24 April 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 4/24/2008 12:44:00 AM | No comments

KAPAL YANG BERLAYAR

Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
—2 Korintus 5:8


Baca: 2 Korintus 5:1-10

Dorothy, seorang wanita lanjut usia, sedang menjelang ajal. Ia mengasihi Tuhan dan rindu untuk segera bersama dengan-Nya. Seorang perawat memberitahu keluarganya bahwa Dorothy mungkin akan bertahan sampai ia dapat berjumpa dengan anak perempuannya yang sedang dalam perjalanan untuk mengucapkan selamat tinggal padanya. Perawat itu berkata, “Seolah- olah Dorothy memijakkan satu kakinya di bumi dan kaki lainnya di surga. Ia ingin segera menyelesaikan langkah terakhirnya.”

Saya teringat pada gambaran indah dari Henry van Dyke tentang proses kematian:

“Aku sedang berdiri di tepi pantai. Sebuah kapal di sampingku mengembangkan layar putihnya di pagi hari yang teduh dan mulai mengarungi lautan biru. Aku berdiri dan memerhatikannya, sampai di kejauhan, kapal itu tampak seperti setitik awan putih, tepat pada garis laut dan langit saling menyatu. . . . Dan pada saat ketika seseorang di sebelahku berkata: ‘Kapal itu telah pergi!’, ada sepasang mata lain yang melihat kedatangan kapal itu, dan terdengar suara-suara lain yang meneriakkan dengan gembira: “Lihat, kapal itu sudah datang!’ Seperti itulah proses kematian.”

Bahkan yang lebih menghibur bagi seseorang yang kehilangan orang percaya yang dikasihinya adalah perkataan dari Rasul Paulus: “Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia” (2 Kor. 5:1). Kita dapat bersukacita di dalam dukacita yang kita alami karena kita mengetahui bahwa orang yang kita kasihi sekarang ada bersama dengan Tuhan (ay.8). —AMC

Kematian orang-orang yang kita kasihi

Membawa kesedihan dan kepedihan yang mendalam;
Tetapi jika orang-orang yang kita kasihi telah mengenal Tuhan,
Rasa kehilangan kita menjadi keuntungan mereka.
—Sper

-----------------------------------------

Karena Kristus hidup, kematian bukanlah tragedi melainkan kemenangan.

disadur dari : http://www.rbcintl.org/



Reactions:
Categories:

0 Komentar:

Post a Comment

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

  • Text Widget