08 May 2008

Posted by ShureX Posted on May 08, 2008 | No comments

DI TANAH YANG SALAH

Ada sebuah cerita menarik dari negeri Tiongkok kuno, di zaman Negeri Berperang, jauh sebelum masehi, mungkin bisa menjawab berbagai pemikiran kita yang cenderung rasialis. Di bawah ini ceritanya:

Yanci adalah cendekiawan yang sangat cerdik dari negeri Qi, suatu ketika dia diutus berkunjung ke negeri Chu untuk berunding dengan Raja Chu. Sebelum perundingan resmi, Raja Chu bermaksud menjatuhkan mentalnya, maka disusunlah sebuah rencana untuk mempermalukan dirinya.

Ketika Yanzi bersama Raja Chu sedang melewati keramaian, berpapasan dengan rombongan prajurit yang sedang mengawal seorang tahanan. " Siapakah orang itu, apa kesalahannya hingga ditahan?" tanya Yanzi.

"Oh, itu adalah orang dari negeri Qi, dia ditangkap karena menjadi rampok. " jawab Sang Raja:" Disini orang Qi banyak yang menjadi pencuri dan maling, apa memang itu tabiat bangsa Qi?"

Dengan tenang Yanzi menjawab : " Ada sejenis buah yang ditanam di selatan sungai, rasanya sangat manis, namanya "Jeruk". buah yang sama coba ditanam di utara sungai, karena kondisi tanah yang buruk dan cuaca yang tidak sesuai, rasanya menjadi kecut dan pahit, namanya bukan lagi jeruk, tapi dinamai "Jurek". Orang-orang Qi yang lahir dan hidup di negeri Qi, mayoritas adalah rakyat yang berperilaku baik dan warga yang taat pada hukum. Sedangkan sekarang, baginda memberitahu saya begitu banyak orang Qi di negeri Chu telah menjadi penjahat, itu mungkin juga disebabkan hal yang sama, mungkin karena mereka hidup di tanah yang buruk dan iklim yang salah."

Raja Chu terperangah dan tak bisa menjawab " Celaka, aku malah mempermalukan diri sendiri!!!"


Sumber : --

Categories:

0 Komentar:

Post a Comment

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

  • Text Widget