25 May 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 5/25/2008 07:38:00 PM | No comments

HATI YANG SEMPURNA

Pada suatu ketika di suatu desa ada seorang pemuda yang membanggakan hatinya yang katanya sangat sempurna. Dia berteriak di tengah kerumunan orang sambil memamerkan hatinya itu dan berkata,

" Lihatlah hatiku ini, sangat indah bukan? Lihatlah warna yang merah segar dan bentuknya bagus, benar-benar hati yang sempurna ya."

Maka semua orang memperhatikan hati pemuda itu dan mereka berdecak kagum melihatnya. Tiba-tiba datanglah seorang kakek dan berkata,

" Hatimu memang bagus Nak, tapi kalau aku harus menukar hatiku dengan hatimu, aku tidak akan mau melakukannya."

Maka orang banyak pun beralih memperhatikan hati Sang Kakek itu. Tapi hati Sang Kakek sama sekali tidak bagus, terdapat banyak celah dan bahkan ada bagian yang kosong di hatinya. Sama sekali tidak menarik. Maka dengan terheran-heran anak muda itu bertanya,

" Mengapa engkau tidak mau menukar hatimu yang jelek itu dengan hatiku yang jelas-jelas lebih bagus ini, Kek?"

Sang Kakek menjawab," Hatiku jadi berbentuk begini karena aku sering memberikannya kepada orang lain, bila aku melakukannya, kadang-kadang mereka juga memberikan hati mereka, walaupun tidak sama besar, terdapat banyak celah di hatiku karena aku menerima bagian yang tidak sama dengan yang sudah kuberikan, ada juga orang-orang yang telah kuberikan hatiku tidak memberikan hati mereka juga sebagai balasannya, dan itulah sebabnya mengapa ada bagian-bagian yang kosong dalam ruang hatiku ini. Karena ada sebagian orang seperti engkau anak muda, yang menjaga hatinya rapat-rapat dan tidak mau memberikan sedikit pun hatinya kepada orang lain karena takut dilukai, takut dikhianati dan tidak dibalas."

===============================

Sama juga dengan kita rekan-rekan sekalian, berapa banyak dari kita seperti anak muda itu, yang menutup rapat-rapat hati kita dan tidak mau membagikan kasih karena merasa takut tidak akan mendapatkan porsi yang sama besar dengan yang telah kita berikan? Atau takut saat kita mengasihi orang, lalu kasih yang telah kita curahkan itu tidak dibalas atau diabaikan oleh mereka?

Semoga artikel ini dapat membuka pikiran kita, mari kita saling mengasihi dan membuka diri terhadap sesama yang memerlukan curahan kasih dan bantuan kita. Biarlah hati kita bentuknya tidak bagus asal Tuhan saja yang bisa melihat dan menghargai indahnya hati kita.(Lucia Andriani)


di kirim oleh : Gunawan Kurniawan


Reactions:
Categories:

0 Komentar:

Post a Comment

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

  • Text Widget