13 July 2008

Posted by Klinik Rohani Posted on 7/13/2008 10:27:00 AM | No comments

Bau Yang Tak Terdeteksi

Lihat, enam orang laki-laki datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Dan satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu alat penulis. Mereka ini masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.
~Yehezkiel 9:2


Beberapa tahun yang lalu, kawan-kawan saya tinggal di kawasan industri dengan asap-asap pabrik yang menyebarkan 'aroma' -- bukan, 'bau'. Maksud saya, bau itu seperti asam sulfur -- tercium seperti bau telur busuk. Ketika Anda pertama kali berkunjung ke daerah itu, Anda akan mendengus dan berkata, "Apa ini?" Dan mereka akan berkata, "Apanya apa?" Lihat, mereka telah tinggal di kawasan itu begitu lama sehingga bau yang sangat menusuk hidung itu pun tidak tercium oleh mereka lagi.

Firman Tuhan yang kita ambil hari ini berasal dari kitab Yehezkiel 9:2, yang menggambarkan tipe orang yang Tuhan cari dahulu kala - dan tipe orang yang Tuhan cari saat ini, adalah dimana Anda berada sekarang. Allah menunjukkan nabinya Yehezkiel betapa buruknya dosa mereka dulu dan betapa Ia hendak membersihkan semuanya.

Yehezkiel menggambarkan "orang yang berpakaian lenan" yang "Berjalan dari tengah kota Yerusalem dan menuliskan tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan disana." Kata Tuhan dahulu, dan sekarang, "Pada suatu masa ketika dosa dilakukan terus menerus, dan tidak ada seorang pun yang memperhatikannya lagi, Aku mencari orang-orang yang tidak ikut melakukan dosa namun berkeluh kesan dan sedih karena dosa." Orang-orang seperti ini dulu, dan sekarang, sangat sulit dicari. Mereka adalah orang-orang istimewa, dulu dan sekarang.

Banyak dari kita sebagai milik Allah seperti kawan-kawan saya yang tinggal di lingkungan yang sangat tercemar - kita begitu terbiasa sehingga kita tidak bisa mencium bau itu lagi! Besar peluang Anda untuk berhubungan dengan sampah-sampah dosa; berbohong atau menipu dan dianggap sebagai ketrampilan bisnis yang cerdik, sikap penerimaan yang tidak pantas terhadap kesucian seksual, berhubungan dengan orang-orang yang memperlakukan nama Allah atau Yesus seperti sampah. Nama Yesus -- nama yang seharusnya membuat setiap lutut bertelut! Anda berada di tengah-tengah lingkungan yang mengidolakan uang dan mencintai benda-benda mati! Anda berada dalam lingkungan yang penuh dengan kemarah, kepahitan hati, rasialisme, dan pemfitnahan.

Mungkin Anda begitu terbiasa dengan dosa-dosa seperti itu sehingga hati Anda tidak remuk karenanya. Namun, hal-hal tersebuh meremukkan hati Bapa. Dia telah melakukan perjalanan panjang dan penyiksaan sampai kepada kayu salib untuk membayarkan semua dosa, memberikan kita keselamatan. Dan Roh Kudus bersemayam di hati Anda jika Anda benar-benar milik Tuhan, dan Ia bersedih karena kita menjadi kebal terhadap dosa-dosa itu.

Kita harus merasa terganggu ketika dosa sudah tidak mengganggu kita lagi. Kita perlu berdoa, "Tuhan, berikan aku kembali indra penciuman rohaniku!" Kecuali kita bersekutu setiap hari dengan Yesus dan melihat apa yang Ia lihat, tingkat kepekaan kita terhadap dosa akan semakin lama semakin melemah dan mati, sehingga dosa tidak terlihat begitu jahat lagi.

Bayangkan Anda sedang menceritakan lelucon mengenai keadaan menyetir ketika mabuk kepada seseorang yang tiba-tiba menghentikan Anda dan berkata, "Seorang pengendara mabuk telah membunuh anak saya." Dosa kita adalah ketika kita juga menjadi kebal terhadap Anak Allah yang telah mati -- Allah tidak menganggap remeh hal itu. Dan kita juga tidak bisa.

Mintalah kepada Tuhan untuk membuat Anda, seperti yang dikatakan dalam Roma 16:19 "bijaksana terhadap apa yang baik dan bersih terhadap apa yang jahat." Bersih daripada yang jahat daripada terbawa olehnya. Dosa itu bau! Bau kematian yang busuk, tidak perduli betapa harumnya ketika dibungkus dalam keglamoran. Jangan Anda menjadi terbiasa oleh baunya!


Oleh: Ron Hutchcraft
Kiriman: Lesmana, Azallea


Reactions:
Categories:

0 Komentar:

Post a Comment

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

  • Text Widget