27 April 2008

Posted by Ivan Shurex Posted on 4/27/2008 12:01:00 PM | No comments

FIRMAN ALLAH YANG MENYEGARKAN

Demikianlah firman-Ku . . . . tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia.
—Yesaya 55:11


Baca: Yesaya 55:8-11

Ketika saya masih kecil, keluarga kami kadang-kadang melakukan perjalanan menyeberangi negara bagian Nevada. Kami sangat menyukai halilintar gurun. Bersamaan dengan sinar kilat dan petir yang saling menyambar, hujan yang sangat lebat mengguyur gurun pasir yang panas sejauh mata memandang. Turunnya air yang sejuk itu menyegarkan bumi—dan juga kami.

Air menghasilkan perubahan-perubahan mengagumkan di daerah-daerah yang gersang. Contohnya, kaktus pincushion menjadi kering selama musim panas. Namun, setelah hujan pertama di musim panas tercurah, tanaman kaktus itu pun berbunga dengan menampilkan kelopak bunga indah bernuansa merah muda, emas, dan putih.

Hal yang sama juga terjadi di Tanah Suci. Setelah hujan badai, tanah kering sepertinya menjadi subur dalam waktu semalam saja. Yesaya menggunakan hujan yang membawa pembaruan itu untuk menggambarkan firman Allah yang menyegarkan: “Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yes. 55:10-11).

Alkitab memberikan kesegaran rohani. Karena itulah, firman Allah tidak pernah kembali dengan sia-sia. Di mana saja firman Allah masuk ke dalam hati yang terbuka, firman itu memberikan kesegaran, pertumbuhan, dan hidup baru. —HDF

Firman Allah adalah seperti hujan yang menyegarkan
Yang mengairi tanaman dan benih;
Memberi kehidupan baru kepada hati yang terbuka,
Dan memenuhi apa yang kita butuhkan.
—Sper
----------------------------------------

Alkitab itu menyegarkan jiwa yang haus, bagaikan air yang mengairi tanah yang gersang.


disadur dari : http://www.rbcintl.org/


Reactions:
Categories:

0 Komentar:

Post a Comment

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

  • Text Widget