09 June 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 6/09/2008 09:28:00 AM | 1 comment

KEBENARAN YANG MEMBEBASKAN

KEBENARAN YANG MEMBEBASKAN

Supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
—Efesus 1:6



Baca: Efesus 1:3-10


Seorang misionaris wanita yang masih lajang merasa rendah diri. Dia merasa tidak senang dengan hidupnya secara keseluruhan, tetapi dia terutama tidak puas karena dia merasa pertumbuhan rohaninya amatlah lambat.

Suatu pagi dia mengamati dirinya sendiri di depan cermin. Lalu, dengan perlahan dia berkata, "Allah, saya bersyukur kepada-Mu karena saya menjadi diri saya sendiri dan tak pernah dapat menjadi orang lain."

Pada saat itulah, misionaris wanita itu mengalami penerimaan diri yang membebaskannya. Dia menyadari bahwa Allah telah merancang dirinya menjadi seorang pribadi yang amat unik, seorang pribadi yang telah ditebus Kristus, dan dirinya tak pernah dapat digantikan atau digandakan.

Apakah Anda menyalahkan diri sendiri karena berpikir bahwa Anda tidak serohani seperti yang seharusnya? Apakah Anda memandang diri sendiri sebagai murid Kristus kelas kedua, kurang memiliki talenta dan karunia bila dibandingkan dengan saudara-saudara seiman yang sepertinya menjadi panutan dalam hal berdoa, bersaksi, dan melayani? Kita dapat bangkit dari sikap hati yang menolak diri sendiri dan menikmati penerimaan diri dengan penuh syukur ketika kita memercayakan hidup kita ke dalam tangan Yesus yang pernah terpaku itu. "Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya" (Ef. 1:7). Kita telah diterima dan dipilih oleh Allah (ay. 4-6).

Jika Tuhan telah menerima kita, tentunya kita dapat menerima diri kita sendiri! Itulah kebenaran yang membebaskan. —VCG

Segala puji bagi Sang Domba, aku diterima-Nya,
Melalui iman dalam nama Juruselamat yang mengagumkan;
Pada-Nya kupercaya, darah-Nya tercurah;
Bagiku Dia telah menderita, bagiku Dia telah mati.
—Wesley


Menerima anugerah keselamatan yang cuma-cuma dari Yesus membebaskan kita untuk menerima diri sendiri.


di sadur dari : http://www.rbcintl.org/

Reactions:
Categories:

1 comment:

  1. setelah saya membaca blog ini....saya merasa sedih...krn mungkin selama ini saya selalu melihat kekurangan yg adA pada diri sendiri tanpa mensyukuri apa yg ada pada ku...
    jd mulai saat ini saya harus bangkit,,,,

    ReplyDelete

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

  • Text Widget