13 April 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 4/13/2008 11:43:00 AM | No comments

Cinta Sejati

Pada suatu kota,hiduplah sepasang suami istri yang belum dikaruniai anak.Keluarga itu tidak kaya dan tidak kekurangan.Hidupnya berkecukupan.Sepasang suami istri itu sudah 20 tahun menikah tetapi belum juga mendapat momongan.Suatu kali mereka berdoa Adorasi,karena pada saat itu baru dibangun kapel Adorasi di Paroki mereka.Dan dalam Adorasi tersebut mereka menyerahkan diri kepada-Nya.Mereka berkata dalam hatinya:"Ya Tuhan kalau Engkau menghendaki kami hidup seperti romo dan suster yang tidak mempunyai anak,yo wis ga papa.Pokoknya kami serahkan nasib kami dalam tangan-Mu.Pokoknya pasrah wis....."

Dan pada saat itu juga perut sang istri mulai mules dan mual mau muntah-muntah.Sang suami ketakutan,ia cemas hal buruk terjadi pada istrinya.dengan tergesa-gesa penuh kecemasan mereka meninggalkan kapel Adorasi tersebut,dan bergegas menuju ke dokter.Dan sesampai ke dokter sang istri diperiksa,sang dokter tidak menemukan penyakit apapun pada sang sitri.Tetapi sang dokter mengatakan bahwa ada indikasi kehamilan.Dan mendengar hal itu pasangan suami istri itu sungguh gembira sekali.sungguh hal yang tak terduga,awalnya cemas sang istri mengidap penyakit yang parah ternyata malah mendapat calon momongan...!

Keluarga itu langsung bergegas menuju Gereja dimana tempat mereka bar-Adorasi.Dan setelah tiba mereka langsung ber-Adorasi mengucapkan syukur dan mereka ingin menceritakan kepada pastor paroki mereka.sungguh terkagum dan gembira pastor itu terhadap iman mereka.Bagaimana tidak sudah 20 tahun keluarga itu menikah dan belum dikaruniai anak dan bahkan pernah divonis tidak akan pernah hamil!Tetapi mereka langsung menyerahkan dirinya kepada-Nya.

Dan pada saat waktu melahirkan,sang istri mengalami berbagai rintangan.Ia mendapat dilema yang sangat pelik antara memiliki momongan yang mengakibatkan hilangnya salah satu organ vital yang mengatur salah satu fungsi multiorgan yang bisa mengancam nyawanya atau tidak akan memiliki momongan sama sekali.Setelah berpikir panjang akhirnya sang istri memilih untuk mempunyai anak dan konsekuensinya salah satu organ vitalnya hilang.

Setelah melahirkan bayi itu dirawatnya dan diasuhnya hingga remaja.

Pada masa remaja,seseorang akan berusaha mencari jati dirinya dan menentukan jalannya sendiri dan tidak jarang jalan pilihan mereka bertentangan dengan pilihan orang tuanya.Hal tersebut terjadi pada anak ini.Ia menentukan jalannya sendiri dan tidak sesuai dengan kehendak orang tuanya.Dan Ayahnya paling menentang keras.Ayahnya pun tak jarang bertengkar dengan sang anak.Dan marahnya itu pun bisa menusuk hati dan dapat melukai batin.Bayangkan saja:sang ayah ingin mempunyai momongan dan itu sulit sekali terwujud.Setelah terwujud dan sudah dibesarkan kok malah kurang ajar.Ayahnya pun merasa kecewa,sehingga terlontarlah kata-kata itu.Setiap hari mereka berbeda presepsi.Setiap hari mereka berantem.Sang ibu pun hanya bisa tabah dan sabar.Dia sabar menahan pedih,dan tak jarang ibu itu menangisi hatinya.Dan pada akhirnya anak itu pun sudah tidak tahan juga.Anak itu pun pergi meninggalkan rumah dan memututskan tidak kembali dan tidak menganggap mereka anggota keluarganya.

Dalam menentukan jalannya sendiri sang anak pun akhirnya memilih jalan yang tidak baik dan menjurus kepada pergaulan bebas.Mereka membuat genk dan sering pesta sabu-sabu bersama.Pada suatu ketika polisi mengetahui mereka sedang berpesta sabu-sabu dan polisi itu pun menggerebeknya.Teman-teman anak itu pun berhasil ditangkap tetapi anak itu pun berhasil kabur dan lolos.Dan anak it uterus dikejar dan ia memutuskan untuk pulang kerumahnya.Dan saat penggerebekan itu terjadi bentrok senjata.Baku tembak pun tak dapat dihindarkan.Dan pada saat anak itu sudah kehabisan peluru dan tidak dapat berkutik dan mau ditembak di tempat,tiba-tiba ada sosok pria tua yang berlari menuju anak itu dan akhirnya tertembak peluru dari polisi yang mau menembak anak itu.Dan pria itu adalah sosok ayahnya.Dan ayahnya pun sudah tidak dapat diselamatkan lagi karena sudah terlalu tua dan tertembak pada bagian kepala.Sang Ayah akhirnya tewas di tempat.

Sang anak pun akhirnya dapat kabur dan hidup bebas.Dan ia pun akhirnya menjadi pengedar sabu-sabu.Dan akhirnya anak itu kaya raya dan tetap tidak mau pulang kerumah.

Pada suatu ketika ada saingan bisnisnya yang juga Bandar narkoba ingin menghancurkan dia karena sering kalah dalam menjual narkoba itu.Narkobanya sering tidak laku karena dia.Dan si pesaing merencanakan sesuatu untuk membunuhnya.Suatu ketika anak buah pesaing itu mau mengahajar dia.Tetapi dia sedang pergi dan tiba-tiba mobil mereka bertemu di jalan.Kejaran-kejaran pun tidak dapat dihindarkan.Dalam kejar-kejaran itu,ia mengalami kecelakaan yang parah,ia masuk ke jurang.Dan untung saja ia segera ditolong dan masih hidup,tetapi kondisinya kritis.Ia mengalami luka bakar yang parah karena mobilnya meledak dan salah satu ginjalnya mengalami gagal ginjal.Ia perlu mendapatkan ginjal dan segera ditolong.Dan pencarian pendonor pun dicantumkan dalam media masa.

Suatu ketika ada seorang ibu tua mebacanya dan bersedia mendonorkan ginjalnya dan konsekuensinya nyawa ibu itu pun tidak tertolong.Dan ia bersedia.Proses penacangkokan pun dimulai.Dan setelah diambil dan diberikan ke anak itu,anak itu pun kembali sehat dan sadar ketika ia sadar,ia diberitahu kalau yang mendonorkannya itu sudah meninggal dan ada disebelahnya.Dan setelah melihatnya anak itu pun menangis keras sekali.Perasaannya pun hancur.Karena yang mendonorkan itu adalah ibunya.Ia menyesal sekali karena ia belum sempat berterima kasih dan meminta maaf kepada ibunya yang telah lama menanti-nantikan momongan dan harus merelakan organ vitalnya untuk melahirkan anak itu dan merelakan ginjalnya dengan nyawanya untuk menyelamatkan hidup anak yang sering melawannya dan tidak lagi menganggapnya sebagai ibu.

Ilustrasi di atas menggambarkan bagaimana nyawa dikorbankan untuk menyelamatkan seseorang.Seorang bapak dan ibu yang rela mengorbankan nyawanya bagi seorang anak yang sudah tidak menganggap orang tuanya.Coba bayangkan,sudah mau mempunyai anak saja susah,dan melahirkannya juga susah karena menghadapi dilema yang pelik dan parahnya tidak lagi menganggap orang tua .Bagaimana perasaan mereka?Tentu sakit sekali.Coba anda menjadi mereka,maukah anda mengorbankan nyawa anda?

Dalam menyelamatkan kita,Yesus juga mengalami hal seperti itu.Ia adalah Tuhan.Lalu Ia rela menjadi manusia,sudah itu Ia rela ditolak di Negeri asalnya.Perjalanan-Nya tidak selalu mulus,dan sering sekali mendapat rintangan yang begitu berat dari orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya.Tidak hanya iatu,Ia juga dikhianati oleh murid-Nya sendiri dan diserahkan kepada orang-rang saduki.Sesudah itu Ia disiksa sangat berat sekali bahkan sampai tidak lagi terlihat sebagai manusia..Ia dicambuk jauh melebihi aturan.Ia diolok-olok,diludahi lalu disalib.Mati dengan cara disalib ialah mati yang hina menurut orang Yahudi.Mengapa Yesus mau melakukan itu semua?

Karena Ia sangat mencintai manusia.Ia sangat mencintai kita semua.Walaupun Ia disiksa seperti itu,Ia tetap mendoakan dan mengampuni orang yang menyiksa-Nya.Bayangkan,Ia sudah disiksa begitu hebat,tetapi Ia tetap mengampuni.Bandingkan dengan kita.Kita hanya dibilang “Eh kamu pacarnya si A!” ;“Eh kamu pacarnya si B!” ; “eh kamu bodoh!” ; “eh kamu jelek!”

sudah tidak mau mengampuni,malah mendendam.

Lalu bagaimanakah tindakan kita dalam berterima kasih atas pengorbanan Yesus untuk menyelamatkan kita?Apakah kita rela mengorbankan waktu kita untuk pergi ke Gereja?Apakah kita jika ke Gereja sudah tidak perlu disuru lagi,bahkan malah mengingatkan orang tua?Apakah kita mau pergi ke Gereja sendiri tanpa dengan orang tua yang tidak bisa ke Gereja karena malas atau ada keperluan atau bahkan ikut-ikutan malas?Apakah kita sudah menjadikan Allah Tritunggal Mahakudus sebagai puncak hidup kita atau malah menganggap tidak penting?Apakah kita bersedia meluangkan waktu bagi Yesus?Apakah kita bersedia berkonban untuk Yesus?Dan mungkin jika Yesus memangilmu,apakah engkau mau mengikuti-Nya setulus hatimu dan rela meninggalkan segala kehidupan duniawi dan bersatu dengan keabadian?

Pada masa Retret Agung ini,kita diminta mengubah habitus lama yang buruk menjadi habitus yang baru lebih baik.Kita diminta untuk bisa mengampuni satu sama lain.Kita diminta berkorban satu sama lai.Kita diminta untuk melayani satu sama lain.Bisakah kita?

Dan tidak hanya itu,sebelum kita menyambut misteri penyelamatan dan kemenangan ini,kita diminta untuk mengakui kesalahan-kesalahan kita.Kita diminta untuk tidak menyembunyikannya di hadapan Allah Bapa.Melainkan kita diminta untuk memberitahukannya secara jujur,karena Allah Bapa sudah mengetahui semuanya.Kita diminta untuk memohon ampun atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan.Jika kita sudah mengakuinya secara jujur dan memohon ampun secara tulus,dosa kita akan diampuni.Tidak peduli seberapa besar dosa anda.Tetapi yang Allah butuhkan adalah kejujuran kita dan keterbukaan kita.Karena Allah sungguh baik.Ia bahkan rela mengorbankan Putra-Nya yang tunggal untuk ke dunia lalu menebus kita dengan Nyawa-Nya.

Dan dalam mencintai Allah,kita bisa mencontoh Yesus.Yesus sudah meberikan teladan bagaimana mencintai Allah yang benar yaitu melalui tindakan kasih kepada sesama.Kita diminta untuk menjadi pembawa damai di tengah peperangan.Kita diminta menjadi pembawa kejujuran di tengah kebohongan.Memang dalam hal tersebut memang sulit kita wujudkan.Tetapi mari kita coba.Jika ada orang yang mengajak berkelahi atau berperilaku kurang menyenangkan,diamkan saja d.Jangan termakan omongannya,jangan termakan tantangannya,dan jangan terpengaruh bila ia mengatakan diri kita takut.Melainkan doakan saja supaya tidak seperti itu lagi dan ampuni dia.Atau contoh lain jika ada yang mengajak berkelahi dan tidak mau menyelsaikan masalah secara damai laporkan saja ke pihak yang berwajib,jangan terpengaruh bila dianggap penakut,karena dengan hanya cara itulah semuanya agar ditangani bersama sampai beres.Dengan melakukan seperti itu kita sudah bisa membuktikan cinta kita kepada Tuhan yang menyelamatkan kita;yaitu dengan mengasihi sesama.

Oleh karena itu,marilah kita memulai hidup baru dengan mengubah habitus lama kita menjadi habitus yang baru.Sehingga kita pun bisa mendalami bagimana Cinta Yesus kepada kita dalam menyelamatkan kita.

Semoga Damai Tuhan kita Yesus Kristus dan Cinta kasih Allah dan Persekutuan Roh Kudus selalu beserta kita.

Amin.

Selamat Paskah.

dikirim oleh :
Stefano O.Carm.

Reactions:
Categories: ,

0 Komentar:

Post a Comment

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

  • Text Widget