14 September 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 9/14/2008 09:38:00 AM | 15 comments

Apakah kamu mencintaiKU ?

Suatu hari aku bangun pagi-pagi sekali untuk menyaksikan matahari terbit. Sungguh keindahan Tuhan tak dapat dilukiskan dengan kata - kata. Sambil menyaksikan keindahan ciptaannya, saya memuji Tuhan atas karyaNya yang begitu indah. Saat itulah, Tuhan datang kepada saya

Dia bertanya : “Apakah kamu mencintaiKU ?”. Aku menjawab “Tentu saja Tuhan! Engkau adalah Tuhanku dan Juru Selamatku !

Lalu Dia bertanya ”Jika kamu cacat fisik , apakah kamu masih tetap mencintaiKu?” Aku terpana. Lalu aku melihat tanganku, kakiku, anggota-anggota tubuhku lainnya dan berpikir mengenai banyak hal yang tak mungkin kulakukan bila aku cacat fisik. Hal-hal yang kuanggap sesuatu yang sudah sewajarnya dapat aku lakukan. Lalu aku menjawab “Itu akan menjadi hal yang sulit Tuhan, tetapi aku akan tetap mencintaiMU

Lalu Tuhan bertanya lagi “Jika kamu buta, apakah kamu akan tetap mencintai ciptaan-ciptaanKU?” Bagaimana mungkin aku mencintai sesuatu tanpa mampu melihatnya? lalu aku berpikir mengenai semua orang buta di dunia ini. Dan betapa banyak dari mereka yang masih mencintai Tuhan dan ciptaan-ciptaanNya. Lalu aku menjawab ”Aku sulit membayangkannya Tuhan, tapi aku akan tetap mencintaiMu”

Tuhan bertanya lagi ,”Jika kamu tuli apakah kamu akan tetap mendengarkan perkataan-perkataanKu?” Bagaimana mungkin aku mendengarkan sesuatu jika aku tuli? Kemudian aku mengerti Mendengarkan perkataan - perkataan Tuhan tidak hanya dengan menggunakan telinga kita , tetapi menggunakan hati kita. Aku menjawab ” Itu akan menjadi hal yang sulit Tuhan, tetapi aku akan tetap mendengarkan perkataan - perkataanMu.”

Tuhan bertanya kembali “Jika kamu bisu , apakah kamu tetap memuji namaKu ?” Bagaimana mungkin aku memuji tanpa suara? Lalu aku menyadari bahwa Tuhan mau kita memuji dari hati dan jiwa kita. Betapapun indahnya suara kita tidak pernah menjadi masalah. Dengan memuji Tuhan tidak hanya dengan nyanyian, Melainkan saat kita mengalami cobaan, kita tetap memuji Tuhan dan berterima kasih atas berkat-berkatNya. Jadi aku menjawab “Meskipun aku tidak dapat menyanyi aku akan tetap memuji namaMU”

Lalu Tuhan bertanya ”Apakah kamu sungguh-sungguh mencintaiKu?” Dengan penuh keberanian dan keyakinan aku menjawab “Ya Tuhan ! Saya mencintaiMu karena Engkau satu-satunya Tuhan yang benar !” “Lalu mengapa engkau berbuat dosa ?” Aku menjawab “Karena aku hanyalah seorang manusia, aku tidak sempurna” “Lalu mengapa pada saat-saat damai, engkau menjauh? Mengapa hanya pada saat menghadapi masalah engkau berdoa dengan sungguh-sungguh ?” Tidak ada jawaban. Hanya ada air mata.

Tuhan lalu melanjutkan “Mengapa hanya bernyanyi pada saat persekutuan dan retret? mengapa mencariKu hanya pada saat penyembahan? Mengapa meminta dengan egois? Mengapa meminta tanpa didasari iman?” Air mata terus membasahi pipiku

“Mengapa kamu malu terhadapKu? Mengapa kamu tidak menyebarkan injil? Mengapa pada saat mengalami pencobaan, kamu berpaling pada sesama ketika aku menawarkan diriKu sebagai tempat berpaling? mengapa membuat alasan-alasan saat Aku memberimu kesempatan untuk melayaniKU?” Aku mencoba menjawab , tetapi tidak ada jawaban yang dapat diberikan

”Kamu telah dianugrahkan hidup. Aku menciptakanmu bukan untuk menyia-nyiakan anugerah ini. Kamu telah dianugrahkan bakat-bakat untuk melayaniKu, tetapi kamu terus berpaling dariKU. Aku telah menyampaikan perkataan - perkataanKU kepadamu, tetapi kamu tidak mendapatkan pengajaran. Aku telah menunjukkan berkat-berkatKu kepadamu, tapi matamu tidak tertuju padaKu. Aku telah mendengar doa-doamu dan Aku telah menjawab semua doamu.” APAKAH KAMU BENAR-BENAR MENCINTAIKU ?” Aku tidak dapat menjwab. Bagaimana mungkin aku dapat? Aku merasa amat malu. Aku tidak mempunyai alasan lagi. Apa yang dapat aku katakan tentang hal ini? Ketika hatiku telah selesai menangis aku berkata ” Mohon ampuni saya Tuhan, Aku tidak layak untuk menjadi anakMU”. Tuhan menjawab “Itulah kasih karuniaKu, anakKU.”

Aku bertanya “Lalu mengapa Engkau terus-menerus mengampuniku? Jawab Tuhan ” Karena engkau adalah ciptaanKu. Kamu adalah anakkKu. Aku tidak pernah mengabaikanmu. Saat engkau menangis, Aku ikut sedih dan menangis bersamamu. Saat engkau berteriak dalam kegembiraan , Aku ikut tertawa bersamamu. Saat engkau putus asa Aku akan menyemangatimu. Saat engkau lelah Aku akan menopangmu. Aku akan bersamamu setiap saat dan Aku akan mencintaimu selamanya.”

Belum pernah aku menangis sekeras ini. Bagaimana mungkin aku telah berlaku sebegitu dingin padaNya? Bagaimana mungkin aku telah menyakiti Tuhan sedemikian rupa? Aku bertanya kepada Tuhan “Seberapa besar kasihMu padaku , Tuhan? Tuhan membentangkan kedua tanganNya. Dan mataku terpaku di kayu salib.aku berlutut di kaki Tuhan, Juru Selamatku . Dan untuk pertama kalinya , aku benar-benar berdoa.


Sumber : http://krenungan.org/ 21

Klinik Rohani Links :
http://www.klinikrohani.com/


Reactions:
Categories: ,

15 comments:

  1. Thanks for sharing :) Bener-bener mengingatkan kita untuk selalu jadi orang percaya yang taat dan setia sama Tuhan apapun situasinya..

    God bless!

    ReplyDelete
  2. Cerita yang sangat menyentuh hati dan merupakan satu teguran halus bagi kita umatnya agar sungguh2 mencintai- Nya. Bukan hanya bisa bicara "Tuhan aku mencintaiMu", tetapi dibutuhkan sesuatu yang nyata untuk membuktikan smua itu dengan kasih dan ketulusan hati.

    ReplyDelete
  3. Saya menagis krn saya tidak mencintai Tuhan dgn sungguh2, tidak seperti Dia yg Begitu Mencintai kita dengan Tulus, ini merupakan teguran buat saya.
    inilah saatnya utk kita selalu Setia & Mencintai Tuhan dengan segenap Hati kita. Amin
    Jesus Bless U All

    ReplyDelete
  4. Makasih atas artikelnya.... ak mendapatkan pengajaran yg benar-benar berarti bagiku...
    God Bless u...

    ReplyDelete
  5. ampuni aku orang pendosa ini Tuhan

    ReplyDelete
  6. sungguh Tuhan benar2 luar biasa, dia mencintai anak2 nya dengan setulus hatinya, bukan seperti saya yang hanya bisa meminta dan mengingat Dia pada saat susah.Ampuni aku Tuhan...

    ReplyDelete
  7. Karena Tuhan itu Ada, ku tahu bagi-NYA tidak ada yang mustahil. TUHAN AKU MENCINTAIMU..!!! Ampuni Dosa2ku!

    ReplyDelete
  8. cerita yang sangat luar biasa.....
    Tuhan ampuni saya...kalau selama ini telah meninggalkan MU>>>>
    GBU

    ReplyDelete
  9. God,fogive me . tanpa Engkau hidup saya penuh dengan kehidupan yg fana..

    ReplyDelete
  10. Sungguh sangat menyentuh hati dan membuat kita sadar :)
    Thanx..
    JBU

    ReplyDelete
  11. cerita yang sungguh indah..
    TUHAN YESUS .. ampuni sayaaa .. :'(

    ReplyDelete
  12. artikel ini bagus sekali, semua isinya kena di saya,,, dan sambil membaca air mata saya mengalir, saya menyadari n minta ampun sama Tuhan, Tuhan ampuni saya buat segala kesalanku yg ku perbuat, saya memang manusia yg ga sempurna,,, tapi saya mw belajar untuk tetap mengasihi-Mu, n selalu menggandalkan Engkau,,, amin

    ReplyDelete
  13. Tidak pantas aku meminta apapun kepadaMu,ya Bapa ku... Maafkan lah aku atas segala dosa-dosa ku...

    ReplyDelete
  14. Ampuni saya TUHAN ,Saya berdosa

    ReplyDelete

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

  • Text Widget