15 April 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 4/15/2008 09:32:00 AM | No comments

TITIK KRITIS

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan . . . yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. —Kejadian 50:20

Baca: Kejadian 50:15-21

Setahun yang lalu, orang di seluruh dunia dikejutkan oleh tragedi penembakan yang menyebabkan 32 orang meninggal di kampus Universitas Virginia Tech. Setelah kejadian itu, ibu dari seorang korban yang terluka sangat parah namun akhirnya selamat, mengatakan bahwa ia tidak ingin menjadikan kejadian buruk itu sebagai titik kritis dalam hidup anak laki-lakinya. Namun, sebaliknya, ia berharap hal itu dapat menjadi sesuatu yang positif, suatu perayaan yang luar biasa terhadap kehidupan anak laki-lakinya.

Saat peristiwa tak terpikirkan terjadi, mungkin kelihatannya tidak masuk akal untuk percaya bahwa luka emosi dapat diatasi oleh apapun juga. Akan tetapi, kehidupan Yusuf memberikan ilustrasi dashyat tentang kuasa Allah yang mengubahkan (Kej. 37–50). Saudara-saudaranya yang menjual Yusuf sebagai budak yakin bahwa ia akan membalas dendam pada mereka (50:15-17). Namun Yusuf berkata pada mereka, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar” (ay.20).

Saat kita meletakkan keinginan untuk membalas dendam ke dalam tangan Allah, kita terlibat di dalam proses luar biasa, yang digambarkan oleh Paulus: “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Rm. 12:21).

Titik kritis dalam hidup kita tidaklah ditentukan oleh kejahatan yang menimpa kita, tetapi oleh tanggapan kita melalui anugerah dan kuasa Allah.
—DCM

Ketika jalan dari hari ke hari menjadi sukar,
Ketika kesedihan membuat air mata kita merebak,
Keputusan kita untuk menemukan harapan kita dalam Kristus
Dapat menghibur jiwa dan meredakan ketakutan kita.
—D. De Haan

Biarkan rasa bahaya mengarahkan Anda kepada Yesus.


disadur dari : http://www.rbcintl.org/

Reactions:
Categories:

0 Komentar:

Post a Comment

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

  • Text Widget