12 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 12, 2008 | No comments

"Perjalanan Kehidupan"

Ukuran sepatu menentukan kenyaman si pemakai,
Bukan merk ataupun harganya (Matius 7 : 1-2)
Bila engkau mengenakan sepatu yang ukurannya lebih besar,
Atau lebih kecil dari ukuran kakimu.
Maka engkau akan memperhatikan sepatu,
karena tidak nyaman serta sakit,
bukan merk atau harganya yang menjadikanmu menderita.
Bila engkau tidak menemukan yang sesuai dengan ukuran kakimu,
Engkau akan meninggalkan dan pergi, tidak akan membeli sepatu itu.
Engkau akan berusaha mencari dan menemukannya ukuran sepatu
yang sesuai dengan kakimu,
Bila menemukannya engkau akan membeli
Berapapun harganya, karena engkau membutuhkannya.(Matius : 44-46)
Bila engkau merasakan nyaman memakainya, engkau bisa menikmati sekelilingmu dan sepatu tidak kau perhatikan lagi (Mazmur 71: 17-18)

Ukuran sepatu adalah tetap, tidak dapat berubah.
Engkau sendiri yang mencarinya, menemukan, menyesuaikan serta memakainya.
Bukan sepatu yang menyesuaikan kakimu,
Tak ada satupun merk atau pabrik yang menyediakan atau memproduksi
sepatu yang bisa menyesuaikan kaki tiap orang.( Galatia 5 : 22)

Demikianlah perjalanan hidup manusia, mereka selalu mencari dan mencari,
Menemukan dan menemukan, menyesuaikan dan menyesuaikan.(Matius 7 : 1-11)
Akan tetapi bila engkau tak berpengalaman, silahkan singgah ke “RUMAH TUHAN”(Amsal 9 : 4)

Allah akan mengajari engkau dengan ukuran yang sesuai dengan jiwamu,
Agar engkau merasa nyaman dan tentram, bila menggunakannya dan memakainya (Matius 11 :29) sehingga engkau tidak merasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri karena tidak menolak ukuran yang diberikan-Nya dan engkau jadikan keputusan dan pilihanmu sendiri (Yesaya 41 : 10)

Bila engkau melihat ukuran itu seperti terlalu besar atau kecil,
Bersabarlah sejenak dan berdiamlah seperti seorang bayi (Yesaya 66 : 12-13)
Dapatkah bayi memilih dan menentukan ukuran sepatunya?

Kebahagiaan sejati bukanlah harta, merk ataupun harga.
Kebahagiaan sejati adalah tidak terpeleset oleh mulutnya,
dan tidak digelisahkan oleh sesal atas dosa-dosa.
Kebahagiaan sejati adalah tidak ditegur oleh hatinya sendiri
Dan tidak kehilangan kepercayaannya (Sirakh 14 : 1-2)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

11 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 11, 2008 | No comments

"Segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya"

Manusia memiliki kelemahan dan kekuatan atau kuasa,
Kelemahan dalam hal mengasihi,
Kekuatan atau kuasa untuk setia dan tidak setia.
Inilah kehendak bebas manusia.(Sirakh 14: 14-15)

Segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya,(Pengkhotbah 3;11)
Apabila kita hanya mencari dan melakukan kehendak-Nya,
Bukan waktu dan kehendak kita.(Lukas 22:42)

Cinta Sejati adalah menanggung kelemahan sesama kita,
entah orang tua, suami-istri, anak-anak, teman, sahabat dan pacar.
Jangan heran apabila diantara mereka berbuat yang membuat hati kita
Resah, gelisah, mengkhawatirkan, jengkel dan kecewa.(Matius 8:17)

Kita harus belajar memaklumi (Lukas 23:34), karena ada perbedaan
Dalam cara memandang suatu masalah atau keinginan,
Karena mereka atau kita saling menganggap seperti dirinya sendiri.
“Kasihilahlah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”(Matius 22: 39)

Misalnya: Orang tua tidak setuju dengan pilihan kita,
Pacar meninggalkan karena berbagai keinginan tidak terpenuhi.
Anak-anak lebih senang bermain, saudara-saudara asyik dengan
Rencananya dan sebagainya.

Ini sering terjadi pertentangan kecil, bahkan bisa menjadi besar.
Agar kedamaian tetap terjaga, selayaknya kita tidak menuntut
Lebih dari cinta mereka untuk memahami apa yang kita harapkan
dan inginkan, bawalah dalam doa dan serahkanlah pada Allah.(Matius 5:43)
Agar mereka memahami apa yang anda harapkan (Yohanes 10: 38), yaitu keselamatan dari Allah.(Kisah para rasul 16 : 30-31)

Mencintai saja belum cukup. Kita harus membuktikan cinta. Menurut kodrat, kita senang membuat teman bergembira, suami-istri, anak-anak, orang tua, pacar,sahabat, tetapi ini tidak cukup, bahkan orang berdosa berbuat ini juga ( Lukas 6:32)

Beranikah kita mengikuti jejak Kritus, yaitu untuk tetap “MENCINTAI”?(Yohanes 14:6)
Sama seperti yang diperintahkan-Nya.(Yohanes17: 22)
Mencintai seperti Dia mencintai, dan seperti Dia akan melakukan-Nya
Sampai akhir zaman.(Matius 28 :20)

Jangan heran, apabila kita terbentur oleh palang melintang, yang membuat hidup kita menjadi suatu salib. Kita jatuh sakit, tertabrak, ditipu, dikhianati, karir menurun , dan sebagainya. Dan mungkin mendengar : “Kamu peduli dengan orang lain, tetapi orang lain tidak peduli dengan dirimu “(Matius 27:42) Ungkapan itu bisa saja dari orang tua,suami-istri, anak-anak, teman, maupun sahabat, bahkan pacar sendiri.(Matius 10: 35-38)

Masih beranikah kita tetap mengikuti jejak Kristus? (Yohanes 21 : 15- 17)
Maka engkau akan ditarik lebih dalam lagi oleh Sabda-Nya (Yohanes 16 : 13) dan ambil bagian dalam karya keselamatan bagi orang lain, khususnya orang-orang yang anda kasihi (Matius 11:29-30)

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya. (1 Tesalonika 5 : 23-24)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

10 March 2008

Posted by abbeltri Posted on March 10, 2008 | No comments

"Berjalan menuju Kalvari"

Apabila benih kebosanan muncul, berhati-hatilah!
Segala hal-hal buruk akan berdatangan dan menuju kematian dan layu sebelum waktunya.

Apa yang terjadi jika ada kebosanan di dalam relasi pernikahan, pendidikan anak-anak, dengan pendewasaan, hidup memasyarakat dan pekerjaan?

Kemarahan, ketidaksetiaan, ketidaktaatan, corrupt, ketamakan, sms (selingkuh makin seru), dan sebagainya semuanya bersifat menghancurkankan tatanan kehidupan, terutama diri sendiri.
Menjadi dewasa tidak ada batasnya. Menjadi dewasa adalah proses yang harus terus menerus diusahakan sampai kita meninggal.

Begitupula Kasih tidak ada batasnya. Mengasihi adalah proses yang harus terus-menerus diusahakan sampai kita meninggal dan berjumpa dengan Pengasih Sejati.

Mengasihi adalah perkara besar dalam sepanjang perjalanan hidup manusia. Tidak lenggang ditelan oleh waktu, kasih terus-menerus dibicarakan dan diperbincangkan.
Kasih terus menerus dicari oleh setiap makhluk, tetapi sedikit yang membangun kasih.

Ketika masih bayi, kita senang disentuh-sentuh yang menunjukkan relasi yang baik dengan orang lain (terutama orang tua kita). Tetapi ketika menanjak anak-anak sampai dewasa, banyak problematik-problematik yang pelik dalam hal sentuh-menyentuh. Seperti banyak kita lihat tulisan-tulisan terpampang di mall-mall, jangan disentuh!. Apakah ini yang dinamakan dewasa? Apakah ini dinamakan kasih?

Sebab Kasih mengandung norma, moral, aturan, keharmonisan dan keseimbangan serta keadilan dalam kebenaran yang menjaga harkat dan martabat setiap makhluk yang membawa manusia sebagai makhluk mulia menuju kedewasaan dalam iman kembali pada kodrat ilahi yang berasal dari kemuliaan dan itulah hidup.

Jika kasih membuat orang manusiawi,
Terbukalah surga baginya.


Selama Kasih bangkit dalam hidup, maka terang mengenyahkan kepekatan hati, kebosanan dan menghangatkan segala kepedihan dan keperihan.

Kuncup bunga memerlukan sinar surya
Untuk menjadi sekuntum bunga.
Seorang manusia membutuhkan Kasih
Untuk menjadi manusia.

===================

Kejadian 4 : 6 firman TUHAN kepada Kain; “ Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
Kejadian 4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."


Lukas 23 : 31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?”


Matius 24 : 12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Matius 24 : 13 tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.


Roma 13 :10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.


Ibrani 10 : 36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang di janjikan itu.


Yakobus 1: 4 Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
Yakobus 1 :5 Tetapi apabila diantara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah, - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit - , maka hal itu akan diberikan kepadanya.


Roma 16 : 20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!


Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U

Posted by ShureX Posted on March 10, 2008 | No comments

Mengapa harus beribadah?

Seseorang menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar dan mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap minggu. Tulisnya, "saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak bisa mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan begitu banyak waktu - demikian pun para pastor itu telah memboroskan waktu mereka dengan khotbah-khotbah itu."

Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca. Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya ada seseorang yang menulis demikian: "Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama ini istri saya telah memasak 32.000 jenis masakan. Selama hidup saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan itu yang dilakukan istri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya,maka saya sudah lama meninggal."

Sejak itu tak ada lagi komentar tentang khotbah.

kiriman email dari : Gunawan Kurniawan

Bacaan terkait :
Posted by ShureX Posted on March 10, 2008 | No comments

Selasa, 11 Maret 2008

Bil 21:4-9; Yoh 8:21-30.


Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia. Siapakah Yesus? Jawabannya amat penting, karena jawaban itu menentukan sikap kita terhadap-Nya. Kepada orang-orang yang terus meragukan Dia, Yesus berkata, “Nanti kamu akan tahu”... “Kapan?”... “Kalau Anak Manusia ditinggikan.”... Apa maksudnya? Mungkin kutipan dari kitab Bilangan bisa membantu. Musa menegakkan tiang dengan ular tembaga, dan orang yang memandang kepadanya tetap hidup walaupun sudah dipagut ular. Yesus akan dinaikkan pada tiang salib. Yang memandang kepada salib Yesus dengan iman dan harapan, akan tetap hidup. Kematian Yesus menyelamatkan hidup orang berdosa.


disalin dari : Angela Merici Biblical Center

Posted by ShureX Posted on March 10, 2008 | No comments

Apakah Anda Sadar?

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.

Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita.Dan apa yang anda pikiran dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.

Kita lahir dengan 2 mata, 2 telinga tapi kita Cuma diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa mengoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam.

Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.

Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.

(Author unknown)
Posted by ShureX Posted on March 10, 2008 | No comments

Novena To St. Jude

Novena during desperate situation

Most holy Apostle, St. Jude, faithful
servant and friend of Jesus, the Church
honors and invokes you universally, as
the patron of difficult cases, of
things almost despaired of, Pray for me,
I am so helpless and alone.
Intercede with God for me that He bring
visible and speedy help where help is
almost despaired of. Come to my
assistance in this great need that I may
receive the consolation and help of
heaven in all my necessities,
tribulations, and sufferings,
particularly -

(make your request here)

- and that I may praise God with you
and all the saints forever. I promise,
O Blessed St. Jude, to be ever mindful of
this great favor granted me by God and
to always honor you as my special and
powerful patron, and to gratefully
encourage devotion to you.
Amen

PRAYER

May the Most Sacred Heart of Jesus be
adored, and loved in all the
tabernacles until the end of time.
Amen.

May the most Sacred Heart of Jesus be
praised and glorified now and forever.
Amen

St. Jude pray for us and hear our
prayers. Amen.

Blessed be the Sacred Heart of Jesus
Blessed be the Immaculate Heart of Mary
Blessed be St. Jude Thaddeus, in all
the world and for all Eternity.

(say this prayer, followed by the Our Father and the Hail Mary)
  • Text Widget