24 March 2008

Posted by abbeltri Posted on 3/24/2008 01:17:00 PM | No comments

"Kasih Yang Sempurna"

Allah menciptakan segala sesuatu baik adanya dan tidak sedang bermain “dadu”. Bila menciptakan seperti bermain dadu, Mengapa Ia tidak menciptakan manusia atau binatang melata atau tumbuh-tumbuhan lebih dahulu, kemudian menjadikan terang dan gelap dengan apakah ciptaan-Nya itu berpijak?
(1 Korintus 15 : 46-49 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi)

Segala sesuatu ada prosesnya dan tak ada sesuatupun yang tidak melalui proses, entah hal buruk atau baik menimpa kehidupan kita. Namun semua terjadi karena apa yang kita utamakan dalam kehidupan, itulah awal proses yang menimpa diri kita.
Demikianpula dengan menjalin kasih pribadi satu dengan yang lain. Bila terjadi sesuatu hal, renungkanlah di dalam hati, apa yang membuat diri kita mengambil keputusan itu, entah dengan kesadaran, keterpaksaan ataupun kelalaian, kepasrahan, bahkan hawa nafsu?
(Mazmur 4:5 Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa, selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu)

Namun manusia selalu berusaha dan Allah yang menentukannya. Bila Allah yang menentukannya, maka apa yang ditentukan Allah selalu baik adanya.
(Yohanes 15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah.)

Tetapi siapakah yang menolak hal-hal yang baik dari Allah? Bukankah manusia sendiri? yang menentukan dan menilai, bahwa hal itu buruk atau baik, bukankah manusia sendiri?
(Kejadian 3: 22 Berfirmanlah TUHAN Allah : “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya)

Segala peristiwa tidak dapat dihapus entah kesalahan maupun kebaikan, namun rahmat pengampunan diberikan oleh Allah, bila mau mengakui kesalahannya. Dan rahmat Allah pula yang mendorong diri kita untuk tidak melakukan kesalahan lagi. Suatu perkara dianggap sah bila ada dua saksi yang menyatakannya di dalam pengadilan, begitupula akan pengakuan dianggap sah bila ada dua saksi, Allah dan manusia.
( Yohanes 20: 22-23 Dan sesudah berkata demikian, Ia menghembusi mereka dan berkata;”Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.
1 Petrus 3: 21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya yaitu baptisan – maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah – oleh kebangkitan Yesus Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya )

Jika demikian, selayaknya kita menerima apa yang telah menimpa diri, entah hal baik atau buruk dengan ucapan syukur. Karena Allah mengetahui semuanya, dan akan menuntun pada hal kebaikan untuk jiwa-jiwa yang dikasihi-Nya yang mau berbalik pada-Nya dalam kesatuan yang Kudus.
(1 Petrus 1: 16 “ sebab ada tertulis :Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus,
1 Petrus 2 : 19-21 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya)

Salam Damai dan Doa
“Semoga Allah memberimu Damai”
God Blessing U
Reactions:
Categories:

0 Komentar:

Post a Comment

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?
Jika anda merasa tersentuh, terinspirasi, termotivasi dengan artikel ini bagikan bersama kami dengan meninggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja.

Semoga komentar anda dapat menjadi semangat bagi yang lainnya.

  • Text Widget