11 March 2008

Posted by abbeltri Posted on 3/11/2008 03:04:00 PM | No comments

"Segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya"

Manusia memiliki kelemahan dan kekuatan atau kuasa,
Kelemahan dalam hal mengasihi,
Kekuatan atau kuasa untuk setia dan tidak setia.
Inilah kehendak bebas manusia.(Sirakh 14: 14-15)

Segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya,(Pengkhotbah 3;11)
Apabila kita hanya mencari dan melakukan kehendak-Nya,
Bukan waktu dan kehendak kita.(Lukas 22:42)

Cinta Sejati adalah menanggung kelemahan sesama kita,
entah orang tua, suami-istri, anak-anak, teman, sahabat dan pacar.
Jangan heran apabila diantara mereka berbuat yang membuat hati kita
Resah, gelisah, mengkhawatirkan, jengkel dan kecewa.(Matius 8:17)

Kita harus belajar memaklumi (Lukas 23:34), karena ada perbedaan
Dalam cara memandang suatu masalah atau keinginan,
Karena mereka atau kita saling menganggap seperti dirinya sendiri.
“Kasihilahlah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”(Matius 22: 39)

Misalnya: Orang tua tidak setuju dengan pilihan kita,
Pacar meninggalkan karena berbagai keinginan tidak terpenuhi.
Anak-anak lebih senang bermain, saudara-saudara asyik dengan
Rencananya dan sebagainya.

Ini sering terjadi pertentangan kecil, bahkan bisa menjadi besar.
Agar kedamaian tetap terjaga, selayaknya kita tidak menuntut
Lebih dari cinta mereka untuk memahami apa yang kita harapkan
dan inginkan, bawalah dalam doa dan serahkanlah pada Allah.(Matius 5:43)
Agar mereka memahami apa yang anda harapkan (Yohanes 10: 38), yaitu keselamatan dari Allah.(Kisah para rasul 16 : 30-31)

Mencintai saja belum cukup. Kita harus membuktikan cinta. Menurut kodrat, kita senang membuat teman bergembira, suami-istri, anak-anak, orang tua, pacar,sahabat, tetapi ini tidak cukup, bahkan orang berdosa berbuat ini juga ( Lukas 6:32)

Beranikah kita mengikuti jejak Kritus, yaitu untuk tetap “MENCINTAI”?(Yohanes 14:6)
Sama seperti yang diperintahkan-Nya.(Yohanes17: 22)
Mencintai seperti Dia mencintai, dan seperti Dia akan melakukan-Nya
Sampai akhir zaman.(Matius 28 :20)

Jangan heran, apabila kita terbentur oleh palang melintang, yang membuat hidup kita menjadi suatu salib. Kita jatuh sakit, tertabrak, ditipu, dikhianati, karir menurun , dan sebagainya. Dan mungkin mendengar : “Kamu peduli dengan orang lain, tetapi orang lain tidak peduli dengan dirimu “(Matius 27:42) Ungkapan itu bisa saja dari orang tua,suami-istri, anak-anak, teman, maupun sahabat, bahkan pacar sendiri.(Matius 10: 35-38)

Masih beranikah kita tetap mengikuti jejak Kristus? (Yohanes 21 : 15- 17)
Maka engkau akan ditarik lebih dalam lagi oleh Sabda-Nya (Yohanes 16 : 13) dan ambil bagian dalam karya keselamatan bagi orang lain, khususnya orang-orang yang anda kasihi (Matius 11:29-30)

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya. (1 Tesalonika 5 : 23-24)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U
Reactions:
Categories:

0 Komentar:

Post a Comment

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

  • Text Widget