk membuka hati dan pikiran kita.

Sama seperti pohon beringin ini, semakin banyak luka-luka yang melekat di tubuhnya justru membuat nya semakin kelihatan kokoh. Begitu juga dengan kita, tapi segala sesuatunya tergantung bagaimana sikap kita dalam menanggapi setiap teguran yang ditujukan pada anda.

Amsal 12:1
Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.

Sumber : http://shtarigan.revival.or.id/
Posted by Ivan Shurex Posted on 5/22/2008 11:29:00 PM | No comments

Bagaimana Mengambil Keputusan ?

Sahabat, setiap kali kita membuka mata dipagi hari dan melangkahkan kaki untuk pertama kali pagi itu, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan. Keputusan yang kita ambil akan berpengaruh kepada apa yang akan kita capai sepanjang hari itu.

Pada gambaran yang lebih besar, setiap keputusan yang kita ambil, akan mempengaruhi kehidupan kita di masa yang akan datang:

- kualitas hidup pribadi,
- maju mundurnya karir,
- keberhasilan hidup berkeluarga,
- .. dll

Harus diakui bahwa memutuskan sesuatu yang penting bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Tapi hal itu tak berarti kita 'diperbolehkan' untuk menghindarinya!

Saya harap beberapa point di bawah ini, cukup berguna bagi Anda, dalam usaha pengambilan keputusan. Anda dapat mempergunakannya dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan berkeluarga, .., bahkan dalam bisnis.

***

1. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah: berdoa!
Mohonlah pimpinan Roh Kudus agar Anda selalu diberi pikiran jernih dan hati yang terbuka.

2. Jangan takut! Jadilah pengambil keputusan, karena jika tidak, maka orang lain atau keadaan yang akan melakukannya; dan Anda dengan terpaksa menerimanya.

3. Camkan: tak ada waktu untuk si peragu!

4. Pertimbangkan dengan matang keputusan yang akan diambil. Olah data or informasi yang Anda miliki dan pertimbangkan dengan akal sehat apa untung ruginya. Ini artinya Anda sebelumnya sudah mengumpulkan data dan informasi sebanyak-banyaknya. Pertimbangkan setiap resiko yang ditimbulkan.

5. Jangan terlalu lambat dan jangan juga terlalu cepat mengambil keputusan. Perhatikan setiap perkembangan yang terjadi dan bagaimana hal itu menguntungkan Anda.

6. Tetapkan batas waktu kapan Anda harus sudah memiliki keputusan. Bekerjalah berdasarkan batas waktu itu dan jangan menunda-nunda.

7. Anda harus memilih tujuan akhir dari keputusan yang akan diambil, contoh:

- menguntungkan orang banyak,
- menguntungkan perusahaan,
- menguntungkan diri sendiri, atau
- menguntungkan bagi semua orang.

Buatlah daftar dari alternatif keputusan yang akan diambil.
Pertimbangkan mana yang paling baik untuk diambil.

8. Pertimbangkan setiap data or informasi yang dapat 'merugikan' keputusan yang akan Anda ambil. Dan tentukan bagaimana Anda harus menghadapinya. Bisakah data itu dipergunakan untuk mendukung keputusan Anda?

9. Yang terbaik adalah: keputusan yang Anda ambil haruslah membawa faedah bagi semua/banyak orang.

10. Sampaikan keputusan yang Anda ambil pada waktu yang telah ditentukan atau pada waktu yang paling tepat menurut pengamatan Anda. Yakinkan pendengar bahwa keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang matang.

Sampaikan argumentasi Anda jika memang diperlukan. Dan jangan pernah bergeser dari keputusan yang sudah Anda ambil walau banyak yang keberatan! Anda sebelumnya sudah mempertimbangkan banyak hal bukan?

11. Untuk setiap keputusan yang Anda ambil, bisa saja hasilnya tak seperti yang diharapkan. Jika hal ini terjadi, Anda tak perlu menyesalinya. Yang perlu Anda lakukan adalah mempertanggungjawabkannya dan menjadikannya pelajaran dalam mengambilan keputusan di masa yang akan datang.

12. Kerahkan segala upaya dan sumber daya yang ada untuk membuat keputusan yang Anda ambil berhasil dilaksanakan. Lakukanlah evalusi dari pelaksanaannya. Berhasil atau tidak, itu semua tergantung kepada usaha Anda, bukan orang lain. Adalah satu kesalahan besar jika Anda mengambil satu keputusan lalu berharap orang lain yang akan melaksanakannya sampai berhasil!

13. Sebaiknya dalam rangka pengambilan suatu keputusan, Anda melibatkan orang-orang yang nantinya akan membantu Anda melaksanakan keputusan itu. Saran dan informasi dari mereka sangat berharga untuk nantinya mensukseskan pelaksanaan keputusan itu.

***

Setelah keputusan diambil, perhatikan sikap dan tindakan Anda, jangan sampai merusak or mengingkari akibat-akibat yang dihasilkan oleh keputusan itu.

Semoga bermanfaat, Tuhan Yesus memberkati.

Putra Hulu


Sumber : http://putra-hulu.blogspot.com/

20 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/20/2008 10:19:00 PM | 1 comment

RASA SAKIT

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala hal yang mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
—Roma 8:28


Baca: Roma 8:18-30

Saya tidak akan pernah melupakan ketika anak bungsu kami, Matthew, terjatuh dan pergelangan tangannya patah. Parah sekali keadaannya! Pergelangan tangannya itu terpelecok sehingga tangannya mengalami luka yang mengerikan.

Kami bergegas membawanya ke rumah sakit dan dokter mulai memperbaiki posisi pergelangan tangannya. Saya melihat dokter itu menarik dan memutar lengan Matthew. Saya hendak melompat dan menjauhkan dokter itu dari putra saya! Namun, saya hanya duduk dan menyaksikan, mengetahui bahwa penderitaan itu diperlukan untuk memulihkan Matt kembali.

Jika kita memercayai dokter duniawi untuk melakukan hal itu pada anak-anak kita, betapa kita harus lebih percaya kepada Allah, sang Tabib Agung, untuk memperbaiki hidup kita yang rusak “untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya” (Rm. 8:29). Salah satu tujuan Allah melalui rasa sakit yang kita alami adalah untuk memeteraikan citra Yesus di hati kita. Dapatkah kita menangis dengan mereka yang menangis? Mungkin Allah hendak menodai pipi kita dengan air mata kita sendiri supaya kita dapat berempati kepada orang lain seperti yang dilakukan Yesus. Apakah kita merasa sanggup mencukupi sendiri kebutuhan kita? Allah mungkin akan menanggalkan kenyamanan kita untuk membuat kita bergantung pada kecukupan yang dari Allah seperti yang diperlihatkan Kristus. Apakah kita kurang beriman? Mungkin dibutuhkan sebuah tragedi yang mengajar kita untuk memercayai Allah seperti Yesus memercayai-Nya.

Jika Anda merasa “patah”, jangan panik—pujilah Allah! Pada saat itulah, Dia sedang bekerja! —JMS

Retak-retak dalam hidup dapat diperbaiki
Dengan beriman kepada Kristus Tuhan—
Mula-mula terasa sakit, tetapi kemudian ada pemulihan
Dan hidup kita dipulihkan.
—Hess


Tujuan Allah melalui rasa sakit yang kita alami adalah untuk memeteraikan citra-Nya dalam hati kita.


Sumber : http://www.rbcintl.org/
Posted by Ivan Shurex Posted on 5/20/2008 09:50:00 PM | No comments

BOBOT SEBUAH DOA

Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan. John Longhouse, si pemilik supermarket,mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya.”Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang.

John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. “Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi,” alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata : “Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini. “Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, “Tidak perlu,Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja ?”" Ya, Pak. Ini,” katanya sambil menunjukkan sesobekkertas kumal. “Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut.

“Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya kedalam timbangan.Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, “Aku tidak percaya pada yang aku lihat. “Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi. Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si ibu kumal tadi.

Dan ia-pun terbelalak.Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek :

Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu.

“Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya. Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.

KEKUATAN SEBUAH DOA

Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkanlah sebuah doa. Hanya itu.

DOA ADALAH HADIAH TERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA.

Tanpa biaya, tetapi penuh daya guna.


Sumber : gunaldy


19 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/19/2008 01:27:00 AM | No comments

Menginstall Program Kasih Sayang

M : Hallo Reception …. tolong hubungkan ke 119 atau 221 ya…

Reception : Ditunggu…

IT : Ya, ada yang bisa saya bantu?

M : Ini dengan Pak Ariel atau Pak Michael? Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal program KASIH-SAYANG. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?

IT : Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?

M : Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk Menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?

IT : Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan Anda di mana HATI Anda?

M : Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?

IT : Program apa saja yang sedang aktif?

M : Sebentar, saya lihat dulu. Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.

IT : Tidak apa-apa. KASIH-SAYANG akan menghapus SAKITHATI.EXE dari sistem operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori Anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. KASIH-SAYANG akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi Anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan KASIH-SAYANG tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?

M : Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah Anda memandu saya?

IT : Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.

M : OK, sudah. KASIH-SAYANG mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?

IT : Ya, Anda akan menerima pesan bahwa KASIH-SAYANG akan terus diinstal kembali dalam HATI Anda. Apakah Anda melihat pesan tersebut?

M : Ya. Apakah sudah selesai terinstal?

IT : Ya, tapi ingat bahwa Anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk mengupgradenya.

M : Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?

IT : Apa pesannya?

M : “ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT”. Apa artinya?

IT : Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program KASIH-SAYANG diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal Anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti Anda harus meng-”KASIH-SAYANG”-i mesin Anda sendiri sebelum meng-”KASIH-SAYANG”-i orang lain.

M : Lalu apa yang harus saya lakukan?

IT : Dapatkan Anda klik pulldown direktori yang disebut “PASRAH”?

M : Ya, sudah.

IT : Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori “MYHEART”. MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. Sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali

M : Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif dimonitor saya dan sistem menunjukkan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI. Apakah ini wajar?

IT : Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi KASIH-SAYANG telah terinstal dan aktif. Seharusnya Anda bisa menanganinya sendiri dari sini. Oh ya, ada satu lagi hal penting yang perlu Anda ketahui.

M : Apa?

IT : KASIH-SAYANG adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang Anda temui.

Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai Anda akan menerimanya kembali.

M : Pasti. Terima kasih atas bantuannya.

__________________

Do your best and let God do the rest!

sumber : http://cro55.wordpress.com/



This is the rest of the post

18 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/18/2008 11:03:00 PM | No comments

Anda Berharga Di Mata TUHAN

Ada seorang laki-laki, dimana setiap orang yang melihat fisiknya pasti setuju bahwa ia bukan laki-laki yang menarik. Badannya gemuk dan tingginya di bawah rata-rata, wajahnya tidak tampan. Ia bukan orang yang kaya raya juga bukan orang yang punya kepandaian khusus. Jalannya agak pincang, dan suaranya pun sumbang untuk menyanyi. Sebut saja ia bernama Milo.

Sehari-hari ia bekerja sebagai pegawai sebuah toko buku dengan gaji yang tidak seberapa. Milo sudah hampir berumur 40 tahun, ia kadang merasa fustasi karena ia belum punya pacar hingga saat ini, Ia kadang merasa Tuhan tidak adil baginya dirinya seperti itu, tidak ada wanita-wanita yang mengelilinginya karena mengaguminya, tidak ada kelimpahan harta padanya, atau orang-orang yang memujinya karena kehebatannya.

Suatu ketika, pulang dari tempat bekerja melewati lorong yang gelap, seorang pria tinggi besar menghadangnya. Wajahnya tidak nampak jelas karena gelapnya malam. Pria itu menodongkan sebuah pisau pada dadanya "Serahkan uangmu kalau mau selamat" ujarnya dengan nada suara berat. "Anda menginginkan uang saya? ambillah semuanya" katanya dengan tenang.Pria itu membiarkan Milo mengambil uangnya, diserahkan semua uangnya ke tangannya. Sikap Milo nampak tenang sekali.

"Anda tidak takut kalau aku membunuhmu disini?" tanya pria itu. Oh, tentu tidak. Tidak ada yang berharga pada diriku, sekalipun aku harus memberikan nyawaku aku tidak takut" ujarnya dengan tenang. Menghadapi sikapnya yang tenang, pria itu makin penasaran dan pelan-pelan menurunkan pisaunya. "Anda tidak takut mati? " tanya pria itu lagi. "Saya tidak takut mati, saya tidak memiliki apapun di dunia ini. Saya milik Tuhan, jika anda membunuh saya maka anda mengembalikan saya kepada Tuhan.

"Anda orang Kristen?" tanya pria itu. Tepat, bagaimana anda bisa tahu?" tanya Milo.

Pria itu akhirnya memperkenalkan diri. Milo lalu mengajaknya duduk di sebuah anak tangga dari toko yang telah tutup. "Aku seorang preman, aku pernah membunuh belasan nyawa. Dulu aku orang Kristen, Ayahku dulu sering sekali memukul ibuku dan juga anak-anaknya hingga kami hidup dalam kekerasan. Ia sering mabuk dan aku pernah hampir dibunuhnya, selain ia tidak punya pekerjaan tekanan hidup menjadikan aku seperti ini." Kemudian lanjutnya lagi " Baru kali ini aku menemui orang yang tidak takut padaku" ujarnya. TIba-tiba air mata meleleh dari kedua pipinya , "Seumur hidupku baru pertama kali aku menangis. Aku tidak tahu kenapa, aku seperti orang bodoh menangis di hadapanmu." Kasih Tuhan terus menyinari malam hari itu.

"Kamu pasti lapar, aku punya makanan untukmu" ujar Milo sambil mengeluarkan roti dari tasnya dan memberikan padanya. "Aku melihat ada suatu kekuatan yang begitu kuat keluar dari dirimu, menarik aku kembali pada suatu tempat dimana aku dulu pernah berada" Pria itu adalah orang yang paling ditakuti di tempat tersebut, reputasinya sebagai sebagai pembunuh belum ada tandingannya. Bagaimana mungkin orang seperti Milo bisa membuat hatinya luluh? Malam itu ia bertobat dan apa yang terjadi? Banyak dari anak buahnya yang akhirnya bertobat dan kembali pada jalan kebenaran.

Pernahkan anda merasa tidak berharga? Tidak punya kelebihan apa-apa. Anda merasa fisik anda tidak menarik, anda juga merasa tidak punya harta apa-apa yang bisa diberikan. Tuhan tidak pernah menciptakan kita tanpa maksud. Anda mungkin berkata "Tuhan. Apa saya seperti ini bisa dapat jodoh? apa saya layak melayaniMu? Apa saya bisa berhasil? " Semua adalah mungkin bagi Tuhan. Pernahkah anda membanding-bandingkan diri anda dengan kelebihan orang lain, lalu anda merasa minder?

Saudara terkasih, apapun keadaan anda Tuhan begitu mempedulikan anda. Sekalipun pelayanan anda mungkin hanya seorang penyapu halaman gereja, Anda tetap seorang yang hebat di mata Tuhan. Jangan pernah bersedih hati, kalau mungkin anda mempunyai cacat fisik. Jangan putus asa kalau orang tidak mengganggap keberadaan anda. Anda sama berharganya dengan ciptaanNya yang lain. Ketahuilah, Anda begitu berharga dimataNya, sehingga Ia begitu tidak ingin kehilangan anda.

Yesaya 43;4 -- " Oleh karena engkau berharga di mataKu, dan mulia, dan Akumengasihi engkau"

http://sahri80.blogspot.com/

Bacaan terkait :

Tempayan Yang Retak




Posted by Ivan Shurex Posted on 5/18/2008 10:35:00 PM | No comments

TEMPAYAN YANG RETAK

Seorang tukang air di indiamemiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari, si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, "Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu."

"Kenapa?" tanya si tukang air, "Kenapa kamu merasa malu?"

"Karena selama dua tahun ini, saya hanya mampu membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi." Kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata,

"Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur.

Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.

Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."

Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan Yesus akan menggunakan kekurangan kita untuk menghiasi meja BapaNya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma.

Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.


(Sumber : Kumpulan Cerita Bermakna, Komkat - Keuskupan Manado)

Bacaan terkait :

Anda Berharga Di Mata TUHAN



Posted by Ivan Shurex Posted on 5/18/2008 09:42:00 PM | No comments

Telaga hati

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Pemuda itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak mendengarkan dengan seksamalalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.


"Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya," ujar Pak tua itu.

"Pahit, pahit sekali ", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua tersenyum kecil mendengar jawaban itu. Beliau lalu mengajak sang pemuda ke tepi telaga di dekat tempat tinggal Beliau. Sesampai di tepi telaga, Pak Tua menaburkan menaburkan serbuk pahit ke telaga itu. Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga itu.

"Coba, ambil air dari telaga ini dan minumlah."

Saat pemuda itu selesai mereguk air itu, Beliau bertanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar," sahut sang pemuda.

"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu?" tanya Beliau lagi.

"Tidak," jawab si anak muda.


Dengan lembut Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit tadi, tak lebih dan tak kurang. Jumlah pahit yang kutaburkan sama, tetapi rasa air yang kau rasakan berbeda. Demikian pula kepahitan akan kegagalan yang kita rasakan dalam hidup ini, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.

Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamumerasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak tua itu lalu kembali menasehatkan : "Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.? Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian."

Karena Hidup adalah sebuah pilihan..mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang..?
Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik.


sumber : tidak di ketahui
di kirim oleh : Kawiyono

16 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/16/2008 11:56:00 PM | No comments

Life is Beautiful

A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He held up a sign which said: "I am blind, please help."

There were only a few coins in the hat. A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.

Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. That afternoon the man who had changed the sign came to see how things were. The boy recognized his footsteps and asked, "Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?"

The man said, "I only wrote the truth. I said what you said but in a different way."

What he had written was: "Today is a beautiful day & I cannot see it."

Do you think the first sign and the second sign were saying the same thing? Of course both signs told people the boy was blind. But the first sign simply said the boy was blind. The second sign told people they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?

Be thankful for what you have and what you do not have.

Be creative.
Be innovative.
Think differently and positively.
Invite the people towards good with wisdom.

Live life with no excuse and love with no regrets. When life gives you a 100 reasons to cry, show life that you have 1000 reasons to smile.

Face your past without regret.
Handle your present with confidence.
Prepare for the future without fear.
Keep the faith and drop the fear.
Don't believe your doubts and doubt your beliefs.

Life is wonderful if you know how to live. Each day is as special as you want it to be………MAKE IT GREAT


Sumber : http://pentas-kesaksian.blogspot.com/


Posted by Ivan Shurex Posted on 5/16/2008 01:45:00 PM | No comments

Pohon Tua

Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya,tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya. Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.

Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. "Pohon yang sangat berguna", begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.

Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya,kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

Sang pohon pun bersedih. "Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku ? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki ?", begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. "Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini? Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.

Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.

"Cittt...cericirit...cittt". Ah suara apa itu ? Ternyata, ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. Cittt...cericirit...cittt, suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu...dua...tiga...dan empat anak burung lahir ke dunia. "Ah, doaku di jawab-Nya", begitu seru sang pohon.

Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering,mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. "Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini", gumam sang pohon dengan berbinar.

Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.

Moral cerita :
Allah memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah, dengan kuasaNya yang maha tinggi dan maha mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak, namun yakinlah, Allah tahu apa yang terbaik buat kita.

Ketika dititipkan-Nya cobaan buat kita, di saat itu diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang diberikan-Nya, bukanlah harga mati, bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimilikinya.

Sahabat, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar."


disadur dari : http://www.rumahrenungan.com/

15 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/15/2008 11:38:00 PM | No comments

Kasih Tak Bersyarat

Cerita ini berkisah tentang seorang prajurit yang akhirnya pulang setelah bertempur di Vietnam. Dia menelpon orang tuanya dari San Francisco.

"Ibu dan Ayah, saya akan pulang ke rumah, tapi saya ada satu pertanyaan. Saya punya seorang teman yang ingin saya ajak ke rumah bersama saya."

"Tentu," jawab mereka, "kami ingin berjumpa dengannya."

"Ada sesuatu yang harus kalian ketahui," lanjut si anak, "dia terluka parah dalam pertempuran. Dia menginjak ranjau dan kehilangan sebuah lengan dan sebuah kaki. Dia tidah punya tempat tujuan, dan saya ingin dia tinggal bersama kita,"

"Saya menyesal mendengar itu, Nak. Mungkin kita dapat membantunya menemukan tempat tinggal lain."

"Tidak, Ibu dan Ayah, saya ingin dia tinggal dengan kita."

"Nak," kata ayahnya, "kau tidak tahu apa yang kau minta. Seseorang dengan cacat seperti itu akan menjadi beban yang mengganggu kita. Kita sendiri punya kehidupan, dan kita tidak dapat membiarkan sesuatu seperti ini mencampuri hidup kita. Ayah pikir kau harus segera pulang dan melupakan pria ini. Dia akan menemukan jalan hidupnya sendiri."

Pada saat itu, si anak menutup telepon. Orang tuanya tidak pernah mendengar berita darinya lagi. Tetapi beberapa hari kemudian, mereka menerima telepon dari kepolisian San Francisco. Mereka diberi tahu, putra mereka telah meninggal setelah jatuh dari sebuah gedung. Polisi percaya bahwa itu bunuh diri. Orang tua yang berduka cita itu terbang menuju San Francisco dn menuju ke rumah duka kota untuk mengidentifikasi tubuh putra mereka. Mereka mengenalinya, tetapi mereka terkejut ketika mereka mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui sebelumnya, putra mereka hanya memiliki satu tangan dan satu kaki.

Orang tua dalam cerita ini seperti kebanyakan dari kita. Kita dengan mudahnya mengasihi mereka yang menarik atau yang menyenangkan bila berada dekat kita, tetapi kita tidak menyukai mereka yang membuat kita tidak nyaman. Kita memilih lebih baik menjauh dari mereka yang tidak sesehat, semenarik atau secerdas kita. Untungnya, masih ada orang yang tidak memperlakukan kita seperti itu.

Seseorang yang mengasihi kita dengan kasih tak bersyarat yang mengundang kita masuk di dalam keluarga kekal, tanpa perduli betapa kacaunya keadaan kita. Malam ini, sebelum tidur, berdoalah singkat kepada Tuhan, agar kita diberikan kekuatan untuk menerima mereka sebagaimana adanya dan membantu kita untuk lebih mengerti mereka yang berbeda dari kita!!! Ada mujizat yang bernama Persahabatan yang tinggal di dalam hati.

Kita tidak tahu bagaimana itu terjadi atau kapan dimulai.Tapi kita tahu berkat yang dibawanya dan kita menyadari bahwa Persahabatan adalah hadiah Tuhan yang paling berharga! Sahabat adalah permata yang sangat jarang. Mereka membuat kita tersenyum dan menyemangati kita untuk mencapai keberhasilan. Mereka menyediakan telinga, mereka berbagi pujian dan mereka selalu mau membuka hati mereka untuk kita.


http://sahri80.blogspot.com/
Posted by Ivan Shurex Posted on 5/15/2008 04:44:00 PM | No comments

Four Seasons

THIS IS REALLY SPECIAL!!!

The following pics are of the same place but taken during different seasons!! Be sure to read the end....

Lessons on Life
There was a man who had four sons. He wanted his sons to learn not to judge things too quickly. So he sent them each on a quest, in turn, to go and look at a pear tree that was a great distance away.

The first son went in the winter, the second in the spring, the third in summer, and the youngest son in the fall.

When they had all gone and come back, he called them together to describe what they had seen.

The first son said that the tree was ugly, bent, and twisted. The second son said no it was covered with green buds and full of promise.

The third son disagreed; he said it was laden with blossoms that smelled so sweet and looked so beautiful, it was the most graceful thing he had ever seen.

The last son disagreed with all of them; he said it was ripe and drooping with fruit, full of life and fulfillment.

The man then explained to his sons that they were all right, because they had each seen but only one season in the tree's life.

He told them that you cannot judge a tree, or a person, by only one season, and that the essence of who they are and the pleasure, joy, and love that come from that life can only be measured at the end, when all the seasons are up.

If you give up when it's winter, you will miss the promise of your spring, the beauty of your summer, fulfillment of your fall.

Moral:
Don't let the pain of one season destroy the joy of all the rest.
Don't judge life by one difficult season.
Persevere through the difficult patches and better times are sure to come some time or later.

GBU...

sent by : Alexander Kumoro
Posted by Ivan Shurex Posted on 5/15/2008 10:56:00 AM | 15 comments

Kata-kata Bijak

Ia yang berbuat salah dan tidak memperbaikinya, sedang berbuat salah lagi.
(Kung Fu-Tze)

Ia yang bijak akan merasa malu, jika kata-katanya lebih baik daripada tindakannya. (Kung Fu-Tze)

Ia yang mencintai Kebenaran lebih baik daripada yang mengetahui Kebenaran.
Tetapi, ia yang mengamalkan Kebenaran jauh lebih baik daripada yang mencintai Kebenaran. (Kung Fu-Tze)

Amarah adalah pencuri yang mencuri saat-saat manis anda. (Joan Lunden)

Anda tidak dihukum karena kemarahan anda, anda dihukum oleh kemarahan anda.
(Buddha)

Orang yang berdoa tetapi tidak berusaha adalah seperti orang yang menembakkan panah tanpa tali busur. (Ali Bin Abi Thalib R.A.)

Tak baik berdiam diri dalam kebijaksanaan, sama sebagaimana tak baik berbicara dalam kejahilan. (Ali Bin Abi Thalib R.A.)

Carilah kebenaran sebelum kebenaran mencari kamu.

Jauhilah harta duniawi karena akan membawamu pada kebutaan hati, dan kebutaan hati akan membawamu pada kematian.


Artikel Terkait :

Kumpulan Kata Bijak, Kumpulan Mutiara Kata online.

12 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/12/2008 10:04:00 AM | No comments

An Old Man and His Dog

Author: Unknown

An old man and his dog were walking down this dirt road with fences on both sides, they came to a gate in the fence and looked in, it was nice - grassy, woody areas, just what a ‘huntin’ dog and man would like, but, it had a sign saying ‘no trespassing’ so they walked on.

They came to a beautiful gate with a person in white robes standing there. “Welcome to Heaven” he said. The old man was happy and started in with his dog following him.

The gatekeeper stopped him. “Dogs aren’t allowed, I’m sorry but he can’t come with you.” “What kind of Heaven won’t allow dogs? If He can’t come in, then I will stay out with him. He’s been my faithful companion all his life, I can’t desert him now.

” “Suit yourself, but I have to warn you, the Devil’s on this road and he’ll try to sweet talk you into his area, he’ll promise you anything, but, the dog can’t go there either. If you won’t leave the dog, you’ll spend Eternity on this road ” So the old man and dog went on.

They came to a rundown fence with a gap in it, no gate, just a hole. Another old man was inside. “Excuse me Sir, my dog and I are getting mighty tired, mind if we come in and sit in the shade for awhile?” “Of course, there’s some cold water under that tree over there. Make yourselves comfortable ”

“You’re sure my dog can come in? The man down the road said dogs weren’t allowed anywhere.” “Would you come in if you had to leave the dog?” ” No sir, that’s why I didn’t go to Heaven, he said the dog couldn’t come in. We’ll be spending Eternity on this road, and a glass of cold water and some shade would be mighty fine right about now. But, I won’t come in if my buddy here can’t come too, and that’s final. ”

The man smiled a big smile and said “Welcome to Heaven.”
“You mean this is Heaven? Dogs ARE allowed? How come that fellow down the road said they weren’t?”

“That was the Devil and he gets all the people who are willing to give up a life long companion for a comfortable place to stay. They soon find out their mistake, but, then it’s too late. The dogs come here, the fickle people stay there. GOD wouldn’t allow dogs to be banned from Heaven. After all, HE created them to be man’s companions in life, why would he separate them in death?”

Moral Lesson:
Human beings always SUSPECT that God has the same way of thinking as us, such as God will kick an animal. God will take side to one religion, God will punish those who don’t worhip God the way one religion teaches, etc. In the reality, who knows? Only heaven knows.



source : http://krenungan.org/

11 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/11/2008 06:38:00 PM | No comments

Banyak Teman

Salah satu siswi terbaik sekolah saya dahulu adalah putrinya seorang satpam, dia bukan hanya cerdas, tapi juga banyak temannya, cantik sih nggak cuman banyak temannya yang suka ama dia.

Salah satu ketrampilannya adalah kemampuannya tari Saman, dia juga pernah pergi ke Aceh dan Kuala Lumpur. Kayaknya di sekolah sangat aktif dengan berbagai kegiatan. Beberapa kali saya sempat berbincang dengan ayahnya yang sangat bersahaja bahkan boleh dibilang sangatlah polos.

Kawan-kawannya selalu menjulukinya "si manis" karena saking murah senyum dan memiliki kebiasan suka membantu kawan-kawannya. Saya suka berfikir, "apa sih kunci suksesnya bergaul sehingga banyak teman? Padahal orang tua sih biasa-biasa aja..

Pada suatu hari saya berkesempatan untuk berbincang dengannya.

"Apa sih yang membuat kamu banyak teman?"

Dia Menjawab, "Bukankah kalau kita baik dengan orang lain maka orang lain juga akan berbuat baik sama kita juga?"

Hhmm... jawaban yang sederhana dan masuk akal. Bahkan kita-pun harus belajar dari hal yang kelihatannya sepele tapi manfaatnya begitu besar bagi kehidupan kita.
Walaupun sudah 17 tahun lebih kami tidak saling berjumpa, tetapi jawaban dia selalu saya ingat.



di kirim oleh : Gundolo Sosro

10 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/10/2008 11:03:00 AM | No comments

KESULITAN - SEBUAH KESEMPATAN UNTUK MEMPEROLEH KASIH KARUNIA YG BARU

Karena jatuhnya manusia ke dalam dosa akibat ketidaktaatan, maka Allah harus mengutuk tanah demi kebaikan manusia. Namun kutuk tersebut ( dan dalam kesulitan dan penderitaan yang di timbulkannya) menciptakan sebuah kesempatan bagi Allah untuk mengembangkan suatu kualitas ilahi dalam manusia.

Belas kasihan panjang sabar, kelemah-lembutan, kasih sejati, iman, kesetiaan, kemampuan untuk menanggung dan banyak hal lain yang baik di kembangkan lewat kesengsaraan. Demi kebaikannya, manusia harus memiliki penderitaan, dukacita, kerja keras, dan tekanan.

Bahkan fakta bahwa manusia dapat mati sesungguhnya merupakan belas kasihan Allah, karen dalam kematian sifat dosa dihancurkan dalam anggota anggota tubuh kita dan kita dapat di bangkitkan degan tubuh yang tanpa dosa. Namun, kita harus berhati hati untuk tidak mati sebelum saatnya.

Allah memakai kutuk untuk pada akhirnya memberkati kita.

Ketika suatu problem atau musuh telah menjalankan maksudnya, Allah akan melepaskan kita darinya.

TUJUAN KESULITAN
Kita dilahirkan untuk diuji (Ayub 7:17-18).

Allah telah menunjukkan hatiNYA kepada manusia , dan menguji kita setiap saat.
Kesulitan memiliki suatu cara yang luar biasa untuk menyingkapkan siapa kita dan apa kebutuhan kebutuhan kita yang sesungguhnya.

Keberhasilan atau kegagalan dalam ujian ujian kita menentukan posisi kekal kita di sorga.

Seringkali kita tdk tahu ketika kita sedang diuji. Sebab itu, kita harus lebih sadar akan adanya fakta bahwa kita sedang diawasi. Kita diawasi oleh manusia dan para malaikat. Kita berada di bawah pengawasan penguasa-penguasa, pemerintah-pemerintah dan dunia, tetapi terutama Tuhan sendiri.

Allah menguji kita :
  • Untuk melihat dari apa kita terbuat.
  • Untuk melihat motivasi-motivasi dan kebutuhan-kebutuhan kita.
  • Untuk melihat apakah Allah nomor satu di dalam kehidupan kita (kej 22;1-2; Ayb 1;8-12; Ul 3;1- 3).
  • Untuk melihat apakah kita layak Untuk menerima janji janji Allah, dan setia kepada kebenaran-kebenaran yang telah Ia percayakan kepada kita.
  • Untuk melihat apakah kita mampu Untuk menerima kuasa yang kita minta dari Allah. (semakin besar kuasa yang kita ingin terima dari Allah, semakin besar juga ujian-ujian kita).
  • Untuk melihat apakah kita layak Untuk menggantikan posisi yang telah lepas dari tangan setan dan para pengikutnya.
  • Untuk melihat apakah kita memenuhi syarat Untuk menjadi mempelai PerempuanNYA, dan Untuk berada di Perjamuan kawin anak Domba ( Why 19;9).
  • Untuk melihat apakah kita memenuhi syarat Untuk mengalami kebangkitan yang pertama, menghakimi para malaikat dan memerintah serta berkuasa bersama kristus.
  • Untuk melihat apakah kita hanya melayani Allah demi memperoleh berkat berkat dan harga diri atau sekedar karena kita mengasihiNYA.
  • Untuk membuat kita lebih benar dan lebih kudus.
  • Untuk mendatangkan suatu perwahyuan yang lebih besar tentang Tuhan dalam kehidupan kita.
  • Untuk memberkati akhir hidup kita, Untuk meninggikan kita dan memberi kita sebuah nama yang kekal.
  • Untuk mendatangkan kasih karunia yang baru ke dalam hidup kita degan berada dalam sebuah tempat baru yang rendah (kasih krunia diberikan kepada orang-orang yang rendah hati).
  • Untuk memberi Allah sebuah jawaban yang bisa Ia lontarkan kepada musuh-musuhNYA (ams27;11; Ams 119;42).


GOD bless you...
Sumber : Buku mengubah kutuk menjadi berkat (Oleh Paul G Caram)

  • Text Widget