16 October 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 10/16/2008 11:12:00 PM | No comments

Renungan 17 Oktober 2008

“Janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi”.

Bacaan :
  1. Ef 1:11-14;
  2. Luk 12:1-7
“Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.

Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”(Luk 12:1-7), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

* Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah dan sedang terus bergiat membongkar korupsi yang dilakukan oleh para pejabat atau pemimpin bangsa dan Negara. Apa yang dulu disimpan rapat-rapat akhirnya tercium dan terbongkar juga, maka benarlah apa yang disabdakan oleh Yesus :”Apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah”. Rasanya tidak ada orang yang menginginkan tindakan korupsi atau jahatnya terbongkar, dan dengan berbagai cara berusaha menyembunyikannya, namun kebenaran dan kejujuran pada waktunya menang dan mampu membongkar apa yang tersembunyi tersebut. Korupsi masih terjadi dimana-mana, di dalam berbagai bidang kehidupan di Indonesia saat ini, maka dengan ini kami mendukung dan mendorong KPK dengan dan anggotanya untuk terus berjuang memberantas koruspi; dan kepada anda sekalian kami berharap untuk tidak melakukan korupsi dan jika melihat ada korupsi di tempat kerja atau kantor anda hendaknya tidak takut membongkar dan memberantas atau melaporkannya ke KPK.”

Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka”, demikian pesan Yesus. Tuhan hadir dan berkarya dimana-mana dan kapan saja, tidak terbatas ruang dan waktu, maka jika kita sungguh beriman hendaknya takut berbuat jahat atau korupsi tetapi berani memberantas aneka kejahatan dan korupsi. Percayalah dan imanilah bahwa Tuhan senantiasa menyertai dan mendampingi kita. Marilah kita hayati kemartiran hidup beriman dengan hidup benar dan jujur serta berani memberantas aneka kebohongan, korupsi dan kejahatan dalam hidup sehari-hari, di dalam keluarga, masyarakat maupun tempat kerja.

* “Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya” (Ef 1:14), demikian kesaksian iman Paulus kepada umat Efesus, kepada kita semua. Kita adalah ciptaan Allah, milik Allah dan hanya dapat hidup, tumbuh berkembang menuju ke kebahagiaan atau keselamatan sejati jika kita hidup dijiwai oleh Roh Kudus, sesuai dengan kehendak dan perintah Allah. Jika kita hidup dijiwai oleh Roh Kudus maka cara hidup dan cara bertindak kita menghasilkan keutamaan-keutamaan seperti “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.”(Gal 5:22-23), yang menjadi bekal dan kekuatan untuk menghayati kemartiran hidup beriman masa kini. Maka hendaknya mempercayakan diri sepenuhnya kepada bimbingan dan suara Roh dalam hidup sehari-hari, agar kita tidak takut dan gentar menghadapi aneka tantangan dan hambatan dalam menghayati buah-buah Roh tersebut di atas.

Dengan keutamaan-keutamaan tersebut di atas kita akan mampu mengatasi berbagai macam bentuk korupsi dan kejahatan yang masih marak dalam kehidupan bersama saat ini. “Kuasailah diri anda” untuk tetap setia pada iman, panggilan, tugas perutusan dan fungsi dalam goncangan godaan kejahatan atau rayuan-rayuan manis untuk berbuat jahat. Salah satu bentuk penghayatan kemartiran hidup beriman antara lain ‘tetap bertahan setia pada iman’ dalam berbagai goncangan dan gelombang kejahatan.
“Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.” (Mzm 33:1-2.4-5)


Jakarta, 17 Oktober 2008.

Oleh : Romo Maryo


Klinik Rohani Links :
http://www.klinikrohani.com/


Reactions:
Categories:

0 Komentar:

Post a Comment

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

  • Text Widget